SUJUD merupakan salah satu bagian paling istimewa dalam shalat. Pada saat itulah seorang hamba berada dalam posisi yang paling dekat dengan Allah SWT. Karena keistimewaan tersebut, Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ketika sedang sujud.
Namun, sebagian orang masih bertanya-tanya, apakah doa saat sujud harus menggunakan bahasa Arab, ataukah boleh menggunakan bahasa sendiri seperti bahasa Indonesia? Pertanyaan ini sering muncul terutama bagi mereka yang belum hafal banyak doa dalam bahasa Arab atau ingin menyampaikan permohonan yang lebih spesifik kepada Allah.
Untuk memahami masalah ini, penting mengetahui pandangan para ulama serta ketentuan yang berlaku dalam ibadah shalat.
Sujud Adalah Waktu yang Dianjurkan untuk Berdoa
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ketika ia sedang sujud. Karena itu, beliau menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa pada saat tersebut.
Hadis ini menunjukkan bahwa sujud bukan hanya tempat untuk membaca tasbih seperti “Subhana Rabbiyal A’la”, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memohon berbagai kebutuhan kepada Allah SWT.
BACA JUGA: Apakah Shalat Tetap Sah Jika Posisi Saf Tidak Rapat?
Seseorang dapat berdoa memohon ampunan, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, kemudahan urusan, atau kebaikan lainnya baik untuk dirinya maupun orang lain.
Pendapat Ulama Tentang Berdoa dengan Bahasa Sendiri
Para ulama sepakat bahwa berdoa saat sujud adalah amalan yang dianjurkan. Namun, mereka memiliki beberapa perincian mengenai bahasa yang digunakan dalam doa tersebut.
Sebagian ulama berpendapat bahwa doa dalam shalat lebih utama menggunakan bahasa Arab, terutama jika doa tersebut berasal dari Al-Qur’an atau hadis Nabi ﷺ. Hal ini karena shalat pada dasarnya disyariatkan dengan bacaan-bacaan berbahasa Arab.
Namun, banyak ulama juga menjelaskan bahwa seseorang yang tidak mampu berbahasa Arab atau tidak hafal doa-doa Arab diperbolehkan berdoa dengan bahasa yang dipahaminya. Tujuannya agar ia dapat menyampaikan permohonannya dengan jelas dan penuh penghayatan.
Pendapat ini memberikan kemudahan bagi kaum muslimin yang berasal dari berbagai bangsa dan bahasa di seluruh dunia.
Mana yang Lebih Utama?
Meskipun diperbolehkan dalam kondisi tertentu, mayoritas ulama memandang bahwa berdoa dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ tetap lebih utama. Doa-doa tersebut memiliki kandungan makna yang sangat baik, lengkap, dan penuh keberkahan.
Selain itu, doa yang berasal dari Al-Qur’an dan sunnah merupakan doa yang sudah terbukti mengandung berbagai kebaikan dunia dan akhirat. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk berusaha menghafal beberapa doa yang sering dibaca saat sujud.
Namun, apabila ada kebutuhan khusus yang ingin disampaikan dan belum mengetahui padanannya dalam bahasa Arab, maka sebagian ulama membolehkan menggunakan bahasa yang dipahami, terutama bagi orang yang belum mampu berbahasa Arab dengan baik.
Dengan demikian, tidak perlu merasa kesulitan ketika ingin berdoa kepada Allah. Yang terpenting adalah menghadirkan keikhlasan dan kekhusyukan dalam doa tersebut.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berdoa dalam Sujud
Ketika berdoa saat sujud, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Pertama, tetap mendahulukan bacaan tasbih sujud yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Setelah itu, seseorang dapat menambahkan doa-doa lainnya.
Kedua, isi doa hendaknya berupa hal-hal yang baik dan dibenarkan oleh syariat. Misalnya memohon ampunan, petunjuk, kesehatan, ilmu, keselamatan, atau keberkahan hidup.
Ketiga, berdoalah dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya. Sujud bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga momen untuk menunjukkan ketundukan dan kebutuhan kepada Allah SWT.
Dengan memperhatikan adab-adab tersebut, doa yang dipanjatkan akan terasa lebih bermakna dan membantu meningkatkan kekhusyukan dalam shalat.
BACA JUGA: Apa Hukum Shalat Menggunakan Pakaian Bergambar?
Hikmah Berdoa Saat Sujud
Anjuran berdoa saat sujud mengandung banyak hikmah. Salah satunya adalah mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan pertolongan Allah. Ketika dahi menyentuh tanah, seorang hamba diingatkan akan kelemahan dirinya di hadapan Sang Pencipta.
Selain itu, berdoa saat sujud juga membantu menghadirkan rasa dekat dengan Allah. Banyak orang merasakan ketenangan dan ketenteraman ketika mencurahkan isi hati mereka kepada-Nya dalam keadaan sujud.
Kebiasaan ini juga dapat membuat shalat menjadi lebih hidup dan tidak sekadar menjadi rutinitas harian. Seseorang akan merasakan bahwa shalat adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT.
Berdoa saat sujud merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam shalat. Pada dasarnya, doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam bahasa Arab adalah yang paling utama untuk dibaca. Namun, para ulama memberikan keringanan bagi orang yang belum mampu berbahasa Arab atau memiliki kebutuhan tertentu untuk berdoa dengan bahasa yang dipahaminya.
Yang terpenting adalah menjaga adab dalam berdoa, menghadirkan keikhlasan, serta memohon hal-hal yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, sujud dapat menjadi momen yang penuh makna untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyampaikan berbagai harapan serta kebutuhan hidup.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

