DALAM shalat, membaca surat Al-Fatihah termasuk rukun yang sangat penting.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah).”
Hadits ini menunjukkan bahwa Al-Fatihah memiliki kedudukan yang agung dalam shalat.
Karena itu, tata cara membacanya juga perlu diperhatikan dengan benar.
Di tengah masyarakat, ada sebagian orang yang langsung membaca:
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”
tanpa membaca basmalah terlebih dahulu.
Lalu bagaimana hukumnya?
Para ulama menjelaskan bahwa masalah membaca basmalah sebelum Al-Fatihah termasuk perkara khilafiyah di kalangan ahli fiqih.
Sebagian ulama berpendapat bahwa basmalah adalah bagian dari Al-Fatihah.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa basmalah bukan bagian dari Al-Fatihah, namun tetap disunnahkan untuk dibaca.
Madzhab Syafi’i memandang bahwa basmalah termasuk ayat dari Al-Fatihah.
Karena itu, meninggalkannya dengan sengaja dapat mempengaruhi keabsahan bacaan Al-Fatihah dalam shalat.
Sedangkan madzhab Malikiyah berpendapat bahwa basmalah tidak dibaca keras dalam shalat jahriyah, bahkan sebagian mereka memandang cukup langsung membaca “Alhamdulillah”.
Adapun madzhab Hanafi dan Hanbali memandang bahwa basmalah dibaca, namun bukan bagian dari Al-Fatihah.
Karena adanya perbedaan pendapat ini, maka orang yang langsung membaca “Alhamdulillah” tidak boleh langsung divonis sesat atau dianggap merusak shalat secara mutlak.
Apalagi jika ia mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal tersebut.
Namun demikian, membaca basmalah tetap lebih hati-hati dan lebih utama.
Terlebih lagi banyak ulama yang menganjurkan untuk tidak meninggalkannya.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa membaca basmalah dalam Al-Fatihah adalah pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i.
Karena itu, kaum muslimin yang mengikuti madzhab Syafi’i hendaknya menjaga bacaan basmalah ketika shalat.
Selain itu, membaca Al-Fatihah juga tidak boleh tergesa-gesa.
Sebagian orang terlalu cepat sehingga huruf-hurufnya tidak jelas.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tenang.
BACA JUGA: 5 Tanda Shalat Memperbaiki Hidupmu
Maka, yang terpenting bukan hanya memulai dari “Alhamdulillah” atau membaca basmalah.
Tetapi juga menghadirkan kekhusyukan, memperbaiki tajwid, dan menjaga adab ketika berdiri di hadapan Allah.
Saudaraku,
shalat bukan sekadar gerakan dan bacaan yang diulang setiap hari.
Shalat adalah ibadah yang akan pertama kali dihisab pada hari kiamat.
Karena itu, pelajarilah tata cara shalat dengan benar.
Jangan merasa cukup hanya karena sudah terbiasa.
Sebab bisa jadi ada kesalahan yang terus dilakukan bertahun-tahun tanpa pernah diperbaiki. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


