Berapa Angka Penghasilan Masyarakat Indonesia yang Tergolong Miskin?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

ISTILAH “miskin” sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sebenarnya ada standar resmi yang digunakan pemerintah untuk menentukan apakah seseorang atau keluarga tergolong miskin atau tidak. Di Indonesia, ukuran ini ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Apa Itu Garis Kemiskinan?

Garis kemiskinan adalah batas minimum pengeluaran yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, yaitu:

BACA JUGA: Bolehkah Suami Suka Bohong Soal Gaji pada Istri? Ini Penjelasannya

  • Makanan (sekitar 2100 kalori per hari per orang)
  • Non-makanan (seperti tempat tinggal, pakaian, pendidikan, dan kesehatan)

Jika pengeluaran seseorang berada di bawah garis ini, maka ia dikategorikan sebagai miskin.

Angka Penghasilan yang Disebut Miskin

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (sekitar 2024–2025):

  • Garis kemiskinan nasional: sekitar Rp550.000 – Rp600.000 per orang per bulan

Artinya:

  • Jika seseorang hidup sendiri dengan pengeluaran di bawah angka tersebut → tergolong miskin
  • Jika satu keluarga terdiri dari 4 orang → sekitar Rp2,2 juta – Rp2,4 juta per bulan menjadi batas minimum

Namun penting dipahami:
Ini adalah standar minimum bertahan hidup, bukan standar hidup layak.

Kenapa Angka Ini Terlihat Kecil?

Banyak orang merasa angka tersebut terlalu rendah. Ada beberapa alasan:

  1. Berdasarkan kebutuhan dasar saja
    Tidak termasuk gaya hidup modern seperti internet cepat, hiburan, atau kendaraan pribadi.
  2. Rata-rata nasional
    Biaya hidup di kota besar seperti Jakarta jauh lebih tinggi dibanding desa.
  3. Menggunakan pendekatan konsumsi, bukan gaji
    BPS menghitung dari pengeluaran, bukan pendapatan langsung.

https://s.shopee.co.id/2Vlfst3K1Z

Perbandingan dengan Standar Lain

Selain BPS, ada standar lain yang sering digunakan:

  • Bank Dunia (World Bank)
    Menggunakan batas sekitar $2,15 per hari (PPP) untuk kemiskinan ekstrem
  • Upah Minimum Regional (UMR/UMK)
    Di banyak daerah sudah di atas Rp2–5 juta per bulan, jauh di atas garis kemiskinan

Artinya: Seseorang bisa tidak miskin menurut BPS, tapi masih merasa kesulitan secara ekonomi.

Realita di Lapangan

Dalam kenyataannya, banyak masyarakat yang:

  • Hidup sedikit di atas garis kemiskinan
  • Rentan jatuh miskin jika ada musibah (sakit, kehilangan kerja)
  • Tidak memiliki tabungan atau jaminan sosial

Kelompok ini sering disebut “rentan miskin”.

BACA JUGA: 8 Cara agar Sebuah Negara Memiliki Nominal Gaji yang Tinggi

  • Garis kemiskinan di Indonesia sekitar Rp550 ribu per orang per bulan
  • Untuk keluarga kecil, sekitar Rp2 jutaan per bulan
  • Angka ini hanya mencerminkan kebutuhan minimum, bukan hidup layak

Dengan kata lain, “tidak miskin” menurut data belum tentu berarti “sejahtera” dalam kehidupan nyata. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *