MENGENAL lebih dalam tentang tata cara ibadah merupakan kewajiban setiap Muslim agar shalat yang dikerjakan menjadi lebih sempurna dan khusyuk. Salah satu istilah yang sering muncul dalam pembahasan fikih shalat namun terkadang luput dari perhatian adalah sutrah.
Definisi
Secara bahasa, sutrah berarti penghalang, penutup, atau apa saja yang dapat menghalangi. Dalam konteks ibadah, ia merujuk pada benda yang diletakkan di depan orang yang sedang shalat. Fungsinya adalah sebagai pembatas antara orang yang shalat dengan area di depannya agar tidak dilewati oleh orang lain.
Menggunakan pembatas ini merupakan bentuk pengagungan terhadap ibadah yang sedang dilakukan kepada Allah.
Landasan Sutrah
Landasan hukum penggunaan pembatas ini bersumber langsung dari Hadist Nabi Muhammad ﷺ. Beliau sangat menekankan pentingnya memasang penghalang saat mendirikan shalat secara sendirian maupun sebagai imam. Rasulullah ﷺbersabda, “Jika salah seorang di antara kalian shalat, hendaknya ia menghadap ke arah sutrah dan mendekatlah padanya.”
Hadist lain juga menyebutkan larangan keras bagi siapa pun untuk lewat di depan orang yang sedang shalat karena hal itu dapat mengurangi pahala atau bahkan memutus kekhusyukan ibadah.

Ketentuan Sutrah
Terkait dengan teknis penggunaannya, para Ulama salaf telah memberikan penjelasan yang mendetail mengenai kriteria benda yang bisa dijadikan pembatas. Benda tersebut tidak harus berupa tembok atau tiang yang besar. Sesuatu yang setinggi pelana unta, seperti tas, tongkat, atau kursi, sudah dianggap mencukupi.
Hal yang paling penting adalah benda tersebut tampak nyata sebagai batas sehingga orang yang hendak lewat menyadari bahwa ada orang yang sedang berkomunikasi dengan Tuhannya. Jarak antara kaki orang yang shalat dengan pembatas tersebut sebaiknya tidak terlalu jauh, idealnya sekitar tiga hasta.
Fungsi Sutrah
Tujuan utama dari penggunaan pembatas ini adalah untuk menjaga Kekhusyukan hati dan pikiran selama menghadap Allah. Dengan adanya batas yang jelas, pandangan mata orang yang shalat akan lebih terjaga dan tidak terganggu oleh gerakan di depannya.
Selain itu, pembatas ini memberikan hak kepada orang yang shalat untuk mencegah siapa pun yang mencoba melintas di antara dirinya dan batas tersebut. Jika ada yang memaksa lewat, orang yang shalat diperbolehkan untuk menghalanginya dengan tangan secara lembut namun tegas.
BACA JUGA: 5 Tanda Shalat Memperbaiki Hidupmu
Keutamaan Meletakkan Sutrah
Menerapkan sunnah ini merupakan tanda ketaatan seorang hamba terhadap Adab beribadah yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Meskipun sebagian ulama menganggap hukumnya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dan bukan wajib, mengabaikannya secara sengaja tanpa uzur dianggap sebagai tindakan yang kurang afdal.
Dengan memasang pembatas, kita tidak hanya menjaga kualitas shalat pribadi, tetapi juga membantu orang lain agar tidak terjerumus ke dalam dosa karena melintasi orang yang sedang shalat. Kesadaran akan detail kecil seperti ini menunjukkan kedalaman pemahaman agama seseorang. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
