DI era modern seperti sekarang, tidur larut malam sering dianggap hal yang biasa. Banyak orang merasa bangga karena masih terjaga hingga tengah malam untuk bekerja, bermain gim, menonton film, atau sekadar berselancar di media sosial. Bahkan, ada yang menganggap tidur cepat sebagai kebiasaan orang yang kurang produktif. Padahal, menormalisasi tidur di atas jam 10 malam bukanlah kebiasaan yang baik bagi kesehatan.
Tubuh manusia memiliki jam biologis alami atau ritme sirkadian yang mengatur kapan waktu terbaik untuk tidur dan bangun. Ketika malam tiba, tubuh mulai memproduksi hormon melatonin yang membantu seseorang merasa mengantuk. Produksi hormon ini biasanya meningkat setelah matahari terbenam dan mencapai puncaknya pada malam hari. Jika seseorang terus-menerus menunda tidur hingga larut malam, ritme alami tubuh bisa terganggu.
BACA JUGA: Ini Sebabnya Jangna Main HP sebelum Tidur
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah tubuh menjadi mudah lelah meskipun sudah tidur dalam waktu yang cukup. Hal ini terjadi karena kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya tidur, tetapi juga oleh waktu tidur itu sendiri. Tidur terlalu larut dapat membuat proses pemulihan tubuh menjadi kurang optimal.
Selain itu, kebiasaan tidur larut malam juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur atau tidur tidak sesuai ritme alami tubuh dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan suasana hati yang buruk. Tidak heran jika orang yang sering begadang cenderung lebih mudah emosional dan sulit berkonsentrasi.
Dari sisi kesehatan fisik, tidur terlalu malam dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, hingga penyakit jantung. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup pada waktu yang tepat, berbagai sistem organ harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan.
Bagi umat Islam, malam juga merupakan waktu untuk beristirahat agar dapat bangun lebih awal dan menjalankan ibadah dengan lebih baik. Rasulullah SAW dikenal tidak menyukai kebiasaan berbincang-bincang tanpa keperluan setelah shalat Isya. Kebiasaan tidur lebih awal membantu seseorang lebih mudah bangun untuk shalat Subuh dan, jika memungkinkan, melaksanakan shalat malam.
Tentu tidak semua orang dapat tidur tepat pukul 10 malam karena faktor pekerjaan, tugas, atau kondisi tertentu. Namun, yang perlu dihindari adalah menganggap tidur larut malam sebagai sesuatu yang normal dan ideal. Jika tidak ada kebutuhan mendesak, membiasakan tidur lebih awal merupakan investasi besar bagi kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran.
BACA JUGA: Efek Buruk Suami Istri Tidur Terpisah
Mulailah dengan langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, mematikan layar elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur, serta membuat jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Kebiasaan kecil ini dapat membantu tubuh beradaptasi untuk tidur lebih cepat dan mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik.
Pada akhirnya, tidur lebih awal bukanlah tanda kemalasan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan. Jangan menormalisasi tidur di atas jam 10 malam jika memang tidak ada keperluan penting. Tubuh yang sehat, pikiran yang segar, dan ibadah yang lebih optimal sering kali berawal dari tidur yang cukup dan tepat waktu. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

