GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti nyeri dada, rasa terbakar di dada (heartburn), hingga mual. Menariknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan laki-laki.
Lalu, apa penyebabnya?
1. Pengaruh Hormon Perempuan
Hormon seperti estrogen dan progesteron memiliki pengaruh besar terhadap sistem pencernaan. Hormon ini dapat:
- Melemaskan otot katup lambung (sfingter esofagus bawah)
- Membuat asam lambung lebih mudah naik
Kondisi ini sering terjadi saat:
BACA JUGA: Apa Penyebab Gerd? Kamu Harus Tahu
- Menstruasi
- Kehamilan
- Menopause
Akibatnya, perempuan lebih rentan mengalami gejala GERD di fase-fase tersebut.
2. Kehamilan Meningkatkan Tekanan pada Lambung
Selama kehamilan:
- Rahim yang membesar menekan lambung
- Hormon progesteron meningkat
Kombinasi ini menyebabkan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Itulah sebabnya banyak ibu hamil sering mengeluhkan rasa panas di dada.
3. Lebih Sensitif terhadap Nyeri
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rasa nyeri dibandingkan laki-laki. Artinya:
- Gejala GERD lebih terasa
- Rasa tidak nyaman lebih intens
Meskipun tingkat keparahan mungkin sama, perempuan lebih merasakan dampaknya.
4. Pola Diet dan Gaya Hidup
Beberapa kebiasaan yang umum juga dapat meningkatkan risiko GERD:
- Konsumsi makanan pedas dan berlemak
- Minum kopi atau teh berlebihan
- Makan tidak teratur
- Sering makan larut malam
Selain itu, diet ekstrem atau kebiasaan menahan lapar juga bisa memperparah kondisi lambung.
5. Stres dan Beban Emosional
Perempuan sering menghadapi tekanan emosional yang kompleks, baik dari pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sosial. Stres dapat:
- Meningkatkan produksi asam lambung
- Memperburuk gejala GERD
Kondisi ini membuat hubungan antara pikiran dan lambung menjadi sangat kuat.
6. Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa obat yang lebih sering digunakan perempuan, seperti:
- Obat hormon
- Obat pereda nyeri tertentu
Obat tersebut dapat memicu atau memperburuk GERD karena memengaruhi kondisi lambung dan otot kerongkongan.
Perempuan lebih rentan terkena GERD karena kombinasi faktor hormon, kondisi biologis seperti kehamilan, sensitivitas tubuh, serta pola hidup dan tingkat stres.
Namun, kabar baiknya, GERD bisa dicegah dan dikontrol dengan:
BACA JUGA: Mengapa Seseorang Bisa Meninggal karena Penyakit GERD? Ini 7 Faktornya
- Pola makan sehat
- Menghindari pemicu
- Mengelola stres
- Menjaga berat badan ideal
Jika gejala sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

