SEBAGIAN besar pembahasan tentang pencegahan penyakit Alzheimer atau pikun biasanya berfokus pada hal-hal yang sudah umum diketahui: tetap aktif bergerak, menjaga tekanan darah, dan tidur yang cukup.
Pola makan juga sering dibahas, namun biasanya hanya sebatas anjuran umum seperti mengikuti pola makan. mengurangi makanan olahan, dan memperbanyak konsumsi sayuran.
Namun, selama ini hampir tidak ada yang secara khusus meneliti pengaruh telur terhadap risiko Alzheimer. Sebuah penelitian terbaru akhirnya mengkajinya selama 15 tahun terhadap hampir 40 ribu orang lanjut usia, dan hasilnya cukup mengejutkan.
Hubungan Tak Terduga antara Telur dan Kesehatan Otak
Para peneliti dari Loma Linda University School of Public Health menganalisis data dari salah satu studi pola makan terpanjang di Amerika Serikat.
Tim peneliti mengikuti 39.498 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Data Medicare digunakan untuk mengidentifikasi peserta yang baru didiagnosis menderita Alzheimer.
Selama rata-rata masa pemantauan 15,3 tahun, sebanyak 2.858 peserta mengalami penyakit tersebut. Dari data yang terkumpul, muncul pola yang sulit diabaikan.
BACA JUGA: Waduh, Stres karena Uang Diam-Diam Gerogoti Otak Bayi: Fakta Mengejutkan di Tahun Pertama Kehidupan
Orang yang mengonsumsi satu butir telur per hari setidaknya lima hari dalam sepekan memiliki risiko 27 persen lebih rendah terkena Alzheimer dibandingkan mereka yang hampir tidak pernah makan telur.
“Dibandingkan tidak makan telur sama sekali, mengonsumsi setidaknya lima butir telur per pekan dapat menurunkan risiko Alzheimer,” ujar Dr. Joan Sabaté, peneliti utama dalam studi tersebut.
Manfaat Telur Tidak Harus Setiap Hari
Manfaat ini ternyata tidak mensyaratkan konsumsi telur setiap hari.
Orang yang makan telur satu hingga tiga kali dalam sebulan saja tetap memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah.
Sementara itu, konsumsi dua hingga empat porsi telur per pekan berkaitan dengan penurunan risiko sebesar 20 persen.
Sebaliknya, tidak mengonsumsi telur sama sekali justru dikaitkan dengan peningkatan risiko yang cukup nyata. Orang yang sama sekali tidak makan telur memiliki risiko Alzheimer 22 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi sekitar satu butir telur setiap dua hari sekali.
Menariknya, hasil ini tetap terlihat meskipun para peneliti telah menyesuaikan berbagai faktor lain seperti usia, gaya hidup, pola makan secara umum, serta kondisi kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Kandungan Kuning Telur yang Baik untuk Otak
Telur mengandung kombinasi nutrisi yang cukup unik dan diketahui berkaitan langsung dengan kesehatan jaringan otak.
Salah satunya adalah kolin, zat gizi yang banyak terdapat pada kuning telur. Kolin merupakan bahan pembentuk asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang berperan penting dalam fungsi memori dan komunikasi antar sel otak.
Penderita Alzheimer diketahui memiliki kadar asetilkolin yang lebih rendah di otak mereka. Bahkan, banyak obat Alzheimer saat ini bekerja dengan cara meningkatkan kadar zat tersebut. Hubungan ini telah dijelaskan dalam berbagai penelitian sebelumnya.
Kuning telur juga termasuk salah satu sumber alami kolin paling padat dalam pola makan masyarakat Amerika. Satu butir telur ukuran besar dapat memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan kolin harian orang dewasa.
Nutrisi Lain yang Mendukung Fungsi Kognitif
Selain kolin, kuning telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua pigmen tumbuhan yang dapat masuk dari aliran darah menuju jaringan otak.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kadar kedua zat ini yang lebih tinggi berkaitan dengan kemampuan memori dan kecepatan berpikir yang lebih baik pada lansia.
Telur juga mengandung asam lemak omega-3. Sekitar 30 persen lemak dalam telur terdiri dari senyawa yang diduga membantu menjaga membran sel otak agar mampu mengirim dan menerima sinyal dengan baik.
Berbagai penelitian sebelumnya memang telah memberi petunjuk bahwa nutrisi-nutrisi tersebut mendukung fungsi kognitif. Namun, sebelum penelitian ini, belum ada studi berskala besar yang secara langsung menghubungkan konsumsi telur dengan diagnosis Alzheimer.
Telur dalam Berbagai Jenis Makanan
Sebagian besar penelitian pola makan biasanya hanya menghitung telur yang tampak jelas di piring, seperti telur rebus, goreng, dadar, atau poached egg.
Namun, penelitian ini juga menghitung “telur tersembunyi” yang terdapat dalam roti, kue, pasta, dan makanan olahan lainnya.
Pendekatan ini dinilai memberikan gambaran yang lebih akurat tentang seberapa banyak lemak kuning telur dan protein telur yang sebenarnya dikonsumsi seseorang, meskipun mereka tidak merasa dirinya termasuk orang yang rutin makan telur.
Keterbatasan Penelitian
Para peneliti juga mengakui adanya beberapa keterbatasan dalam studi ini.
Peserta penelitian berasal dari komunitas Seventh-day Adventists, kelompok masyarakat yang umumnya memiliki pola makan lebih sehat, jarang merokok, dan lebih rajin berolahraga dibanding rata-rata masyarakat Amerika.
Karena itu, efek perlindungan dari konsumsi telur mungkin tidak sepenuhnya sama jika diterapkan pada populasi yang lebih luas.
“Kaum Seventh-day Adventists memang cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat dibanding masyarakat umum. Karena itu, kami tetap ingin masyarakat fokus pada kesehatan secara keseluruhan, bersamaan dengan pengetahuan tentang manfaat telur ini,” ujar Jisoo Oh, penulis utama penelitian tersebut.
Selain itu, penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti sebab-akibat secara langsung. Bisa jadi ada faktor lain pada orang yang rutin makan telur yang ikut berperan dalam menurunkan risiko Alzheimer.
Temuan yang Patut Diperhatikan
Meski demikian, hasil ini tetap menarik perhatian. Sebab, makanan yang murah, mudah ditemukan, dan sederhana seperti telur ternyata berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer yang cukup bermakna dalam pengamatan lebih dari 15 tahun.
Penelitian nutrisi sejauh ini hanya menemukan sedikit kebiasaan makan yang benar-benar tampak mampu menurunkan risiko demensia secara nyata. Kini, telur menjadi salah satu di antaranya.
Para dokter yang memberikan nasihat kesehatan otak bagi lansia mungkin dapat mulai memasukkan telur bersama anjuran lain seperti olahraga rutin, tidur cukup, dan menjaga tekanan darah.
BACA JUGA: Rho-alph, Robot 2 Lengan Buatan Micrsoft, Sudah Siap di Dunia Nyata?
Sementara itu, para peneliti masih dapat mendalami lebih lanjut zat apa dalam kuning telur yang paling berperan dalam efek perlindungan tersebut.
Untuk penyakit Alzheimer yang hingga kini masih sulit dicegah secara efektif, bahkan perubahan kecil dalam pola makan tetap dianggap sebagai temuan yang penting.
Penelitian ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition.
Pikun dalam Islam
Pikun bukan sekadar bagian dari bertambahnya usia, tetapi juga pengingat bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan akan kembali kepada Allah. Dalam Islam, kondisi melemahnya ingatan hendaknya disikapi dengan sabar, penuh kasih sayang, dan penghormatan, terutama jika terjadi pada orang tua.
Allah mengajarkan agar anak tetap berkata lembut dan tidak membentak mereka, bahkan ketika kondisi mereka sudah renta dan sulit mengingat banyak hal. Di balik penyakit pikun, ada pelajaran besar tentang pentingnya menjaga amal saleh sejak muda, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon kepada Allah agar diberi akhir kehidupan yang baik.
Karena itu, jangan sampai kita hanya sibuk menjaga kesehatan fisik namun lalai menjaga hati dan iman. Selagi ingatan masih kuat dan tubuh masih diberi kemampuan, gunakan waktu untuk mendekat kepada Allah dan memperbanyak amal yang bermanfaat.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa nikmat sehat dan waktu luang sering disia-siakan manusia. Maka sebelum datang masa lemah, pikun, atau ketidakberdayaan, persiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat dengan taat, sabar, dan istiqamah di atas kebaikan. []
RUJUKAN: THE EARTH
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


