Perut Terasa Sakit saat Berlari setelah Makan? Apa Penyebabnya?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang pernah mengalami perut terasa sakit atau tidak nyaman ketika berlari setelah makan. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik orang yang rutin berolahraga maupun yang baru mulai berlari. Rasa sakit tersebut bisa berupa kram, perut terasa penuh, mual, atau bahkan sensasi menusuk di bagian samping perut.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas olahraga dan membuat seseorang kesulitan mencapai performa terbaiknya. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar dapat mencegah keluhan tersebut di kemudian hari.

Tubuh Masih Fokus Mencerna Makanan

Salah satu penyebab utama perut terasa sakit saat berlari setelah makan adalah karena tubuh masih sibuk melakukan proses pencernaan. Setelah makan, aliran darah akan lebih banyak menuju lambung dan usus untuk membantu mencerna makanan.

Di sisi lain, saat berlari, otot-otot tubuh juga membutuhkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Ketika dua proses ini terjadi secara bersamaan, tubuh harus membagi sumber dayanya. Akibatnya, sistem pencernaan bisa terganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Semakin berat makanan yang dikonsumsi, semakin lama pula tubuh membutuhkan waktu untuk mencernanya.

BACA JUGA: Ketahui Bahayanya: Makan Terlalu Cepat

Guncangan Saat Berlari Memengaruhi Lambung

Berlari merupakan olahraga yang melibatkan banyak gerakan naik turun. Setiap langkah yang dilakukan akan memberikan guncangan pada tubuh, termasuk pada organ-organ di dalam perut.

Jika lambung masih penuh oleh makanan atau minuman, guncangan tersebut dapat menyebabkan rasa penuh, kembung, bahkan nyeri. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memicu rasa mual dan keinginan untuk muntah.

Karena itulah banyak pelari dianjurkan untuk tidak langsung berlari setelah makan dalam porsi besar.

Munculnya Kram di Bagian Samping Perut

Sebagian orang mengalami nyeri tajam di bagian samping perut ketika berlari. Kondisi ini sering disebut sebagai “side stitch” atau nyeri samping saat berolahraga.

Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan iritasi pada diafragma atau jaringan yang menopang organ-organ di dalam perut. Risiko terjadinya side stitch dapat meningkat jika seseorang berlari terlalu cepat setelah makan atau minum dalam jumlah banyak.

Nyeri ini biasanya akan berkurang ketika kecepatan lari diperlambat atau setelah beristirahat beberapa saat.

https://s.shopee.co.id/AAAfDFMpgf

Jenis Makanan Juga Berpengaruh

Tidak semua makanan memberikan dampak yang sama terhadap tubuh saat berolahraga. Makanan berlemak tinggi umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan yang lebih ringan.

Selain itu, makanan yang sangat pedas, terlalu manis, atau dalam porsi berlebihan juga dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan saat berlari. Minuman bersoda pun dapat menyebabkan perut terasa kembung karena mengandung gas.

Sebaliknya, makanan ringan yang mudah dicerna biasanya lebih aman dikonsumsi sebelum aktivitas olahraga. Namun, jumlah dan waktu konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

Berapa Lama Sebaiknya Menunggu Setelah Makan?

Waktu tunggu setelah makan sangat bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang baru saja makan besar, biasanya disarankan menunggu sekitar dua hingga tiga jam sebelum berlari.

Apabila hanya mengonsumsi camilan ringan, waktu tunggu sekitar tiga puluh menit hingga satu jam umumnya sudah cukup. Dengan memberikan jeda yang memadai, tubuh memiliki kesempatan untuk mencerna makanan sehingga risiko nyeri perut dapat berkurang.

Setiap orang juga memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing terhadap makanan dan olahraga.

Cara Mencegah Perut Sakit Saat Berlari

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah perut terasa sakit saat berlari setelah makan. Pertama, hindari makan dalam porsi besar tepat sebelum olahraga. Kedua, pilih makanan yang lebih mudah dicerna jika berencana berlari dalam waktu dekat.

Selain itu, minumlah air secukupnya dan jangan berlebihan sesaat sebelum berlari. Lakukan pemanasan dengan baik dan mulailah berlari dengan kecepatan yang ringan sebelum meningkatkan intensitas latihan.

Jika rasa sakit sering muncul meskipun sudah menerapkan langkah-langkah tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada gangguan medis tertentu.

BACA JUGA: Makan Daging Terlalu Banyak Benarkah Bikin Pusing?

Perut yang terasa sakit saat berlari setelah makan umumnya terjadi karena tubuh masih fokus pada proses pencernaan, adanya guncangan pada lambung, atau munculnya kram di area perut. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu kenyamanan dan performa saat berolahraga.

Dengan memberi jeda yang cukup antara makan dan berlari, memilih makanan yang tepat, serta memahami kebutuhan tubuh sendiri, risiko terjadinya nyeri perut dapat diminimalkan. Berlari pun menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *