Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah?

5 Min Read
Foto: Islampos AI

SHALAT Dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Waktunya dimulai setelah matahari naik setinggi tombak hingga menjelang waktu Zuhur. Banyak hadis yang menjelaskan keutamaan shalat ini, di antaranya sebagai bentuk sedekah bagi seluruh persendian tubuh dan sebagai pintu datangnya keberkahan rezeki.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pada setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian wajib disedekahi…”
Lalu beliau menyebutkan berbagai amal, dan di akhir hadis beliau bersabda:
“Dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat Dhuha.” (HR. Muslim)

Karena keutamaannya besar, banyak kaum muslimin berusaha menjaga amalan ini. Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah shalat Dhuha boleh dilakukan secara berjamaah?

Hukum Asal Shalat Dhuha

Pada dasarnya, shalat Dhuha termasuk shalat sunnah yang lebih sering dilakukan sendirian. Nabi ﷺ memang mengerjakannya, tetapi tidak ada riwayat yang menunjukkan beliau rutin melaksanakan shalat Dhuha berjamaah bersama para sahabat.

 

Karena itu, mayoritas ulama menjelaskan bahwa shalat Dhuha bukan shalat sunnah yang disyariatkan untuk berjamaah secara rutin seperti shalat Tarawih atau shalat Id.

Namun, bukan berarti berjamaah dalam shalat Dhuha otomatis haram atau terlarang.

BACA JUGA:  Shalat Dhuha Jam Berapa Sebaiknya? Ini Penjelasan Hadis Nabi dan Ulama Salaf

Bolehkah Shalat Dhuha Berjamaah?

Para ulama menjelaskan bahwa shalat sunnah secara umum boleh dilakukan berjamaah sesekali. Hal ini berdasarkan beberapa hadis yang menunjukkan Rasulullah ﷺ pernah melakukan shalat sunnah bersama sahabat dalam kondisi tertentu.

Di antaranya hadis Ibnu Abbas رضي الله عنهما ketika beliau pernah shalat malam bersama Nabi ﷺ. Ada pula hadis tentang sahabat yang ikut shalat bersama Rasulullah ﷺ di rumah Anas bin Malik رضي الله عنه.

Karena itu, banyak ulama berpendapat bahwa shalat Dhuha berjamaah diperbolehkan apabila:

Dilakukan sesekali
Tidak diyakini sebagai sunnah khusus yang rutin
Tidak dianggap memiliki keutamaan khusus berjamaah
Tidak memberatkan atau mengganggu

Jadi, apabila ada beberapa orang yang sesekali shalat Dhuha bersama di rumah, sekolah, kantor, atau pesantren, maka hal itu dibolehkan menurut banyak ulama.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Yang Menjadi Masalah: Jika Dijadikan Kebiasaan Tetap

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika shalat Dhuha berjamaah dijadikan rutinitas tetap dan terus-menerus, seolah-olah memang ada tuntunan khusus dari Nabi ﷺ untuk melakukannya demikian.

Sebagian ulama memakruhkan hal tersebut karena dikhawatirkan menyerupai ibadah yang ditetapkan syariat padahal tidak ada contohnya secara rutin dari Rasulullah ﷺ.

Imam Asy-Syathibi رحمه الله menjelaskan bahwa suatu amalan mubah bisa menjadi bermasalah jika dilakukan terus-menerus dengan bentuk tertentu hingga dianggap sebagai syariat khusus.

Karena itu, penting untuk membedakan antara:

“Sesekali berjamaah karena kebetulan”
dengan
“Menjadikannya agenda rutin yang dianggap sunnah khusus”

Perbedaan ini sangat penting dalam memahami ibadah.

Bagaimana dengan Dhuha Bersama di Sekolah atau Kantor?

Di sebagian sekolah Islam atau kantor tertentu, ada kebiasaan shalat Dhuha bersama sebelum aktivitas dimulai. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda tentang hal ini.

, QunutAl-Fatihah, Hukum Shalat , Berjamaah, Shalat Jumat, Shalat Tarawih, Tarawih, Tarawih, Al-Fatihah, Makmum, Shalat Dhuha
Foto: Freepik

Sebagian membolehkan selama:

Tujuannya untuk pendidikan dan pembiasaan ibadah
Tidak diyakini wajib
Tidak dianggap sunnah khusus berjamaahShalat Dhuha
Tidak mencela orang yang melakukannya sendirian

Sementara sebagian ulama lain lebih menyarankan agar shalat Dhuha tetap dilakukan masing-masing untuk keluar dari khilaf dan menjaga agar ibadah tetap sesuai kebiasaan Nabi ﷺ.

Sikap terbaik adalah tetap lapang dalam masalah ijtihadiyah seperti ini dan tidak mudah menyalahkan sesama muslim.

BACA JUGA:  Bolehkah Shalat Dhuha Berdekatan dengan Shalat Dzuhur?

Keutamaan yang Lebih Penting: Menjaga Keikhlasan

Terkadang seseorang terlalu sibuk memperdebatkan cara pelaksanaan, tetapi lupa menjaga ruh ibadahnya. Padahal inti dari shalat sunnah adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Shalat Dhuha bukan sekadar rutinitas, melainkan tanda bahwa seorang hamba meluangkan waktunya di pagi hari untuk mengingat Rabb-nya.

Allah ﷻ berfirman: “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

Baik dilakukan sendiri maupun sesekali berjamaah, yang paling penting adalah:

Ikhlas
Khusyuk
Menjaga kontinuitas amal
Tidak riya
Tidak merasa paling benar

Sebab amalan kecil yang istiqamah lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya sesaat.

Menjaga Sunnah dengan Ilmu dan Hikmah

Dalam beribadah, seorang muslim perlu memadukan semangat dengan ilmu. Tidak semua yang boleh harus dijadikan kebiasaan tetap, dan tidak semua yang tidak rutin dilakukan Nabi ﷺ otomatis haram.

Shalat Dhuha berjamaah pada dasarnya dibolehkan jika dilakukan sesekali dan tidak diyakini sebagai sunnah khusus yang rutin. Namun, yang lebih sesuai dengan kebiasaan Rasulullah ﷺ adalah mengerjakannya sendiri-sendiri.

Maka, jangan jadikan perbedaan kecil ini sebagai sebab perpecahan. Fokuslah pada semangat menjaga ibadah, memperbaiki hati, dan mendekat kepada Allah di waktu pagi yang penuh keberkahan itu. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *