PERTANYAAN tentang sampai usia berapa suami istri melakukan hubungan intim (jima’) sering muncul, terutama ketika pasangan mulai memasuki usia matang. Banyak yang mengira bahwa aktivitas ini hanya milik usia muda, lalu berhenti secara “alami” di usia tertentu. Namun, benarkah demikian?
Tidak Ada Batas Usia yang Pasti
Dalam Islam maupun secara medis, tidak ada batas usia pasti kapan suami istri harus berhenti melakukan jima’. Selama:
- Masih ada keinginan (hasrat)
- Kondisi fisik memungkinkan
- Tidak membahayakan kesehatan
Maka hubungan suami istri tetap boleh dan bahkan dianjurkan sebagai bagian dari menjaga keharmonisan rumah tangga.
BACA JUGA: Bolehkah Menceraikan Istri karena Menolak Diajak Jima’?
Banyak pasangan tetap melakukan hubungan intim hingga usia 50, 60, bahkan lebih. Artinya, usia bukanlah penentu utama.
Faktor yang Mempengaruhi
Beberapa hal yang memengaruhi frekuensi dan kemampuan jima’ di usia lanjut antara lain:
1. Kondisi Kesehatan
Penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan hormon dapat memengaruhi gairah dan kemampuan fisik.
2. Perubahan Hormon
Pada wanita, menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen yang bisa membuat hubungan terasa kurang nyaman.
Pada pria, kadar testosteron juga menurun seiring usia.
3. Kondisi Psikologis
Stres, kelelahan, dan masalah emosional bisa menurunkan keinginan, bahkan pada usia muda sekalipun.
4. Kualitas Hubungan
Kedekatan emosional antara suami dan istri sangat berpengaruh. Pasangan yang harmonis cenderung tetap menjaga keintiman lebih lama.
Islam Tidak Membatasi, Tapi Mengatur
Dalam Islam, hubungan suami istri adalah ibadah yang berpahala jika dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada dalil yang menyebutkan batas usia berhenti jima’. Yang ada justru anjuran untuk saling menjaga pasangan, termasuk dalam kebutuhan biologis.
Namun, jika salah satu pasangan sudah tidak mampu secara fisik atau kesehatan, maka tidak boleh dipaksakan. Islam menekankan kasih sayang, bukan pemaksaan.
Saat Jima’ Mulai Berkurang
Memasuki usia tertentu, frekuensi hubungan biasanya memang menurun. Ini hal yang wajar. Namun, yang penting adalah:
- Tetap menjaga keintiman (tidak harus selalu dengan jima’)
- Saling memahami kondisi pasangan
- Tidak saling menyalahkan
Karena hubungan suami istri bukan hanya soal fisik, tapi juga cinta, perhatian, dan kebersamaan.
Kapan Biasanya Berhenti?
Sebagian pasangan mungkin berhenti secara alami di usia lanjut (misalnya 60–70 tahun ke atas), biasanya karena:
- Kesehatan menurun
- Energi berkurang
- Tidak ada lagi dorongan biologis yang kuat
Namun, ini bukan aturan baku. Ada juga yang tetap aktif di usia tersebut.
BACA JUGA: Kenapa Istri Masih Suka Malu-malu Minta Jima sama Suami?
Jadi, tidak ada usia pasti kapan suami istri harus berhenti melakukan jima’. Selama masih mampu dan saling menginginkan, hubungan tersebut tetap boleh dilakukan.
Yang terpenting bukan seberapa sering jima’, tapi bagaimana menjaga keharmonisan, saling menghargai, dan memenuhi hak pasangan dengan baik.
Karena pada akhirnya, pernikahan bukan hanya tentang kebutuhan fisik, tetapi tentang kebersamaan hingga akhir hayat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

