Anak Belum Baligh Shalat, Pahalanya Buat Siapa?

Dini Koswarini
6 Min Read
Foto: Freepik

Di banyak keluarga Muslim, orang tua berusaha mengajarkan shalat kepada anak-anak sejak usia dini. Mereka mengajak ke masjid, membiasakan wudhu, menghafal bacaan shalat, hingga memberikan teladan dalam beribadah. Lalu muncul sebuah pertanyaan yang cukup sering ditanyakan: jika seorang anak yang belum baligh mengerjakan shalat, pahala shalat itu diberikan kepada siapa? Apakah kepada anak, kepada orang tua, atau kepada keduanya?

Pertanyaan ini menarik karena berkaitan dengan status amal ibadah anak yang belum terbebani kewajiban syariat secara penuh.

Anak Belum Baligh Belum Terkena Kewajiban Shalat

Dalam Islam, kewajiban menjalankan syariat secara sempurna baru berlaku setelah seseorang mencapai baligh. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pena diangkat dari tiga golongan: dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia baligh, dan dari orang gila sampai ia sadar.” (HR. Abu Dawud dan lainnya)

Hadis ini menunjukkan bahwa anak yang belum baligh belum dibebani dosa apabila meninggalkan kewajiban yang berlaku bagi orang dewasa. Karena itu, jika seorang anak belum shalat, ia tidak berdosa sebagaimana orang dewasa yang sengaja meninggalkan shalat.

Namun, bukan berarti ibadah yang dilakukan anak tidak bernilai sama sekali. Justru amal saleh yang dilakukan anak tetap dicatat dan diberi ganjaran oleh Allah Ta’ala.

BACA JUGA:  Apa Hukum Shalat tapi Salah Arah Kiblat?

Pahala Shalat Tetap Untuk Anak

Para ulama menjelaskan bahwa anak yang belum baligh apabila melakukan ibadah seperti shalat, puasa, sedekah, atau membaca Al-Qur’an, maka ia tetap mendapatkan pahala.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa ibadah anak kecil yang telah mumayyiz adalah ibadah yang sah dan ia mendapatkan pahala atas amal tersebut.

Ini menunjukkan bahwa ketika seorang anak berusia tujuh, delapan, atau sepuluh tahun melaksanakan shalat dengan benar, pahala shalat itu menjadi miliknya. Allah Yang Maha Adil dan Maha Pemurah tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan yang dilakukan seorang hamba, sekalipun ia masih anak-anak.

Karena itu, tidak tepat jika dikatakan bahwa seluruh pahala shalat anak otomatis berpindah kepada orang tuanya. Pahala utama tetap menjadi milik anak yang melaksanakan ibadah tersebut.

https://s.shopee.co.id/3Vf1tnluRU

Apakah Orang Tua Mendapat Pahala?

Ya, orang tua juga mendapatkan pahala.

Ketika ayah dan ibu mengajarkan shalat kepada anak, membangunkannya untuk shalat Subuh, mengajaknya ke masjid, atau membimbingnya menghafal bacaan shalat, mereka termasuk orang yang menunjukkan jalan kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi kabar gembira bagi para orang tua. Anak memperoleh pahala karena mengerjakan shalat, sementara orang tua memperoleh pahala karena mendidik dan mengarahkan anak kepada ibadah tersebut.

Dengan kata lain, pahala anak tidak berkurang sedikit pun, dan orang tua juga mendapatkan pahala dari sebab usahanya mendidik anak.

Mengajarkan Shalat Adalah Perintah Nabi

Islam sangat menekankan pendidikan shalat sejak usia dini. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Perintah ini menunjukkan pentingnya pembiasaan sebelum baligh. Anak tidak tiba-tiba menjadi rajin shalat ketika dewasa. Kebiasaan itu dibangun sedikit demi sedikit sejak masa kanak-kanak.

Karena itu, orang tua yang bersabar mengajarkan shalat kepada anak sesungguhnya sedang menanam investasi pahala yang sangat besar. Setiap rakaat yang dilakukan anak karena hasil didikan orang tuanya menjadi sebab bertambahnya kebaikan bagi keduanya.

Anak, Sunat, Masjid, khitan, shalat, malas shalat, anak shalat
Foto: Freepik

Jangan Meremehkan Amal Anak Kecil

Terkadang ada anggapan bahwa ibadah anak-anak tidak terlalu berarti karena mereka belum baligh. Padahal para sahabat Nabi dahulu juga melatih anak-anak mereka dalam berbagai bentuk ibadah.

Bahkan dalam ibadah puasa, para sahabat membiasakan anak-anak mereka berlatih berpuasa meskipun belum wajib. Tujuannya agar mereka tumbuh mencintai ketaatan dan terbiasa menjalankan syariat ketika dewasa.

Begitu pula dengan shalat. Setiap sujud, setiap bacaan Al-Fatihah, dan setiap langkah menuju masjid yang dilakukan seorang anak merupakan amal saleh yang bernilai di sisi Allah.

BACA JUGA:  Gimana Cara Memerintahkan Anak Belum Baligh untuk Shalat?

Penutup

Jadi, jika anak yang belum baligh mengerjakan shalat, maka pahala shalat tersebut diberikan kepada anak itu sendiri. Ia mendapatkan ganjaran atas ketaatan yang dilakukannya, meskipun belum dibebani kewajiban syariat seperti orang dewasa.

Namun, orang tua yang mengajarkan, membimbing, dan membiasakannya shalat juga mendapatkan pahala. Mereka memperoleh pahala karena telah menunjukkan dan menuntun anak kepada jalan kebaikan.

Maka, dalam perkara ini bukan anak atau orang tua yang mendapatkan pahala, melainkan keduanya. Anak memperoleh pahala karena melaksanakan shalat, sedangkan orang tua memperoleh pahala karena mendidik dan mengarahkannya kepada ibadah.

Betapa besarnya karunia Allah. Satu amal kebaikan bisa menjadi sumber pahala bagi banyak orang tanpa mengurangi pahala siapa pun. Karena itu, jangan lelah mengajarkan shalat kepada anak-anak. Bisa jadi, setiap rakaat yang mereka kerjakan akan terus mengalirkan pahala bagi mereka dan bagi kedua orang tuanya hingga akhir hayat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *