WUDHU memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar sah. Salah satu hal penting dalam wudhu adalah air harus mengalir dan mengenai seluruh bagian anggota wudhu yang wajib dibasuh. Termasuk di dalamnya bagian kuku dan kulit di sekitarnya.
Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa benda yang menghalangi air sampai ke kulit atau kuku dapat memengaruhi keabsahan wudhu. Hal ini sering menjadi pertanyaan ketika seseorang memakai cat, lem, kutek, atau bahan lain yang menempel di kuku.
Masalah ini perlu dipahami dengan baik agar seseorang tidak terlalu meremehkan, tetapi juga tidak berlebihan hingga merasa waswas.
Bagaimana Hukum Jika Ada Penghalang di Kuku?
Pada dasarnya, jika ada benda yang membentuk lapisan dan menghalangi air menyentuh kuku atau kulit, maka wudhunya tidak sah sampai benda itu dihilangkan.
Contohnya seperti:
- -Kutek kuku
- -Cat yang tebal
- -Lem yang mengeras
- -Lilin
- -Adonan atau tanah yang menempel kuat
Benda-benda tersebut dianggap sebagai penghalang karena air tidak bisa menembusnya. Akibatnya, bagian kuku atau kulit di bawahnya tidak terkena air wudhu.
BACA JUGA: Apakah Wudhu Tetap Sah Jika Tidak Membaca Niat dalam Hati dengan Sengaja?
Karena itu, seseorang yang memakai kutek biasa harus menghapusnya terlebih dahulu sebelum berwudhu. Hal yang sama berlaku pada lem atau cat yang benar-benar menutup permukaan kuku.
Apakah Semua Bekas Lem Membatalkan Wudhu?
Tidak semua bekas lem otomatis membuat wudhu tidak sah. Ulama membedakan antara benda yang benar-benar menjadi lapisan penghalang dan benda yang hanya meninggalkan warna atau bekas tipis.
Misalnya, seseorang selesai memperbaiki barang lalu ada sedikit bekas lem yang sangat tipis dan sulit dihilangkan. Jika bekas itu tidak membentuk lapisan tebal dan air masih bisa mengenai kuku atau kulit, maka wudhunya tetap sah.
Begitu juga noda tinta atau warna cat yang hanya meninggalkan bekas warna tanpa lapisan tebal. Warna semata tidak membatalkan wudhu selama air masih bisa sampai ke permukaan kulit.
Karena itu, yang menjadi ukuran bukan sekadar ada warna atau bekas, tetapi apakah air terhalang atau tidak.
Bagaimana dengan Kutek yang “Breathable”?
Beberapa tahun terakhir muncul kutek yang disebut “breathable” atau “water permeable”. Produk ini diklaim dapat ditembus air dan udara.
Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Ada yang membolehkan jika benar-benar terbukti air dapat menembus hingga mengenai kuku. Ada juga yang tetap berhati-hati karena banyak produk hanya memakai klaim pemasaran.
Bagi orang awam, sikap yang lebih aman adalah menghapus kutek terlebih dahulu sebelum wudhu. Dengan begitu, tidak ada keraguan tentang sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan.
Dalam urusan ibadah, kehati-hatian sering kali lebih menenangkan hati dan lebih dekat kepada sikap menjaga kesempurnaan ibadah.
Bagaimana Jika Tidak Tahu Ada Cat atau Lem?
Kadang seseorang baru sadar setelah shalat bahwa di kukunya ada cat atau lem yang menghalangi air. Dalam keadaan seperti ini, hukumnya tergantung apakah ia benar-benar tidak tahu atau lalai.

Jika memang tidak mengetahui dan baru sadar setelahnya, maka ia perlu menghilangkan penghalang tersebut lalu mengulangi wudhu dan shalatnya sebagai bentuk kehati-hatian.
Hal ini karena bagian anggota wudhu sebelumnya belum terkena air secara sempurna.
Namun, seseorang tidak perlu terlalu berlebihan memeriksa diri hingga jatuh ke dalam waswas. Islam adalah agama yang memudahkan. Selama seseorang sudah berusaha membersihkan anggota wudhu dengan baik, maka ia tidak perlu terus-menerus diliputi keraguan.
BACA JUGA: Bolehkah Berbicara saat Sedang Berwudhu atau Harus Diam?
Islam Mengajarkan Kebersihan dan Ketelitian
Masalah kecil seperti cat atau lem di kuku menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan dan ketelitian dalam ibadah. Wudhu bukan hanya sekadar membasuh anggota tubuh, tetapi juga bentuk persiapan diri untuk menghadap Allah.
Karena itu, seorang muslim sebaiknya membiasakan memeriksa tangan dan kuku sebelum berwudhu, terutama setelah bekerja, mengecat, atau menggunakan bahan perekat.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kesempurnaan ibadah dan membuat hati lebih tenang saat shalat.
Pada akhirnya, prinsip yang paling penting adalah memastikan air dapat mengenai seluruh bagian anggota wudhu yang wajib dibasuh. Jika ada penghalang yang menutup permukaan kuku atau kulit, maka penghalang itu harus dihilangkan terlebih dahulu agar wudhu menjadi sah.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

