Mengapa Mobil yang Jarang Dipake, Bannya Malah Cepet Rusak?

3 Min Read
Foto: Freepik

MOBIL yang jarang dipakai sering dianggap lebih awet karena tidak mengalami keausan akibat pemakaian. Namun kenyataannya, justru ban mobil bisa lebih cepat rusak jika kendaraan terlalu lama diam. Fenomena ini cukup sering terjadi, dan ada beberapa penyebab yang perlu dipahami.

Pertama, tekanan pada satu titik ban dalam waktu lama dapat menyebabkan deformasi atau yang dikenal sebagai flat spot.

Saat mobil tidak bergerak berhari-hari atau berminggu-minggu, bagian ban yang menyentuh permukaan tanah terus menahan beban kendaraan. Akibatnya, bentuk ban bisa berubah dan tidak lagi bulat sempurna, sehingga terasa getar saat mobil kembali digunakan.

Kedua, tekanan angin dalam ban cenderung berkurang seiring waktu.

Meskipun tidak ada kebocoran, udara bisa keluar perlahan melalui pori-pori karet. Jika tekanan ban terlalu rendah dan tidak segera dikoreksi, struktur ban menjadi lebih rentan retak dan rusak.

https://s.shopee.co.id/6fbBS7OuuY

Ketiga, karet ban memiliki sifat alami yang bisa mengeras dan retak jika tidak digunakan.

Ban yang jarang berputar tidak mengalami fleksibilitas yang cukup, sehingga kompon karet menjadi kaku. Ditambah lagi, paparan panas, sinar matahari, dan perubahan suhu dapat mempercepat proses penuaan ini.

Keempat, kelembapan lingkungan juga berperan.

Mobil yang disimpan di tempat lembap dapat menyebabkan bagian ban lebih cepat mengalami kerusakan, terutama jika ada jamur atau reaksi kimia tertentu pada permukaan karet.

BACA JUGA:  Kenapa Harus Hindari Injak Rem dengan Kaki Kiri saat Kendari Mobil Matik?

Selain itu, kurangnya perawatan menjadi faktor penting.

Banyak pemilik mobil yang jarang digunakan cenderung mengabaikan pengecekan rutin, seperti tekanan angin, kondisi permukaan ban, hingga posisi kendaraan. Padahal, mobil tetap membutuhkan perawatan meskipun tidak sering dipakai.

Untuk mencegah kerusakan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Misalnya, memindahkan posisi mobil secara berkala agar beban tidak bertumpu pada satu titik, menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi, serta memarkir mobil di tempat yang teduh. Jika memungkinkan, gunakan penyangga atau jack stand agar ban tidak terus menahan beban kendaraan.

Kesimpulannya, ban mobil tetap membutuhkan “aktivitas” agar tetap dalam kondisi baik. Jarang dipakai bukan berarti bebas perawatan. Justru, perhatian ekstra diperlukan agar ban tetap awet dan aman saat digunakan kembali. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *