SAHABAT Islampos, manusia tentu memiliki banyak keinginan dalam hidup. Ada yang sedang mencari pekerjaan, ingin segera mendapatkan jodoh, berharap usahanya lancar, ingin memiliki rumah, atau sedang menghadapi masalah ekonomi.
Dalam keadaan seperti itu, kepada siapa lagi seorang Muslim meminta pertolongan kalau bukan kepada Allah? Namun, muncul pertanyaan: bolehkah seseorang sengaja melakukan shalat untuk meminta urusan dunia?
Jawabannya, meminta kebutuhan dunia kepada Allah pada dasarnya diperbolehkan. Bahkan, seorang Muslim dianjurkan untuk menggantungkan kebutuhannya kepada Allah. Akan tetapi, niat dalam melaksanakan shalat tetap harus diperhatikan.
BACA JUGA: Apakah Seorang Muadzin Boleh Menjadi Imam dalam Satu Waktu Shalat?
Shalat Bukan Sekadar Jalan Mendapatkan Dunia
Shalat merupakan ibadah yang sangat agung. Tujuan utamanya adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata-mata memperoleh keuntungan duniawi.
Allah berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Karena itu, ketika seseorang melaksanakan shalat sunnah, hendaknya ia menghadirkan niat beribadah kepada Allah. Setelah itu, ia boleh berdoa dan meminta berbagai kebutuhan, termasuk perkara dunia.
Misalnya, seseorang melaksanakan shalat sunnah kemudian berdoa agar Allah memberikan pekerjaan yang baik. Hal ini tidak menjadi masalah. Demikian pula orang yang memohon kelancaran usaha, kesehatan, keturunan, atau kemudahan dalam menyelesaikan persoalan hidup.
Yang perlu dihindari adalah menjadikan shalat sebagai semacam transaksi: saya shalat hanya supaya Allah memberikan apa yang saya inginkan.
Allah Memerintahkan Kita Meminta Pertolongan
Meminta kepada Allah untuk urusan dunia bukanlah sesuatu yang tercela. Justru Allah mengajarkan manusia untuk meminta pertolongan kepada-Nya.
Allah berfirman, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5).
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak hanya beribadah kepada Allah, tetapi juga meminta pertolongan kepada-Nya.
Bahkan, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Nabi juga mengajarkan berbagai doa yang mencakup urusan dunia dan akhirat.
Karena itu, tidak ada salahnya seseorang datang kepada Allah dengan membawa segala kebutuhannya.
Jangan merasa bahwa masalah dunia terlalu kecil untuk diceritakan kepada Allah.
Jangan Sampai Dunia Menjadi Tujuan Utama
Persoalannya bukan pada permintaan dunianya, tetapi pada posisi dunia di dalam hati.
Jika seseorang shalat karena Allah, kemudian berdoa meminta rezeki, pekerjaan, pasangan hidup, atau kebutuhan lainnya, maka hal tersebut tidak menjadi masalah.
Namun, jika seseorang shalat hanya karena mengejar keuntungan dunia dan sama sekali tidak mengharapkan pahala atau ridha Allah, maka niatnya perlu diperbaiki.
Allah mengingatkan, “Barang siapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20).
Ayat ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak menjadikan dunia sebagai satu-satunya tujuan.
Shalat Istikharah Juga Berkaitan dengan Urusan Dunia
Salah satu contoh yang menarik adalah shalat istikharah. Shalat ini dilakukan ketika seseorang menghadapi pilihan atau suatu perkara yang belum jelas baik dan buruknya.
Perkara yang diistikharahkan pun bisa berkaitan dengan urusan dunia, seperti pekerjaan, pernikahan, perjalanan, bisnis, atau keputusan penting lainnya.
Rasulullah SAW mengajarkan para sahabat untuk melakukan istikharah sebagaimana beliau mengajarkan sebuah surah dari Al-Qur’an. (HR. Bukhari).
Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim boleh membawa urusan dunia kepada Allah melalui ibadah dan doa.
Perbaiki Niat, Kemudian Berdoalah
BACA JUGA: Apakah Boleh Mengeraskan Suara ketika Shalat Sendiri?
Jadi, bolehkah sengaja shalat untuk meminta urusan dunia?
Boleh meminta urusan dunia kepada Allah. Namun, jangan sampai shalat hanya dijadikan alat untuk mengejar kepentingan dunia.
Laksanakan shalat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Setelah itu, mintalah apa pun yang dibutuhkan, selama perkara tersebut halal dan baik.
Alih-alih berpikir, “Saya shalat supaya mendapatkan apa yang saya mau,” lebih baik tanamkan dalam hati, “Saya shalat karena Allah, dan saya meminta kepada-Nya agar diberikan apa yang terbaik bagi dunia dan akhirat saya.”
Sebab, bisa jadi sesuatu yang sangat kita inginkan ternyata tidak baik bagi kita. Sebaliknya, sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan justru menjadi jalan kebaikan yang Allah siapkan.
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hati seorang hamba akan mendapatkan kebaikan ketika ia menggantungkan kebutuhan dan harapannya kepada Allah.
Maka, jangan hanya meminta dunia kepada Allah. Mintalah pula keberkahan di dalamnya, kebaikan di akhirat, dan keridhaan-Nya. Sebab, dunia yang diperoleh tanpa keberkahan belum tentu menjadi nikmat, sedangkan sedikit dunia yang disertai keberkahan bisa menjadi jalan menuju kebahagiaan.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

