Bolehkah Baca Al-Qur’an Sambil Melakukan Kaditu-Kadieu?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

AL-QUR’AN adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Membacanya merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Banyak orang berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an di tengah kesibukan sehari-hari.

Namun, muncul pertanyaan, apakah boleh membaca Al-Qur’an sambil melakukan pekerjaan ringan seperti memasak, menyapu, berjalan, atau melakukan aktivitas sederhana lainnya? Hal ini sering ditanyakan karena sebagian orang ingin tetap dekat dengan Al-Qur’an meskipun memiliki banyak kegiatan atau istilah Sunda-nya kaditu kadieu.

Pada dasarnya, membaca Al-Qur’an boleh dilakukan dalam berbagai keadaan selama tetap menjaga adab dan penghormatan terhadap ayat-ayat yang dibaca. Islam menganjurkan umatnya untuk selalu mengingat Allah dan memperbanyak membaca Al-Qur’an kapan pun memiliki kesempatan.

BACA JUGA: Tak Ada yang Kekal, Inilah 13 Ayat Alquran Tentang Kematian

Hukum Membaca Al-Qur’an Sambil Bekerja Ringan

Membaca Al-Qur’an sambil melakukan pekerjaan ringan pada dasarnya diperbolehkan. Misalnya, seseorang membaca Al-Qur’an sambil melipat pakaian, menunggu masakan matang, atau melakukan pekerjaan rumah yang tidak membutuhkan banyak konsentrasi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pekerjaan tersebut tidak membuat seseorang kehilangan perhatian terhadap bacaan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar mengucapkan huruf, tetapi juga dianjurkan untuk menghadirkan hati dan memahami maknanya.

Jika pekerjaan yang dilakukan terlalu mengganggu konsentrasi, maka lebih baik berhenti sejenak dan membaca Al-Qur’an dengan lebih tenang. Sebab, salah satu adab membaca Al-Qur’an adalah membacanya dengan penuh penghormatan.

Pentingnya Menjaga Adab Saat Membaca Al-Qur’an

Walaupun membaca Al-Qur’an sambil melakukan aktivitas ringan diperbolehkan, seorang muslim tetap harus memperhatikan adab. Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat mulia sehingga tidak sebaiknya diperlakukan seperti bacaan biasa.

Beberapa adab yang perlu dijaga adalah membaca dengan niat yang baik, menjaga kebersihan, membaca dengan sopan, serta berusaha memahami isi kandungannya. Jika memungkinkan, membaca Al-Qur’an dengan duduk dan fokus tentu lebih utama karena dapat membantu seseorang lebih meresapi ayat-ayat yang dibaca.

Selain itu, ketika membaca Al-Qur’an sebaiknya tidak dilakukan dalam keadaan terburu-buru. Membaca dengan perlahan dan tartil lebih dianjurkan karena dapat membuat bacaan lebih jelas dan hati lebih mudah tersentuh.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Membaca Al-Qur’an Melalui Hafalan atau Aplikasi

Di zaman sekarang, banyak orang membaca Al-Qur’an melalui hafalan atau menggunakan aplikasi di ponsel. Hal ini membuat seseorang lebih mudah membaca Al-Qur’an di berbagai tempat dan waktu.

Jika membaca melalui hafalan, seseorang dapat membaca sambil melakukan aktivitas ringan selama tetap menjaga fokus. Begitu juga ketika menggunakan aplikasi Al-Qur’an, hendaknya tetap memperhatikan sikap dan tidak membuka aplikasi tersebut dalam keadaan yang kurang pantas.

Kemudahan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan membuat seseorang mengurangi rasa hormat terhadap Al-Qur’an.

Lebih Baik Fokus atau Sambil Beraktivitas?

Membaca Al-Qur’an sambil melakukan pekerjaan ringan memang diperbolehkan, tetapi membaca dengan fokus tetap memiliki keutamaan tersendiri. Ketika seseorang hanya berkonsentrasi pada bacaan, ia lebih mudah memahami pesan yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

Karena itu, keduanya dapat dilakukan sesuai keadaan. Jika sedang memiliki waktu luang, sebaiknya membaca Al-Qur’an dengan tenang dan penuh penghayatan. Namun, jika sedang sibuk dan ingin tetap menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, membaca sambil melakukan pekerjaan ringan dapat menjadi pilihan.

BACA JUGA: Baca Quran tapi Pakai Huruf Latinnya Saja, Bolehkah?

Membaca Al-Qur’an sambil melakukan pekerjaan ringan diperbolehkan selama pekerjaan tersebut tidak menghilangkan rasa hormat dan tidak membuat seseorang lalai dari bacaannya. Seorang muslim tetap perlu menjaga adab serta berusaha membaca Al-Qur’an dengan hati yang hadir.

Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak ayat yang dibaca, tetapi bagaimana seseorang berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an. Dengan membaca Al-Qur’an dalam berbagai kesempatan, diharapkan hati menjadi lebih tenang dan kehidupan semakin mendapatkan keberkahan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *