SHALAT adalah tiang agama. Ia bukan sekadar gerakan rutin lima kali sehari, tetapi ibadah utama yang menjadi penentu baik buruknya amal seseorang. Namun, tanpa disadari, ada hal-hal yang terlihat sepele justru bisa membuat shalat kita tidak diterima di sisi Allah.
Sering kali kita merasa sudah “shalat”, padahal kualitas dan syaratnya belum terpenuhi dengan baik. Berikut beberapa hal kecil yang perlu diwaspadai.
1. Tidak Menjaga Kebersihan dari Najis
Salah satu syarat sah shalat adalah suci dari najis, baik pada badan, pakaian, maupun tempat shalat.
Contoh yang sering terjadi:
- Pakaian terkena cipratan najis (seperti urin) tapi tidak disadari
- Lantai atau sajadah masih kotor
- Bau tidak sedap (misalnya dari kotoran hewan) yang menandakan belum bersih
Hal ini terlihat sepele, tapi bisa membuat shalat menjadi tidak sah.
BACA JUGA: Makmum Tidak Membaca Apa Pun saat Shalat Berjamaah—Apakah Sah?
2. Wudhu yang Tidak Sempurna
Banyak orang terburu-buru saat berwudhu, sehingga ada bagian yang tidak terkena air secara sempurna.
Kesalahan umum:
- Tidak meratakan air hingga sela-sela jari
- Bagian tumit atau siku terlewat
- Hanya sekadar “basah” tanpa memastikan seluruh anggota wudhu terkena air
Padahal, wudhu adalah kunci sahnya shalat.
3. Tidak Tumakninah (Terlalu Cepat)
Shalat yang dilakukan dengan terburu-buru tanpa jeda (tumakninah) bisa menjadi tidak sah.
Ciri-cirinya:
- Ruku’ dan sujud sangat cepat
- Bacaan belum selesai sudah berpindah gerakan
- Seperti “olahraga”, bukan ibadah
Rasulullah ﷺ bahkan pernah memerintahkan seseorang mengulang shalatnya karena tidak tumakninah.
4. Tidak Khusyuk (Hati Lalai)
Memang khusyuk adalah perkara hati, tetapi jika benar-benar lalai, shalat bisa kehilangan nilai di sisi Allah.
Contohnya:
- Pikiran melayang ke mana-mana
- Sibuk memikirkan dunia
- Tidak memahami apa yang dibaca
Shalatnya sah secara hukum, tapi bisa jadi tidak bernilai atau tidak diterima secara sempurna.
5. Aurat Tidak Tertutup Sempurna
Masalah ini sering dianggap remeh, terutama dalam kondisi santai di rumah.
Contoh:
- Pakaian terlalu pendek atau transparan
- Bagian aurat terbuka saat rukuk atau sujud
- Tidak memperhatikan kerapian pakaian
Padahal menutup aurat adalah syarat sah shalat.
6. Menunda Shalat Tanpa Alasan
Menunda shalat hingga hampir habis waktunya sering dianggap biasa.
Padahal:
- Shalat di awal waktu lebih utama
- Menunda tanpa alasan bisa mengurangi nilai ibadah
- Jika sampai keluar waktu, bisa menjadi dosa besar
7. Tidak Memahami Bacaan Shalat
Banyak muslim membaca bacaan shalat tanpa tahu artinya.
Akibatnya:
- Shalat jadi sekadar rutinitas
- Tidak menghadirkan hati
- Mudah kehilangan kekhusyukan
BACA JUGA: Tata Cara Shalat Hajat yang Harus Diketahui Muslim
Memahami arti bacaan bisa membantu menghadirkan hati dalam shalat.
Hal-hal di atas terlihat kecil, bahkan sering dianggap sepele. Namun dalam ibadah seperti shalat, justru detail-detail inilah yang menentukan diterima atau tidaknya amalan kita.
Jangan sampai kita rajin shalat, tetapi lalai dalam memperbaiki kualitasnya. Karena bisa jadi, yang diterima bukanlah jumlahnya, tetapi kesungguhan dan ketepatannya.
Mulailah dari hal kecil: perbaiki wudhu, jaga kebersihan, perlambat gerakan, dan hadirkan hati. Karena shalat yang benar bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi cahaya dalam kehidupan kita. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

