Shalat Sunnah Rawatib Harus Baca Niat Khusus?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Islampos

SHALAT sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.

Shalat rawatib terbagi menjadi dua jenis, yaitu qabliyah dan ba’diyah. Qabliyah berarti shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat wajib, sedangkan ba’diyah dilakukan setelah shalat wajib.

Contohnya adalah shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh, dua atau empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya.

Karena termasuk ibadah sunnah, banyak orang ingin menjalankannya dengan benar. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah harus membaca niat khusus sebelum melaksanakan shalat sunnah rawatib.

BACA JUGA: Shalat Berjamaah, Kenapa Pahalanya Sampai 27 Derajat?

Apakah Niat Khusus Wajib Dibaca?

Dalam Islam, niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah. Niat adalah tujuan atau maksud seseorang dalam melakukan suatu amalan karena Allah SWT.

Namun, niat sebenarnya berada di dalam hati. Artinya, seseorang tidak harus selalu mengucapkan kalimat niat dengan suara sebelum melakukan ibadah.

Ketika seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib dan sudah mengetahui bahwa ia ingin mengerjakan shalat tersebut karena Allah, maka hal itu sudah termasuk niat.

Jadi, membaca lafaz niat secara lisan bukanlah syarat sah shalat. Yang paling utama adalah adanya kesengajaan dalam hati untuk melakukan ibadah tersebut.

https://s.shopee.co.id/2VpOqybsAk

Bagaimana Cara Berniat Shalat Rawatib?

Cara berniat shalat rawatib cukup dengan menghadirkan maksud di dalam hati. Misalnya seseorang ingin melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh, maka dalam hatinya ia berniat melakukan shalat sunnah tersebut.

Tidak perlu merasa bingung jika tidak hafal bacaan niat tertentu. Selama ia memahami bahwa ia sedang melakukan shalat sunnah rawatib, maka niatnya sudah ada.

Sebagian orang memilih mengucapkan niat dengan lisan untuk membantu menghadirkan fokus. Hal tersebut dilakukan oleh sebagian umat Islam sebagai bentuk kebiasaan. Namun, yang perlu dipahami adalah inti dari niat tetap berada di dalam hati.

Apakah Tanpa Membaca Niat Shalat Menjadi Tidak Sah?

Tidak. Seseorang yang tidak mengucapkan niat khusus tetap dapat melaksanakan shalat sunnah rawatib selama ia sudah memiliki niat di dalam hatinya.

Misalnya seseorang selesai berwudhu lalu langsung berdiri dan mengerjakan dua rakaat sebelum Subuh dengan tujuan melaksanakan shalat sunnah qabliyah Subuh. Maka ia sudah berniat.

Kesalahan yang sering terjadi adalah seseorang mengira bahwa ibadah tidak sah hanya karena lupa membaca lafaz niat. Padahal, niat tidak hanya berupa ucapan, tetapi merupakan kesadaran hati terhadap ibadah yang sedang dilakukan.

Pakaian yang Tak Boleh Dipakai saat Shalat, Shalat Dhuha, Shalat Tahiyatul Masjid, Tarawih, shalat tasbih, shalat ghaib, Shalat Dhuha, Hukum Bersendawa ketika Shalat, Shalat Syuruq, Iftitah, ibadah, Shalat Dhuha, niat shalat rawatib
Foto: Freepik

Pentingnya Memahami Makna Niat

Memahami niat dapat membuat seseorang lebih khusyuk dalam beribadah. Niat bukan hanya sekadar menghafal kalimat tertentu, tetapi menyadari bahwa ibadah yang dilakukan ditujukan kepada Allah SWT.

Ketika seseorang memahami tujuan shalat sunnah rawatib, ia akan lebih mudah menjalankannya dengan ikhlas. Ia tidak hanya mengejar gerakan shalat, tetapi juga memahami nilai ibadah tersebut.

BACA JUGA :Shalat Berjamaah, Kenapa Pahalanya Sampai 27 Derajat?

Shalat rawatib sendiri memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah menjadi penyempurna kekurangan dalam shalat wajib. Selain itu, menjaga shalat sunnah rawatib juga menjadi bentuk usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Shalat sunnah rawatib tidak harus diawali dengan membaca niat khusus yang panjang. Yang terpenting adalah adanya niat dalam hati bahwa seseorang ingin melakukan shalat sunnah tersebut karena Allah SWT.

Mengucapkan lafaz niat dengan lisan boleh dilakukan oleh orang yang merasa terbantu dengannya, tetapi bukan menjadi syarat utama sahnya shalat.

Jadi, jika ingin melaksanakan shalat sunnah rawatib, cukup pahami shalat apa yang akan dilakukan dan niatkan dalam hati. Dengan begitu, ibadah dapat dilakukan dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *