SEPAK bola modern sering dipenuhi drama.
Pemain marah ketika diganti.
Pemain menunjukkan ekspresi kecewa.
Ada yang membanting botol minum.
Ada yang menolak berjabat tangan dengan pelatih.
Karena itu, satu momen kecil dari Ousmane Dembele terasa begitu menarik perhatian.
Momen itu terjadi saat Paris Saint-Germain menghadapi Bayern Munich.
Dalam laga besar di Liga Champions tersebut, Dembele tampil sangat bagus.
Ia bermain tajam.
Ia mencetak gol.
Ia menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Namun sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Pada menit ke-65, Luis Enrique justru menarik keluar Dembele.
BACA JUGA: Geng Empat Tanpa HP: Nggak Pernah Doa buat Juventus
Keputusan itu tentu mengejutkan banyak orang.
Sebab Dembele sedang bermain baik.
Bahkan bisa disebut sebagai pemain terbaik PSG saat itu.
Tetapi alasan pergantian tersebut ternyata sangat sederhana.
Enrique merasa Dembele sudah tidak mampu menjaga intensitas bertahan yang dibutuhkan tim untuk sisa pertandingan.
Bagi sang pelatih, semua pemain harus tetap bekerja untuk tim.
Tidak peduli seberapa besar nama mereka.
Tidak peduli seberapa penting status mereka.
Hal itulah yang kemudian dikomentari oleh Toni Kroos.
Melansir Managing Madrid, Kroos justru memuji sikap Dembele dalam menerima keputusan pelatihnya.
“Luis Enrique mengganti Dembélé, pemain terbaiknya, pada menit ke-65 di semifinal Liga Champions dan tidak ada yang mengeluh,” kata Kroos.
“Dia pergi, berjabat tangan dengan pelatihnya, dan duduk di bangku cadangan sambil menyemangati rekan-rekan setimnya.”
Kalimat Kroos itu terdengar sederhana.
Tetapi maknanya sangat dalam.
Sebab tidak semua pemain besar mampu melakukan hal seperti itu.
Apalagi ini semifinal Liga Champions.
Pertandingan terbesar.
Panggung paling bergengsi di Eropa.
Banyak pemain ingin terus berada di lapangan.
Banyak pemain ingin menjadi pusat perhatian hingga peluit akhir berbunyi.
Tetapi Dembele memilih menerima keputusan tersebut tanpa drama.
Ia tidak menunjukkan wajah kesal.
Ia tidak memprotes pelatih.
Ia tidak membuat suasana tim menjadi buruk.
Justru sebaliknya.
Ia duduk di bangku cadangan dan tetap memberi dukungan kepada rekan-rekannya.
Sikap seperti ini terasa semakin menarik jika melihat perjalanan karier Dembele selama bertahun-tahun.
Dulu, nama Dembele sering dikaitkan dengan masalah disiplin.
Ia dikenal sebagai pemain yang luar biasa berbakat.
Kecepatannya menakutkan.
Tekniknya sangat tinggi.
Dribelnya sulit dihentikan.
Namun konsistensinya sering dipertanyakan.
Banyak orang menilai Dembele belum cukup dewasa.
Ia juga kerap dianggap kurang disiplin dalam menjaga profesionalisme sebagai pemain sepak bola elite.
Kariernya diwarnai banyak naik turun.
Cedera datang silih berganti.
Kritik juga terus berdatangan.
Tetapi perlahan, semuanya mulai berubah.
Di bawah tangan Luis Enrique, Dembele terlihat berkembang menjadi pemain yang berbeda.
Bukan hanya lebih tajam di lapangan.
Tetapi juga lebih matang secara sikap.
PSG sendiri kini mencoba membangun identitas baru.
Mereka tidak lagi hanya mengandalkan nama besar superstar.
Mereka ingin membangun tim yang mau berkorban bersama.
Semua pemain harus bekerja.
Semua pemain harus bertahan.
Semua pemain harus rela menekan lawan demi kepentingan tim.
Dan Dembele disebut menjadi salah satu simbol perubahan itu.
Ini menarik.
Ousmane Dembele. Seorang pemain yang dulu sering dianggap sulit diatur, kini justru menjadi contoh kedewasaan dalam tim besar seperti PSG.
BACA JUGA: InsyaAllah: Ketika Cristiano Ronaldo Menyebut Nama Tuhan dalam Mimpi 1.000 Gol
Bahkan ketika dirinya disebut sebagai salah satu pemain paling penting musim ini, ia tetap menerima keputusan pelatih dengan tenang.
Padahal statusnya bukan pemain biasa.
Ia adalah pemenang Ballon d’Or.
Ia juga menjadi salah satu sosok utama dalam perjalanan PSG musim ini.
Tetapi semua status itu tidak membuatnya merasa lebih besar daripada tim.
Di situlah letak pelajaran pentingnya.
Kadang yang membuat seorang pemain benar-benar besar bukan hanya jumlah golnya.
Bukan hanya trofinya.
Bukan hanya sorotan kamera kepadanya.
Tetapi juga kemampuan untuk menekan ego demi kepentingan bersama.
Dan dalam satu momen singkat saat berjalan keluar lapangan, berjabat tangan dengan pelatih, lalu duduk memberi dukungan kepada rekan-rekannya, Ousmane Dembele menunjukkan hal tersebut dengan sangat jelas. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


