BERDOA merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui doa, seorang hamba mengungkapkan harapan, rasa syukur, permohonan ampun, dan segala kebutuhan hanya kepada Allah SWT. Tidak ada permintaan yang terlalu besar bagi Allah, dan tidak ada kesulitan yang mustahil diselesaikan oleh-Nya.
Namun, banyak orang bertanya, kapan waktu terbaik agar doa lebih mudah dikabulkan? Apakah ada waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan dibandingkan waktu lainnya?
Islam mengajarkan bahwa seorang muslim boleh berdoa kapan saja. Akan tetapi, terdapat beberapa waktu yang disebut dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai waktu yang memiliki keutamaan sehingga seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada saat-saat tersebut.
BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Menggunakan Bahasa Sendiri?
Allah Memerintahkan Hamba-Nya untuk Berdoa
Allah SWT berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya. Doa bukan hanya sekadar permintaan, tetapi juga bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan.
Meski demikian, terkabulnya doa berada dalam hikmah dan kehendak Allah. Ada doa yang dikabulkan segera, ada yang ditunda, dan ada pula yang diganti dengan sesuatu yang lebih baik.
Sepertiga Malam Terakhir
Salah satu waktu yang paling utama untuk berdoa adalah sepertiga malam terakhir.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari No. 1145 dan Muslim No. 758)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa setelah melaksanakan shalat tahajud. Suasana yang tenang dan jauh dari kesibukan juga membantu seseorang lebih khusyuk dalam bermunajat kepada Allah.
Ketika Sujud dalam Shalat
Sujud merupakan posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim No. 482)
Pada saat sujud, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa, terutama dalam shalat sunnah. Hal ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memohon ampunan, petunjuk, kesehatan, dan berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud No. 521, At-Tirmidzi No. 212)
Oleh karena itu, ketika sudah mendengar adzan dan masih menunggu iqamah, jangan hanya berbincang atau bermain gawai. Manfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak doa dan dzikir.
Setelah Shalat Fardu
Setelah menyelesaikan shalat wajib, seorang muslim dianjurkan membaca dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Setelah berdzikir, ia juga boleh berdoa kepada Allah memohon berbagai kebutuhan yang baik.
Momentum setelah shalat merupakan waktu yang penuh keberkahan karena seorang hamba baru saja menyelesaikan ibadah yang agung.
Namun, perlu dipahami bahwa yang paling ditekankan dalam sunnah setelah shalat adalah memperbanyak dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ, kemudian berdoa kepada Allah sesuai kebutuhan.

Hari Jumat dan Saat Berbuka Puasa
Hari Jumat memiliki satu waktu yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa terdapat suatu saat pada hari Jumat di mana doa seorang muslim yang bertepatan dengannya tidak akan ditolak, selama ia memohon sesuatu yang baik.
Selain itu, bagi orang yang berpuasa, waktu menjelang berbuka juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Pada saat itu, seorang muslim sedang menjalankan ibadah yang dicintai Allah dan berada dalam keadaan penuh harap kepada-Nya.
Karena itu, jangan sampai waktu-waktu tersebut berlalu tanpa memperbanyak doa.
BACA JUGA: Wudhu di Dalam Kamar Mandi, Bagaimana Cara Baca Doa Niatnya?
Adab Berdoa Juga Sangat Penting
Selain memilih waktu yang utama, seorang muslim juga perlu memperhatikan adab dalam berdoa.
Beberapa adab yang dianjurkan antara lain memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, menghadap kiblat jika memungkinkan, mengangkat tangan ketika sesuai tuntunan, berdoa dengan penuh keyakinan, serta tidak terburu-buru ingin melihat hasilnya.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar seseorang tidak berkata, “Aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,” karena sikap seperti itu dapat membuatnya kehilangan semangat dalam berdoa.
Islam mengajarkan bahwa doa dapat dipanjatkan kapan saja. Namun, ada beberapa waktu yang memiliki keutamaan, seperti sepertiga malam terakhir, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, setelah shalat, pada hari Jumat, dan saat menjelang berbuka puasa.
Memanfaatkan waktu-waktu tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah. Meski demikian, yang paling penting adalah keikhlasan, keyakinan, serta kesungguhan hati ketika berdoa. Yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya dan akan memberikan jawaban terbaik sesuai dengan hikmah dan kasih sayang-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
