Apa Gelagat Orang yang Tak Mau Bayar Utang?

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: freepik

UTANG  adalah amanah. Dalam ajaran Islam, ia bukan sekadar urusan dunia, tapi juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menunjukkan gelagat kurang baik ketika sudah berutang. Berikut beberapa tanda yang sering terlihat:

Sering Menghindar saat Ditagih

Awalnya responsif, tapi setelah jatuh tempo, tiba-tiba sulit dihubungi. Telepon tidak diangkat, pesan hanya dibaca tanpa balasan, bahkan kadang “menghilang” seolah tak punya kewajiban.

Banyak Alasan yang Berulang-ulang

Setiap ditanya soal pembayaran, jawabannya selalu ada saja alasan: belum gajian, ada kebutuhan mendesak, atau janji akan bayar “minggu depan”—yang terus diulang tanpa realisasi.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Tidak Menunjukkan Itikad Baik

Orang yang berniat membayar biasanya akan mencicil atau minimal memberi kabar. Tapi yang tidak mau bayar cenderung diam, tidak ada usaha, bahkan tidak merasa bersalah.

Gaya Hidup Terlihat Baik-baik Saja

Ini yang sering bikin miris. Katanya tidak punya uang, tapi masih sering nongkrong, belanja, atau pamer hal-hal yang tidak mendesak. Ini menandakan prioritasnya bukan melunasi utang.

Mudah Berjanji, Sulit Menepati

Janji demi janji dilontarkan agar terlihat meyakinkan. Tapi ketika waktu yang dijanjikan tiba, tidak ada tindakan nyata. Lama-lama, kepercayaan pun hilang.

Bersikap Defensif atau Marah

Saat ditagih, bukannya merasa bertanggung jawab, malah tersinggung atau marah. Seolah-olah yang menagih adalah pihak yang salah.

Menganggap Utang Hal Sepele

Ada yang berpikir utang bukan masalah besar, apalagi jika kepada teman atau keluarga. Padahal, sekecil apa pun utang tetap wajib dibayar.

BACA JUGA: 10 Tips Lunasi Utang dalam 1 Tahun ke Depan: Strategi Realistis dan Terukur

Menghindari Pertemuan Langsung

Mereka akan mencari cara agar tidak bertemu. Takut ditagih secara langsung, sehingga memilih menjaga jarak.

Sahabat Islampos, ingatlah, utang bukan hanya soal uang, tapi juga soal kejujuran dan tanggung jawab. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahwa jiwa seorang mukmin bisa tertahan karena utangnya sampai dilunasi.

Maka, jika kita berada di posisi berutang, berusahalah untuk jujur, terbuka, dan memiliki niat kuat untuk membayar. Dan jika kita menjadi pemberi utang, tetaplah bijak—tegas, namun tidak zalim. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *