SMAN 1 Purwakarta di Tahun 90-an, Wah, Begini Ternyata!

4 Min Read
Foto: Beritasatu.com/Alex Supriadi)

BELAKANGAN ini, publik dibuat geram oleh viralnya video yang memperlihatkan oknum siswa di SMAN 1 Purwakarta—bahkan hampir satu kelas—yang membuat konten tidak pantas terhadap seorang guru perempuan yang sudah sepuh. Gestur yang tidak sopan, tawa yang melecehkan, hingga kurangnya rasa hormat menjadi sorotan nasional. Banyak tokoh, mulai dari ustadz hingga selebriti, ikut mengomentari dan menyayangkan perilaku tersebut.

Fenomena ini terasa kontras jika kita menengok ke belakang, khususnya ke era 80-an dan 90-an, ketika SMAN di Jawa Barat ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan menengah atas yang sangat terpandang. Bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena karakter kuat yang tertanam pada seluruh warganya. Lalu, apa yang membuat sekolah ini begitu istimewa di masa itu?

1. Guru-Guru yang Berdedikasi Tinggi

Pada masa itu, guru bukan sekadar pengajar, tapi pendidik sejati. Sosok seperti Pak Rusyidi Rasyid (Sastra dan Bahasa Indonesia), Bu Ratnawati (Bahasa Inggris), Pak Awan Gunawan (Seni Musik), Pak Suradi (Kimia), hingga Bu Rosyi Rosdiana (Biologi), Bu Encah Komariah (Akuntasi) dikenal mengajar dengan sepenuh hati. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak siswa. Hubungan guru dan murid begitu hangat, namun tetap penuh adab.

2. Murid-Murid yang Cerdas dan Kompetitif

Sejak dulu, SMAN 1 Purwakarta dikenal sebagai “gudangnya anak pintar.” Seleksi masuknya ketat, namun tetap terbuka bagi siapa saja—baik dari keluarga kaya maupun sederhana—selama memiliki kemampuan akademik yang baik. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kompetitif.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

3. Berakhlak dan Beradab Mulia

Yang paling menonjol, siswa-siswinya dikenal sopan santun. Mereka menghormati guru, menjaga etika, dan memiliki pemahaman agama yang cukup kuat, meskipun bersekolah di sekolah umum. Nilai adab menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Tidak pernah ada siswa dari sekolah ini kedapatan merokok dengan memakai seragam sekolah.

4. Kreativitas yang Terasah

Siswa tidak hanya belajar di kelas. Sepanjang tahun, mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan—baik sebagai peserta lomba maupun panitia. Ini membentuk jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kreativitas.

5. Segudang Prestasi

Prestasi menjadi hal yang biasa. Mulai dari lomba cerdas cermat, teater, puisi, paduan suara, hingga drum band, nama SMAN 1 Purwakarta kerap muncul sebagai juara 1.

6. Ekstrakurikuler yang Beragam

Pilihan kegiatan sangat banyak: pencak silat, remaja masjid, teater, majalah sekolah, paduan suara, paskibra, pramuka, hingga gulat. Setiap siswa bebas menyalurkan minat dan bakatnya.

BACA JUGA: Di Purwakarta Ada Ayam Goreng Mang Kus yang Enak Banget, Gimana Sih Cara Bikinnya?

7. Lulusan Berkualitas Tinggi

Tak heran jika banyak lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri favorit seperti Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, hingga Universitas Gadjah Mada, di jurusan-jurusan bergengsi.

Refleksi

Melihat perbandingan ini, jelas ada yang perlu dievaluasi. Sekolah hebat bukan hanya tentang fasilitas atau kurikulum, tapi tentang nilai yang ditanamkan. Disiplin, adab, dan penghormatan kepada guru adalah fondasi yang tidak boleh hilang.

Kalau dulu bisa, sekarang juga seharusnya bisa. Tinggal mau atau tidak kita kembali menegakkan nilai itu. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *