BANYAK kaum muslimin yang bertanya, apakah ketika melaksanakan shalat Dhuha harus membaca Surat Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan Surat Asy-Syams pada rakaat kedua? Jika tidak membacanya, apakah shalat Dhuha menjadi kurang sempurna atau bahkan tidak sah?
Pertanyaan seperti ini sering muncul karena sebagian orang terbiasa mendengar imam atau guru mengajarkan bacaan tertentu dalam shalat Dhuha. Akibatnya, ada yang mengira bahwa surat-surat tersebut merupakan bacaan wajib yang tidak boleh ditinggalkan.
Lalu bagaimana sebenarnya tuntunan syariat?
Tidak Ada Surat yang Wajib Dibaca
Pada dasarnya, setelah membaca Surah Al-Fatihah dalam shalat, seorang muslim boleh membaca surat apa saja dari Al-Qur’an yang ia hafal. Hal ini berlaku pada shalat wajib maupun shalat sunnah, termasuk shalat Dhuha.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada satu pun surat tertentu yang diwajibkan untuk dibaca dalam shalat Dhuha. Jika seseorang membaca Surat Al-Ikhlas, Al-‘Ashr, Al-Kafirun, atau surat lainnya, maka shalatnya tetap sah.
Yang wajib dalam shalat hanyalah membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat. Adapun surat setelahnya hukumnya sunnah.
Karena itu, anggapan bahwa shalat Dhuha harus membaca Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams adalah anggapan yang tidak tepat jika dimaksudkan sebagai kewajiban.
BACA JUGA: Shalat Dhuha Jam 11 Boleh Ga Sih?
Ada Riwayat yang Menganjurkan
Meskipun tidak wajib, memang terdapat riwayat yang menyebutkan bacaan tertentu dalam shalat Dhuha.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah membaca Surat Asy-Syams dan Surat Ad-Dhuha dalam shalat Dhuha. Karena itulah, sebagian ulama menganjurkan kedua surat tersebut untuk dibaca sesekali.
Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ memerintahkan membaca Surat Asy-Syams dan Ad-Dhuha dalam shalat Dhuha. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan hadis tersebut.
Karena itu, anjuran membaca kedua surat ini tidak sampai pada derajat wajib. Ia hanya termasuk perkara yang boleh diamalkan oleh orang yang ingin mengikuti riwayat tersebut.
Kenapa Surat Ad-Dhuha dan Asy-Syams?
Sebagian ulama menjelaskan bahwa kedua surat ini memiliki keterkaitan dengan waktu pagi.
Surat Asy-Syams diawali dengan sumpah Allah atas matahari dan sinarnya. Sedangkan Surat Ad-Dhuha dibuka dengan sumpah Allah atas waktu dhuha.
Karena itulah, membaca kedua surat tersebut dalam shalat Dhuha dianggap memiliki kesesuaian makna dengan waktu pelaksanaannya.
Namun kesesuaian makna ini bukan berarti menjadi syarat sah atau syarat kesempurnaan shalat Dhuha.
Boleh Membaca Surat Lain
Jika seseorang hanya hafal surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, maka ia tetap boleh melaksanakan shalat Dhuha dengan surat-surat tersebut.
Bahkan jika pada suatu hari ia membaca Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas, lalu pada hari lain membaca Al-‘Ashr dan At-Takatsur, semuanya diperbolehkan.
Syariat Islam memberikan kemudahan dalam hal ini. Tujuan utama shalat Dhuha adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan membebani diri dengan bacaan yang sulit atau belum dihafal.
Jangan sampai seseorang meninggalkan shalat Dhuha hanya karena belum hafal Surat Ad-Dhuha atau Asy-Syams.

Yang Lebih Penting dari Sekadar Surat yang Dibaca
Sering kali kita terlalu fokus pada surat apa yang dibaca, tetapi melupakan hal yang jauh lebih penting, yaitu keikhlasan, kekhusyukan, dan kontinuitas ibadah.
BACA JUGA: Shalat Dhuha Hanya Baca Qulhu Setelah Al-Fatihah, Bolehkah?
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.”
Shalat Dhuha dua rakaat yang rutin dilakukan setiap hari lebih baik daripada memperdebatkan surat apa yang harus dibaca tetapi akhirnya jarang mengerjakannya.
Para ulama salaf juga sangat menekankan pentingnya menjaga amal secara istiqamah. Mereka memahami bahwa keberkahan ibadah tidak hanya terletak pada banyaknya amalan, tetapi juga pada kesungguhan hati ketika melaksanakannya.
Kesimpulan
Shalat Dhuha tidak mengharuskan membaca Surat Ad-Dhuha dan Surat Asy-Syams. Setelah membaca Al-Fatihah, seorang muslim boleh membaca surat apa saja yang ia hafal dari Al-Qur’an.
Memang terdapat riwayat yang menunjukkan anjuran membaca Surat Asy-Syams dan Ad-Dhuha dalam shalat Dhuha, sehingga membacanya sesekali termasuk perkara yang baik. Namun hal itu bukan kewajiban dan bukan syarat sah shalat.
Karena itu, jangan merasa terbebani jika belum hafal kedua surat tersebut. Yang terpenting adalah menjaga shalat Dhuha secara rutin, mengerjakannya dengan ikhlas, dan berharap pahala serta keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. []
Sumber
Al-Qur’anul Karim.
Shahih Al-Bukhari, Kitab Ar-Riqaq.
Sunan At-Tirmidzi, Bab tentang shalat Dhuha.
Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.
Ibnu Qudamah, Al-Mughni.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasail.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Majmu’ Fatawa Ibn Baz
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

