Bolehkah Shalat Tahajjud Hanya 2 Rakaat Sambung Witir 1 Rakaat?

6 Min Read
Foto: Azkia Karima Saefullah | Islampos Media

BANYAK orang mengira Shalat Tahajjud harus panjang, lama, dan banyak rakaat. Akibatnya, sebagian merasa berat untuk memulainya. Ada yang berpikir minimal harus delapan rakaat, ada pula yang merasa belum pantas Tahajjud kalau belum mampu shalat lama di tengah malam.

Padahal dalam Islam, amalan sunnah tidak selalu diukur dari banyaknya. Yang paling penting adalah keikhlasan dan istiqamahnya.

Karena itu, muncul pertanyaan: bolehkah Shalat Tahajjud hanya dua rakaat lalu ditutup witir satu rakaat?

Jawabannya: boleh, dan itu sah menurut syariat.

Bahkan, dua rakaat yang dilakukan dengan khusyuk dan rutin terkadang lebih baik daripada banyak rakaat tetapi jarang dilakukan.

Dasar Shalat Malam Dua Rakaat-Dua Rakaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat malam dilakukan per dua rakaat. Setelah selesai dua rakaat, boleh salam, lalu melanjutkan lagi dua rakaat berikutnya jika mampu.

Namun jika seseorang hanya mampu dua rakaat saja, maka itu sudah termasuk qiyamul lail atau Tahajjud.

BACA JUGA: Shalat Tahajjud di Awal Malam sebelum Tidur, Bolehkah?

Kemudian setelah itu ia boleh menutupnya dengan Witir satu rakaat.

Maka pola:

2 rakaat Tahajjud
1 rakaat Witir

adalah pola yang benar dan sesuai sunnah.

Apa Itu Witir?

Witir adalah shalat penutup malam dengan jumlah rakaat ganjil. Bisa satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, dan seterusnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jadikanlah akhir shalat malam kalian witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, setelah selesai Tahajjud, dianjurkan menutup malam dengan Witir.

https://s.shopee.co.id/14Qk9mkxt

Jika seseorang hanya sanggup tiga rakaat total dalam satu malam, maka ia bisa:

Shalat dua rakaat Tahajjud
Lalu satu rakaat Witir

Dan itu sudah sangat baik.

Jangan sampai setan membuat seseorang merasa ibadahnya terlalu kecil sehingga akhirnya tidak jadi bangun malam sama sekali.

Lebih Baik Sedikit tapi Rutin

Banyak ulama salaf menekankan pentingnya istiqamah dibanding semangat sesaat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini pelajaran penting dalam ibadah malam.

Ada orang yang semangat sekali di awal. Shalat panjang berjam-jam. Tetapi hanya bertahan tiga hari. Setelah itu berhenti total.

Sebaliknya, ada orang yang setiap malam hanya mampu dua rakaat dan witir satu rakaat. Namun ia menjaga amalan itu bertahun-tahun.

Yang seperti ini justru lebih dekat kepada istiqamah.

Karena itu, jangan meremehkan dua rakaat Tahajjud. Bisa jadi dua rakaat itu menjadi sebab hati lebih lembut, doa lebih mudah dikabulkan, dan hidup lebih tenang.

Apakah Harus Tidur Dulu?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Tahajjud adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur terlebih dahulu.

Jika seseorang belum tidur lalu shalat malam, maka itu disebut qiyamul lail secara umum.

Namun dalam praktik sehari-hari, masyarakat sering menyebut semua shalat malam sebagai Tahajjud.

Yang terpenting adalah seseorang bangun di malam hari untuk mendekat kepada Allah.

Kesabaran, Shalat Tarawih, ibadah, shalat, Khusyuk, qadha shalat, Shalat Tahajjud
Foto: Umar Faqih | Islampos

Bahkan di sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu doa dan ampunan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, walaupun hanya sebentar, waktu malam tetap sangat berharga untuk digunakan beribadah.

Tata Cara yang Sederhana

Bagi pemula, pola Tahajjud paling sederhana bisa seperti ini:

Bangun di malam hari
Berwudhu
Shalat dua rakaat ringan
Berdoa
Tutup dengan Witir satu rakaat

Selesai.

Tidak perlu langsung memaksakan delapan rakaat panjang jika belum mampu. Yang penting mulai dulu.

Kadang yang membuat seseorang sulit istiqamah bukan karena ibadahnya berat, tetapi karena ia ingin langsung sempurna.

Padahal para ulama mengatakan, sedikit demi sedikit lebih baik daripada semangat besar yang cepat padam.

Keutamaan Bangun Malam

Shalat malam adalah ibadah yang sangat istimewa. Ia dilakukan ketika kebanyakan manusia tertidur lelap. Tidak ada tepuk tangan manusia. Tidak ada pujian. Hanya ada seorang hamba dan Rabb-nya.

Karena itu, para ulama salaf sangat menjaga qiyamul lail walaupun sedikit.

BACA JUGA:  Shalat Tahajjud setelah Shalat Witir, Bolehkah?

Hasan Al-Bashri Rahimahullah pernah mengatakan:

“Aku tidak menemukan ibadah yang lebih berat daripada shalat malam.”

Namun justru karena berat itulah pahalanya besar.

Bangun malam melatih keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan hati kepada Allah. Bahkan banyak orang saleh mendapatkan ketenangan hidup dari kebiasaan bermunajat di waktu malam.

Penutup

Shalat Tahajjud tidak harus banyak rakaat. Dua rakaat lalu ditutup Witir satu rakaat sudah sah dan sesuai sunnah.

Jangan menunggu mampu panjang dan sempurna baru memulai Tahajjud. Sebab banyak orang gagal istiqamah karena terlalu membebani dirinya sejak awal.

Mulailah dari yang ringan. Dua rakaat yang dilakukan dengan hati hadir lebih baik daripada banyak rakaat tetapi penuh rasa terpaksa.

Dan siapa tahu, dari dua rakaat sederhana itu, Allah membuka jalan hidayah, ketenangan, dan keberkahan hidup yang selama ini dicari. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *