BEBERAPA anak dan sahabat muda tercatat dalam hadis pernah diboncengi oleh Rasulullah ﷺ di atas kendaraannya—baik unta, keledai, maupun bighal. Peristiwa-peristiwa ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi menjadi momen pendidikan yang sarat makna, penuh kedekatan, dan sentuhan ruhiyah.
Di antara mereka adalah Abdullah bin Abbas. Ia pernah diboncengi Rasulullah ﷺ, dan dalam momen itu beliau memberikan wasiat yang sangat terkenal. Rasulullah bersabda:
“Wahai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…”
Wasiat ini kemudian menjadi salah satu hadis penting yang termaktub dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah. Kedekatan fisik antara guru dan murid menjadi pintu masuk bagi penanaman tauhid, tawakal, dan keyakinan terhadap takdir Allah.
Selain itu, Muadz bin Jabal juga pernah diboncengi Rasulullah ﷺ di atas keledai bernama ‘Ufair. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah menjelaskan tentang hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah. Muadz sendiri dikenal sebagai sahabat yang alim, ahli Al-Qur’an, dan memahami halal-haram. Ia termasuk generasi Anshar yang masuk Islam di usia muda dan kelak diutus Rasulullah sebagai dai dan hakim ke Yaman.
Sahabat lain yang sering diboncengi adalah Usamah bin Zaid, putra dari Zaid bin Haritsah. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ, hingga dijuluki Hubbu Rasulillah (kesayangan Rasulullah). Dalam beberapa riwayat, Rasulullah membonceng Usamah di belakangnya saat perjalanan dari Muzdalifah ke Mina pada peristiwa Haji Wada’. Kedekatan ini mencerminkan kasih sayang yang mendalam sekaligus kepercayaan yang besar, hingga di usia muda Usamah dipercaya memimpin pasukan kaum Muslimin.
Dari berbagai peristiwa ini, tampak bahwa tindakan membonceng anak-anak bukan sekadar bentuk kebaikan biasa. Ia adalah manifestasi dari tawadhu’ Rasulullah ﷺ sekaligus metode pendidikan yang efektif. Dalam suasana perjalanan yang santai dan akrab, nasihat-nasihat penting disampaikan dan lebih mudah meresap ke dalam jiwa.
BACA JUGA: Adab Rasulullah ﷺ terhadap Anak yang Sedang Bermain
Membonceng menjadi sarana membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai iman sejak dini. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi juga dengan sentuhan, kedekatan, dan perhatian langsung.
Dari sinilah kita memahami bahwa pendidikan generasi tidak selalu harus berlangsung dalam majelis formal. Terkadang, justru dalam perjalanan sederhana, di atas tunggangan, lahir nasihat-nasihat agung yang membentuk arah hidup seorang anak hingga dewasa. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

