Apa Penyebab Anak Tak Mau Mengurus Orang Tua yang Sedang Sakit?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

MENGURUS orang tua yang sedang sakit adalah salah satu bentuk bakti yang paling mulia. Namun, kenyataannya tidak semua anak bersedia melakukannya. Ada orang tua yang harus dirawat sendirian, dititipkan kepada kerabat, atau bahkan terlantar di usia senja.

Fenomena ini tentu menyedihkan. Lalu, apa yang menyebabkan seorang anak enggan mengurus orang tuanya ketika sakit?

Tidak semua kasus memiliki penyebab yang sama. Ada yang dipengaruhi oleh kesibukan, ada yang karena hubungan keluarga yang buruk, dan ada pula yang disebabkan oleh faktor ekonomi atau kondisi psikologis. Oleh karena itu, kita tidak boleh terburu-buru menghakimi tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya.

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Sambil Menggendong Anak?

1. Hubungan Orang Tua dan Anak Sudah Lama Tidak Harmonis

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah hubungan yang telah lama retak. Ada anak yang sejak kecil merasa kurang mendapatkan kasih sayang, sering menerima perlakuan kasar, atau mengalami pengalaman buruk dalam keluarga.

Luka batin yang tidak pernah diselesaikan dapat membuat sebagian anak kesulitan membangun kedekatan ketika orang tuanya telah lanjut usia.

Meski demikian, dalam Islam, pengalaman pahit tidak otomatis menghapus kewajiban berbuat baik kepada orang tua selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan.

2. Terlalu Sibuk dengan Kehidupan Sendiri

Kesibukan bekerja, mengurus keluarga, atau mengejar karier kadang membuat seseorang merasa tidak memiliki waktu untuk merawat orang tuanya.

Padahal, kesibukan bukan berarti tidak bisa menunjukkan kepedulian. Mengatur jadwal kunjungan, membantu biaya pengobatan, atau mencari perawat yang terpercaya juga dapat menjadi bentuk tanggung jawab ketika memang tidak memungkinkan merawat secara langsung.

3. Kurangnya Rasa Empati

Ada anak yang sejak kecil tidak dibiasakan untuk peduli kepada orang lain. Akibatnya, ketika orang tua jatuh sakit, ia tidak merasa terpanggil untuk membantu.

Empati adalah karakter yang perlu dibentuk sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan dalam keluarga.

4. Perselisihan Soal Harta

Tidak sedikit hubungan keluarga rusak karena masalah warisan, tanah, atau pembagian harta.

Perselisihan yang berlangsung bertahun-tahun dapat membuat sebagian anak menjauh dari orang tuanya. Padahal, konflik harta seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban berbakti.

5. Merasa Tanggung Jawab Ada pada Saudara Lain

Dalam keluarga yang memiliki banyak anak, terkadang muncul sikap saling melempar tanggung jawab.

Ada yang berpikir, “Masih ada kakak,” atau “Adik saja yang mengurus.” Akibatnya, semua saling menunggu hingga akhirnya tidak ada yang benar-benar mengambil tanggung jawab.

Padahal, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban setiap anak sesuai kemampuan masing-masing.

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

6. Tidak Siap Menghadapi Proses Merawat Orang Sakit

Merawat orang yang sedang sakit bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan tenaga, kesabaran, waktu, bahkan biaya.

Sebagian orang merasa takut atau tidak mampu menghadapi kondisi tersebut sehingga memilih menghindar. Dalam situasi seperti ini, dukungan dari anggota keluarga lain sangat diperlukan agar beban tidak dipikul oleh satu orang saja.

7. Pengaruh Gaya Hidup Individualistis

Di era modern, sebagian orang lebih fokus mengejar kenyamanan pribadi daripada tanggung jawab keluarga.

Budaya yang terlalu menekankan kebebasan individu terkadang membuat hubungan antargenerasi menjadi renggang. Akibatnya, orang tua dipandang sebagai beban, bukan sebagai amanah yang harus dihormati.

8. Lemahnya Kesadaran Agama

Dalam Islam, berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal yang sangat besar pahalanya. Allah berulang kali memerintahkan agar seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama ketika mereka telah lanjut usia.

Ketika kesadaran agama melemah, seseorang bisa saja lebih mengutamakan urusan dunia daripada memenuhi kewajiban kepada orang tuanya.

Mengurus Orang Tua Adalah Kesempatan, Bukan Beban

Banyak orang baru menyadari nilai kehadiran orang tua setelah mereka tiada.

Saat orang tua masih hidup, terutama ketika mereka membutuhkan bantuan, itulah kesempatan emas untuk membalas sebagian kecil pengorbanan yang telah mereka lakukan sejak kita kecil.

Mereka pernah begadang saat kita sakit, mengajari kita berjalan, mencari nafkah, dan berusaha memenuhi kebutuhan kita. Kini, ketika usia mereka melemah, sudah sepantasnya anak memberikan perhatian dan kasih sayang.

Jika Memang Tidak Bisa Merawat Langsung

Ada kondisi tertentu yang membuat seorang anak benar-benar tidak dapat merawat orang tuanya secara langsung, misalnya karena tinggal di kota atau negara lain, memiliki keterbatasan fisik, atau pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Dalam keadaan seperti itu, ia tetap dapat berbakti dengan berbagai cara, seperti:

  • Membiayai pengobatan dan kebutuhan orang tua.
  • Mengatur perawatan yang layak dan aman.
  • Rutin menghubungi serta memberi perhatian.
  • Mengunjungi mereka ketika memungkinkan.
  • Berkoordinasi dengan saudara agar kebutuhan orang tua tetap terpenuhi.
  • Mendoakan orang tua setiap hari.

BACA JUGA: Mendidik Pola Makan Anak: Membangun Generasi Tangguh dari Meja Makan

Yang terpenting adalah tidak bersikap acuh tak acuh terhadap kondisi mereka.

Anak yang tidak mau mengurus orang tua yang sedang sakit bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hubungan keluarga yang tidak harmonis, kesibukan, konflik harta, kurangnya empati, tekanan psikologis, atau lemahnya kesadaran akan tanggung jawab. Setiap keadaan perlu dipahami secara bijaksana, sehingga kita tidak mudah menghakimi tanpa mengetahui kenyataannya.

Bagi seorang Muslim, berbakti kepada orang tua adalah ibadah yang sangat agung. Kesempatan merawat mereka di masa tua merupakan nikmat yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, selama masih ada kesempatan, jangan sia-siakan untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan pelayanan terbaik. Sebab suatu hari nanti, yang tersisa hanyalah kenangan dan doa yang kita panjatkan untuk mereka. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *