ISTILAH “miskin” sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sebenarnya ada standar resmi yang digunakan pemerintah untuk menentukan apakah seseorang atau keluarga tergolong miskin atau tidak. Di Indonesia, ukuran ini ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Apa Itu Garis Kemiskinan?
Garis kemiskinan adalah batas minimum pengeluaran yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, yaitu:
BACA JUGA: Bolehkah Suami Suka Bohong Soal Gaji pada Istri? Ini Penjelasannya
- Makanan (sekitar 2100 kalori per hari per orang)
- Non-makanan (seperti tempat tinggal, pakaian, pendidikan, dan kesehatan)
Jika pengeluaran seseorang berada di bawah garis ini, maka ia dikategorikan sebagai miskin.
Angka Penghasilan yang Disebut Miskin
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (sekitar 2024–2025):
- Garis kemiskinan nasional: sekitar Rp550.000 – Rp600.000 per orang per bulan
Artinya:
- Jika seseorang hidup sendiri dengan pengeluaran di bawah angka tersebut → tergolong miskin
- Jika satu keluarga terdiri dari 4 orang → sekitar Rp2,2 juta – Rp2,4 juta per bulan menjadi batas minimum
Namun penting dipahami:
Ini adalah standar minimum bertahan hidup, bukan standar hidup layak.
Kenapa Angka Ini Terlihat Kecil?
Banyak orang merasa angka tersebut terlalu rendah. Ada beberapa alasan:
- Berdasarkan kebutuhan dasar saja
Tidak termasuk gaya hidup modern seperti internet cepat, hiburan, atau kendaraan pribadi. - Rata-rata nasional
Biaya hidup di kota besar seperti Jakarta jauh lebih tinggi dibanding desa. - Menggunakan pendekatan konsumsi, bukan gaji
BPS menghitung dari pengeluaran, bukan pendapatan langsung.
Perbandingan dengan Standar Lain
Selain BPS, ada standar lain yang sering digunakan:
- Bank Dunia (World Bank)
Menggunakan batas sekitar $2,15 per hari (PPP) untuk kemiskinan ekstrem - Upah Minimum Regional (UMR/UMK)
Di banyak daerah sudah di atas Rp2–5 juta per bulan, jauh di atas garis kemiskinan
Artinya: Seseorang bisa tidak miskin menurut BPS, tapi masih merasa kesulitan secara ekonomi.
Realita di Lapangan
Dalam kenyataannya, banyak masyarakat yang:
- Hidup sedikit di atas garis kemiskinan
- Rentan jatuh miskin jika ada musibah (sakit, kehilangan kerja)
- Tidak memiliki tabungan atau jaminan sosial
Kelompok ini sering disebut “rentan miskin”.
BACA JUGA: 8 Cara agar Sebuah Negara Memiliki Nominal Gaji yang Tinggi
- Garis kemiskinan di Indonesia sekitar Rp550 ribu per orang per bulan
- Untuk keluarga kecil, sekitar Rp2 jutaan per bulan
- Angka ini hanya mencerminkan kebutuhan minimum, bukan hidup layak
Dengan kata lain, “tidak miskin” menurut data belum tentu berarti “sejahtera” dalam kehidupan nyata. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

