Padahal Sudah Tua, Suami Selalu Minta Macem-macem di Tempat Tidur, Istri Harus Bagaimana?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan rumah tangga, hubungan suami istri bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga tentang kasih sayang, perhatian, dan menjaga keharmonisan. Namun dalam kenyataannya, ada sebagian istri yang merasa lelah atau bingung ketika suami terus meminta berbagai hal dalam urusan jima’, terlebih ketika usia sudah tidak muda lagi.

Kadang muncul pertanyaan dalam hati: “Kenapa di usia tua masih seperti ini?” atau “Haruskah semua keinginan suami dituruti?” Maka persoalan ini perlu disikapi dengan bijak, tenang, dan penuh komunikasi.

Islam Mengakui Kebutuhan Suami Istri

Islam adalah agama yang realistis. Syariat memahami bahwa kebutuhan biologis manusia tidak otomatis hilang hanya karena usia bertambah. Ada orang yang di usia lanjut masih memiliki keinginan besar, sementara pasangannya mungkin sudah mudah lelah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, hubungan suami istri dalam Islam dibangun di atas prinsip saling memahami, bukan saling memaksa.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

BACA JUGA: Di Usia Berapa Suami Istri Tak Lagi Melakukan Jima’?

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan rumah tangga adalah ketenangan dan kasih sayang, bukan tekanan yang membuat salah satu pihak tersiksa.

Istri Tetap Dianjurkan Melayani dengan Baik

Dalam Islam, istri dianjurkan menjaga hak suami selama dalam batas yang halal dan tidak membahayakan. Sikap lembut dan perhatian kepada pasangan termasuk bagian dari ibadah dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Namun melayani suami bukan berarti menghilangkan hak diri sendiri. Jika kondisi tubuh sedang sakit, sangat lelah, atau ada sesuatu yang memberatkan secara fisik maupun mental, maka istri boleh menyampaikan keberatannya dengan baik.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Yang sering menjadi masalah bukan semata permintaannya, tetapi cara komunikasi di antara keduanya. Ada suami yang tidak peka terhadap kondisi istri, dan ada pula istri yang memendam kekesalan tanpa pernah berbicara jujur.

Padahal komunikasi yang lembut sering kali jauh lebih efektif daripada diam atau marah.

Tidak Semua Permintaan Harus Dituruti

Selama permintaan suami masih dalam perkara halal dan wajar, maka dianjurkan untuk menjaga hubungan baik. Tetapi bila permintaan sudah mengarah pada sesuatu yang menyakitkan, merendahkan, berlebihan, atau bertentangan dengan syariat, maka istri berhak menolak dengan cara yang baik.

Islam tidak mengajarkan hubungan suami istri yang penuh paksaan dan egoisme. Jima’ seharusnya menjadi tempat hadirnya mawaddah dan rahmah, bukan sekadar pelampiasan sepihak.

Apalagi di usia lanjut, kondisi fisik tiap orang berbeda-beda. Ada yang masih kuat, ada yang sudah memiliki banyak keterbatasan. Karena itu diperlukan pengertian dari kedua belah pihak.

Suami Juga Harus Tahu Diri

Kadang sebagian suami merasa kebutuhan dirinya harus selalu dipenuhi, tetapi lupa melihat kondisi pasangan. Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan akhlak yang lembut kepada istri.

Suami yang bijak bukan yang hanya menuntut, tetapi juga yang memahami keadaan istrinya. Jika istri kelelahan, sedang sakit, atau tidak nyaman, maka suami seharusnya mengedepankan kasih sayang dan tidak memaksakan kehendak.

jima, Penyebab Suami Loyo, Jima, Puasa. Sahabat Nabi
Foto: Freepik

Terlebih ketika usia sudah tua, yang dibutuhkan bukan hanya hubungan fisik, tetapi juga kedekatan hati, perhatian, teman bicara, dan rasa saling menemani hingga akhir usia.

BACA JUGA:  5 Hal yang Tak Boleh Dikatakan oleh Istri pada Suami di Tempat Tidur

Bangun Komunikasi yang Jujur dan Hangat

Banyak pasangan tua sebenarnya masih saling mencintai, tetapi gagal berkomunikasi. Akibatnya, salah satu merasa terbebani dan yang lain merasa diabaikan.

Cobalah berbicara dengan lembut, bukan saat emosi. Sampaikan kondisi tubuh, rasa lelah, atau hal-hal yang membuat tidak nyaman. Di sisi lain, pasangan juga perlu didengar kebutuhannya tanpa langsung dihakimi.

Rumah tangga yang kuat bukan rumah tangga tanpa masalah, tetapi rumah tangga yang mau saling memahami.

Penutup

Dalam urusan jima’, Islam mengajarkan keseimbangan antara hak dan kasih sayang. Istri dianjurkan menjaga hak suami, tetapi suami juga wajib memahami kondisi istrinya, apalagi ketika usia sudah lanjut.

Jika suami banyak meminta dalam urusan ranjang, jangan langsung membencinya, tetapi ajak bicara dengan baik. Dan jika istri merasa berat, jangan dipendam sendiri sampai berubah menjadi kejengkelan.

Sebab di usia tua, yang paling indah bukan sekadar kuatnya fisik, tetapi hangatnya kebersamaan, saling memahami, dan tetap menjadi teman hidup hingga akhir usia. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *