Bolehkah Shalat Sunnah setelah Shalat Ashar?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT sunnah merupakan ibadah tambahan yang dilakukan seorang muslim sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain shalat wajib lima waktu, terdapat berbagai shalat sunnah yang memiliki keutamaan besar, seperti shalat dhuha, tahajud, rawatib, dan lainnya.

Namun, ada beberapa waktu yang menjadi pembahasan khusus dalam Islam karena berkaitan dengan larangan melaksanakan shalat sunnah. Salah satunya adalah waktu setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.

Banyak orang bertanya, apakah boleh melakukan shalat sunnah setelah shalat Ashar? Jawabannya membutuhkan pemahaman tentang jenis shalat sunnah dan kondisi pelaksanaannya.

BACA JUGA: Kenapa Jangan Tidur Lagi setelah Shalat Shubuh

Larangan Shalat Setelah Ashar

Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang dilarang untuk melaksanakan shalat. Salah satunya adalah setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam.

Larangan ini berkaitan dengan shalat sunnah yang dilakukan tanpa sebab tertentu. Tujuannya adalah agar umat Islam mengikuti aturan waktu ibadah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Waktu setelah Ashar termasuk salah satu waktu yang sering disebut sebagai waktu terlarang untuk shalat sunnah mutlak. Shalat sunnah mutlak adalah shalat yang dilakukan tanpa adanya alasan atau kebutuhan tertentu.

Contohnya adalah seseorang ingin menambah shalat sunnah hanya karena ingin beribadah, tetapi dilakukan tepat setelah Ashar. Dalam kondisi seperti ini, sebagian ulama menyatakan bahwa hal tersebut sebaiknya dihindari.

https://s.shopee.co.id/70HoCNG1Em

Apakah Semua Shalat Sunnah Dilarang?

Meskipun ada larangan shalat setelah Ashar, bukan berarti semua jenis shalat sunnah tidak boleh dilakukan. Ada beberapa keadaan tertentu yang mendapatkan pengecualian.

Misalnya, seseorang memiliki shalat sunnah yang memiliki sebab tertentu. Seperti shalat tahiyatul masjid ketika masuk masjid, shalat karena melakukan thawaf, atau shalat sunnah yang memiliki alasan khusus.

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat yang memiliki sebab tetap boleh dilakukan meskipun berada di waktu yang biasanya dilarang. Hal ini karena tujuan shalat tersebut bukan sekadar melakukan shalat sunnah tanpa alasan, tetapi karena ada kebutuhan ibadah tertentu.

Bagaimana dengan Shalat Sunnah Rawatib Ashar?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang shalat sunnah sebelum Ashar. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah empat rakaat sebelum Ashar.

Jika seseorang belum sempat melaksanakannya dan baru ingin mengerjakannya setelah shalat Ashar, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Sebagian ulama membolehkan menggantinya karena shalat tersebut memiliki sebab, yaitu sebagai sunnah yang dianjurkan sebelum Ashar. Namun, sebagian lainnya memilih untuk tidak melakukannya karena waktu tersebut termasuk waktu yang dilarang.

Karena adanya perbedaan pendapat, seorang muslim dapat mengikuti pendapat ulama yang diyakini dan sesuai dengan pemahaman yang dianut.

Shalat, Sifat Lelaki Sejati, Shalat , shalat berjamaah, Dhuha, Shalat tahajjud, Tahajjud, Tarawih, Witir, Tahajjud, Shalat, Shalat Tahajjud sebelum Tidur, Awal Shalat Dhuha, Shalat Tahajjud, Shalat Dhuha di Hari Raya, Qamat
Foto: Azkia Karima Saefullah | Islampos Media

Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Sunnah

Agar lebih aman dan sesuai dengan tuntunan, sebaiknya shalat sunnah dilakukan pada waktu-waktu yang dianjurkan. Misalnya sebelum atau sesudah shalat wajib yang memiliki sunnah rawatib.

Shalat sunnah juga dapat dilakukan pada malam hari seperti tahajud, atau pada pagi hari seperti dhuha. Waktu-waktu tersebut memiliki banyak keutamaan dan lebih jauh dari waktu yang diperselisihkan.

Selain memperhatikan waktu, seorang muslim juga perlu menjaga niat. Shalat sunnah bukan hanya tentang jumlah rakaat, tetapi tentang keikhlasan dan usaha mendekatkan diri kepada Allah.

BACA JUGA: Shalat Berjamaah, Kenapa Pahalanya Sampai 27 Derajat?

Bolehkah shalat sunnah setelah shalat Ashar? Secara umum, shalat sunnah mutlak setelah Ashar hingga matahari terbenam tidak dianjurkan karena termasuk waktu yang dilarang dalam beberapa hadis.

Namun, shalat sunnah yang memiliki sebab tertentu menjadi pembahasan berbeda dan terdapat perbedaan pendapat di antara ulama.

Karena itu, penting bagi seorang muslim untuk memahami aturan waktu shalat dan memilih waktu yang lebih utama agar ibadah dapat dilakukan dengan baik. Yang terpenting adalah menjaga semangat beribadah dengan tetap mengikuti tuntunan yang telah diajarkan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *