SHALAT Dhuha adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak orang semangat mengerjakannya karena berharap rezeki lancar, hati tenang, dan hidup lebih berkah. Tidak sedikit pula yang rutin mengunggah suasana shalat Dhuha di media sosial atau menjadikannya kebiasaan harian.
Namun di tengah semangat itu, ada keadaan yang cukup memprihatinkan. Sebagian orang rajin shalat Dhuha, tetapi justru sering meninggalkan shalat Shubuh. Ada yang bangun kesiangan lalu baru semangat beribadah saat matahari sudah tinggi.
Lalu bagaimana sebenarnya urusan orang yang menjaga shalat sunnah, tetapi lalai terhadap shalat wajib?
Shalat Shubuh Jauh Lebih Penting
Hal pertama yang harus dipahami adalah bahwa shalat Shubuh merupakan kewajiban. Sedangkan shalat Dhuha hukumnya sunnah. Dalam Islam, amalan wajib memiliki kedudukan yang jauh lebih besar dibanding amalan sunnah.
Karena itu, tidak tepat jika seseorang sangat perhatian terhadap Dhuha tetapi meremehkan Shubuh. Ibarat membangun rumah, pondasinya justru ditinggalkan tetapi sibuk menghias bagian atasnya.
Allah lebih dahulu akan meminta pertanggungjawaban tentang kewajiban sebelum amalan tambahan.
BACA JUGA: Kenapa Kebanyakan Orang Sulit Istiqamah Shalat Dhuha?
Jangan Sampai Terbalik Prioritas
Kadang ada orang yang merasa dirinya sudah baik karena rutin Dhuha, membaca wirid pagi, atau aktif mengikuti kajian. Tetapi di saat yang sama, ia masih berat menjaga shalat wajib tepat waktu.
Ini menunjukkan bahwa semangat ibadah perlu dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang prioritas dalam agama.
Amalan sunnah memang baik dan berpahala. Namun ia tidak bisa menggantikan kewajiban yang ditinggalkan dengan sengaja.
Karena itu, jangan sampai seseorang merasa cukup hanya karena rajin ibadah sunnah padahal masih lalai dalam perkara wajib.
Kenapa Bisa Terjadi?
Fenomena seperti ini kadang terjadi karena seseorang lebih tertarik pada ibadah yang terasa ringan atau memiliki motivasi duniawi tertentu. Misalnya Dhuha sering dikaitkan dengan rezeki sehingga membuat banyak orang bersemangat melakukannya.
Sementara shalat Shubuh menuntut perjuangan lebih besar. Harus bangun pagi, melawan rasa malas, dan meninggalkan kenyamanan tidur.
Padahal justru di situlah letak ujian keimanan seorang Muslim.
Shubuh Adalah Tanda Kesungguhan Iman
Para ulama sejak dahulu memberi perhatian besar terhadap shalat Shubuh. Bahkan Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa shalat Shubuh dan Isya termasuk shalat yang paling berat bagi orang munafik.
Karena itu, menjaga Shubuh bukan sekadar rutinitas harian, tetapi juga tanda kesungguhan hati dalam menaati Allah.
Orang yang mampu bangun untuk Shubuh, padahal tubuhnya masih ingin tidur, sedang melatih dirinya untuk lebih tunduk kepada Rabb-nya.
Jangan Tinggalkan Dhuha, Tapi Perbaiki Shubuh
Meski demikian, bukan berarti orang yang masih bolong Shubuh lalu harus meninggalkan Dhuha juga. Yang benar adalah menjadikan Dhuha sebagai langkah menuju perbaikan, sambil terus berusaha memperbaiki shalat wajibnya.
Kadang seseorang memang sedang bertahap dalam hijrah dan memperbaiki diri. Selama ia masih punya semangat ibadah, jangan dipatahkan. Tetapi ia juga harus diingatkan bahwa kewajiban tetap nomor satu.
Jangan sampai nyaman berada di level ibadah sunnah tetapi tidak serius memperbaiki yang wajib.
Mulailah dari Tidur Lebih Awal
Salah satu penyebab utama sering meninggalkan Shubuh adalah pola hidup yang berantakan. Tidur terlalu larut, terlalu lama bermain ponsel, atau terbiasa begadang tanpa kebutuhan penting.
Karena itu, memperbaiki Shubuh sering kali dimulai dari memperbaiki malam hari. Tidur lebih awal, memasang alarm, dan meminta bantuan keluarga untuk saling membangunkan bisa menjadi langkah sederhana tetapi penting.
Ibadah yang baik biasanya lahir dari kebiasaan hidup yang lebih tertata.
BACA JUGA: Shalat Dhuha, Jangan Dilakukan di Jam-jam Ini!
Jangan Merasa Aman dengan Amal Sunnah
Ada bahaya lain yang perlu diwaspadai, yaitu merasa aman karena rajin ibadah sunnah. Padahal bisa jadi kewajiban masih banyak yang bolong.
Ibadah sunnah memang bisa menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Tetapi ia tidak boleh membuat seseorang lalai mengevaluasi kewajiban utamanya.
Muslim yang baik bukan hanya yang rajin amalan tambahan, tetapi yang paling serius menjaga kewajiban.
Penutup
Shalat Dhuha adalah ibadah sunnah yang sangat baik dan penuh keutamaan. Namun jangan sampai semangat menjalankan Dhuha membuat seseorang lalai terhadap shalat Shubuh yang hukumnya wajib.
Dalam Islam, kewajiban selalu lebih utama daripada amalan sunnah. Karena itu, perbaikilah Shubuh terlebih dahulu sambil terus menjaga semangat ibadah lainnya.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjaga shalat wajib, memperbaiki kekurangan diri, dan terus mendekat kepada-Nya dengan hati yang ikhlas. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


