KEMATIAN adalah sesuatu yang pasti.
Tidak ada manusia yang mampu menghindarinya.
Cepat atau lambat, setiap orang akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itu, Islam mengatur banyak hal tentang jenazah.
Mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan.
Semua ada tuntunannya.
Semua ada adabnya.
Salah satu yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah tentang warna kain kafan.
Ternyata, Islam menganjurkan kain kafan berwarna putih.
Rasulullah Menganjurkan Kain Berwarna Putih
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ
“Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian terbaik. Dan pergunakanlah untuk mengkafani jenazah kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani.
BACA JUGA: Wafatnya Imam Al-Ghazali: Sudah Dikafani Sebelum Malaikat Datang dan Mendekap Shahih Al-Bukhari
Dalam hadis ini terdapat pelajaran penting.
Rasulullah tidak hanya memuji pakaian putih untuk orang hidup.
Beliau juga menganjurkannya untuk jenazah.
Warna putih menggambarkan kebersihan.
Warna putih juga sederhana dan tidak berlebihan.
Pakaian Putih Lebih Bersih dan Lebih Baik
Dalam hadis lain, Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الْبَسُوا الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ
“Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian yang paling bersih dan bagus. Dan pergunakanlah untuk mengkafani jenazah kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan disahihkan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani.
Perhatikan bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut warna putih sebagai pakaian yang paling bersih.
Ini menunjukkan bahwa Islam sangat mencintai kebersihan.
Bahkan dalam urusan kafan sekalipun.
Rasulullah Dikafani Dengan Tiga Helai Kain Putih
Istri Nabi, Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anha berkata:
كُفِّنَ فِي ثَلَاثَةِ أَثْوَابٍ بِيضٍ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dikafani dengan tiga helai kain berwarna putih.”
Hadis ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Ini menjadi bukti kuat bahwa penggunaan kain putih bukan sekadar teori.
Namun benar-benar dilakukan pada jenazah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri.
Karena itu, para sahabat dan ulama setelahnya mengikuti sunnah tersebut.

Penjelasan Ulama tentang Kain Kafan Putih
Yahya bin Syaraf an-Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa hadis-hadis tadi menjadi dalil disunnahkannya kain kafan putih.
Beliau mengatakan bahwa hal itu disepakati para ulama.
Artinya, penggunaan kain putih untuk kafan adalah sunnah yang dikenal luas di kalangan kaum muslimin.
Selain itu, kain putih lebih menunjukkan kesederhanaan.
Islam tidak menyukai sikap berlebihan dalam urusan dunia.
Termasuk dalam urusan kematian.
Bolehkah Menggunakan Warna Selain Putih?
Para ulama menjelaskan bahwa memakai kain selain putih tetap diperbolehkan.
Jenazah tetap sah dikafani dengannya.
Namun hukumnya makruh jika menggunakan kain yang mencolok, penuh warna, atau dibuat untuk berhias.
Yahya bin Syaraf an-Nawawi menjelaskan bahwa kain yang diwarnai dan dibuat untuk bergaya termasuk sesuatu yang makruh digunakan sebagai kafan.
Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah juga disebutkan bahwa makruh menggunakan kain merah, kain bercelup warna tertentu, atau kain mewah, selama masih ada kain biasa yang lebih pantas digunakan.
Para ulama salaf dahulu sangat menjaga kesederhanaan.
Mereka tidak menjadikan kematian sebagai tempat menunjukkan kemewahan dunia.
BACA JUGA: Kain Kafan Mus’ab bin Umair
Pelajaran Besar Dari Kain Kafan
Kain kafan mengingatkan manusia bahwa dunia hanyalah sementara.
Saat meninggal dunia, manusia tidak membawa rumahnya.
Tidak membawa kendaraan dan hartanya.
Tidak membawa jabatan dan popularitasnya.
Yang ikut hanyalah amal.
Karena itu, orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan amal terbaik sebelum datang kematian.
Kain kafan yang sederhana seakan mengingatkan:
Bahwa semua manusia akhirnya akan kembali kepada Allah dalam keadaan lemah dan tidak membawa apa-apa.
Semoga Allah memberikan kepada kita husnul khatimah.
Semoga Allah memudahkan kita mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam setiap urusan kehidupan.
Wallahu a’lam. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
