Berapa Jarak Waktu antara Nabi Isa pada Rasulullah?

4 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang bertanya, berapa sebenarnya jarak waktu antara diutusnya Nabi Isa `alaihis salam dengan Nabi Muhammad ﷺ? Pertanyaan ini menarik, karena kedua nabi mulia tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dalam sejarah kenabian. Bahkan, Nabi Muhammad ﷺ menyebut dirinya sebagai orang yang paling dekat dengan Nabi Isa.

Para ulama menjelaskan bahwa masa antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ dikenal dengan istilah fatrah, yaitu masa ketika tidak ada nabi yang diutus kepada manusia. Pada masa inilah manusia hidup tanpa datangnya wahyu baru dari Allah Ta’ala.

Lalu, berapa lama masa fatrah tersebut?

Mayoritas ulama sejarah menyebutkan bahwa jaraknya sekitar 600 tahun. Pendapat ini didasarkan pada riwayat dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan bahwa masa antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ adalah enam ratus tahun. Riwayat ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara mu’allaq dan dijadikan pegangan oleh banyak ahli sejarah Islam.

BACA JUGA: Bisa Berbicara Sejak Bayi: Mukjizat Nabi Isa

Al-Qur’an sendiri mengisyaratkan adanya masa jeda tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai Ahli Kitab! Sungguh, telah datang kepadamu Rasul Kami yang menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus pengiriman rasul-rasul…” (QS. Al-Ma’idah: 19).

Ayat ini menunjukkan bahwa sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ memang terdapat masa ketika tidak ada rasul yang datang membawa syariat baru.

Meski dipisahkan oleh waktu sekitar enam abad, ajaran pokok Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ tetap sama, yaitu mengajak manusia mentauhidkan Allah semata. Semua nabi membawa misi yang sama, yaitu menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya, meskipun rincian syariat mereka berbeda sesuai dengan hikmah Allah.

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Rasulullah ﷺ juga menegaskan kedekatan beliau dengan Nabi Isa dalam sebuah hadis:

“Aku adalah manusia yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan di akhirat. Para nabi itu bersaudara seayah, ibu mereka berbeda-beda, sedangkan agama mereka satu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahwa seluruh nabi membawa akidah tauhid yang sama. Perbedaan yang ada hanyalah pada sebagian hukum syariat yang disesuaikan dengan keadaan umat masing-masing.

Menariknya, Nabi Isa juga termasuk nabi yang memberikan kabar gembira tentang kedatangan Rasulullah ﷺ. Allah mengabadikan ucapan Nabi Isa dalam Al-Qur’an bahwa akan datang seorang rasul setelah dirinya yang bernama Ahmad, salah satu nama Rasulullah ﷺ (QS. Ash-Shaff: 6).

BACA JUGA:  Di Manakah Lokasi Nabi Isa Turun di Bumi di Akhir Zaman?

Karena itu, tidak tepat jika ada anggapan bahwa Islam adalah agama yang terpisah dari ajaran Nabi Isa. Justru Islam merupakan kelanjutan dan penyempurna risalah para nabi sebelumnya. Nabi Muhammad ﷺ datang bukan untuk menghapus tauhid yang dibawa Nabi Isa, melainkan menyempurnakan risalah tersebut hingga hari kiamat.

Dengan demikian, berdasarkan pendapat yang paling masyhur di kalangan ulama, jarak antara Nabi Isa `alaihis salam dan Rasulullah Muhammad ﷺ adalah sekitar 600 tahun. Rentang waktu itu merupakan masa fatrah, sebelum Allah kembali mengutus rasul penutup yang membawa petunjuk sempurna bagi seluruh umat manusia. []

SUMBER: HUMAYRO

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *