PENDIDIKAN agama, khususnya mengaji, merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Namun, sering muncul pertanyaan di kalangan orang tua: lebih baik anak belajar mengaji langsung dengan orang tua atau dengan guru di luar rumah?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
BACA JUGA: Ketika Muslim Laksanakan Shalat Tapi Masih Terjerumus Zina
Ngaji dengan Orang Tua: Kedekatan dan Pembentukan Karakter
Belajar mengaji bersama orang tua memiliki nilai emosional yang sangat kuat. Anak merasa lebih nyaman, tidak tertekan, dan cenderung lebih terbuka saat belajar. Selain itu, orang tua bisa langsung menanamkan nilai-nilai agama sekaligus membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Keunggulan lainnya:
- Waktu lebih fleksibel
- Anak mendapat perhatian penuh
- Hubungan orang tua–anak semakin erat
Namun, ada juga tantangannya. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan tajwid atau metode mengajar yang baik. Selain itu, anak terkadang kurang disiplin karena merasa terlalu santai dengan orang tuanya.
Ngaji dengan Guru atau Ustaz: Keahlian dan Struktur Belajar
Belajar dengan guru atau ustaz biasanya lebih terstruktur. Mereka memiliki pengalaman, metode pengajaran, dan pemahaman tajwid yang lebih mendalam. Anak juga belajar disiplin karena berada di lingkungan yang lebih formal.
Keunggulannya:
- Pembelajaran lebih sistematis
- Koreksi bacaan lebih akurat
- Anak terbiasa dengan suasana belajar yang serius
Namun, kekurangannya bisa berupa kurangnya kedekatan emosional, serta biaya dan waktu yang harus disesuaikan.
Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya, pilihan terbaik adalah menggabungkan keduanya.
Orang tua tetap berperan sebagai pendamping utama di rumah—membiasakan anak mengaji, mengulang pelajaran, dan memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Sementara guru atau ustaz membantu dalam hal teknis, seperti memperbaiki bacaan, tajwid, dan memberikan struktur pembelajaran yang lebih rapi.
BACA JUGA: Abdullah bin Masud: Anak Pengembala Kambing yang Dipenuhi Ilmu
Ngaji dengan orang tua memberikan kehangatan dan pembentukan karakter, sedangkan ngaji dengan guru memberikan ketepatan ilmu dan kedisiplinan. Keduanya bukan untuk dibandingkan secara mutlak, tetapi untuk saling melengkapi.
Yang terpenting bukan di mana anak belajar, tetapi konsistensi, kualitas pembelajaran, dan teladan yang diberikan. Karena pada akhirnya, tujuan utama bukan hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

