TIBA-tiba timbul metode menghafal Alqur’an baru. Yang mana pihak mudir menjanjikan anak bisa hafal Alqur’an yang biasanya bertahun-tahun menjadi hanya tiga bulan saja. Siapa orangtua yang tidak tertarik?
Walau sebetulnya metodenya aneh.
Jadi anak disuruh untuk cepat-cepat membaca dan menghafal secepatnya lalu disetor segera dan kemudian kalau tak ingat dibantu ujungnya.
Satu halaman selesai dan tahu-tahu sudah dua puluh halaman.
Rayhan pun ikut metode ini ..
ayah Rayhan menunggu dengan harap-harap cemas.
Sampai kemudian hari yang ditunggu datang.
Selesai 29 Juz dan 19 halaman yang mana di halaman ke 20 – halaman terakhir, Rayhan menghabiskannya di depan ayah bunda dan para ustaz dan sang mudir.
BACA JUGA: Ketika Orang Baik Menolak Amanah
Rayhan pun dari pagi sudah siap dengan memakai baju jubah panjang yang sudah disetrika ibu dengan teliti.
Tak sadar, air mata ibu menetes haru
Membayangkan Rayhan akan memberikan ibu mahkota di surga kelak sesuai dengan hadist Rasulullah saw.
Dari Mu’adz al-Juhani, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya. Cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari yang masuk ke rumah-rumah di dunia. Lalu bagaimana menurut kalian (kemuliaan) orang yang mengamalkannya?”
Pagi yang cerah, ayah dan ibu ambil cuti dan bergegas pergi ke luar kota tempat Rayhan menempuh pendidikan asrama tahfidz dan dengan hati cemas ayah dan ibu berkali-kali mengucap syukur pada Allah, dari 5 anaknya akhirnya Rayhan si bungsu selesai menjadi hafidz.
Ketika ayat terakhir selesai dilafazkan, dan foto-foto, ungkapan gembira, wa grup keluarga, kakek nenek semua dikabarkan, peluk tangis dihantarkan ..
menyambut Rayhan sang hafidz.
Brakk, satu bulan kemudian Rayhan menumbuk pintu kamar rumahnya.
Rasa tertekan karena dia tahu bahwa dia tak begitu hafal
Apa yang dinamakan hafal hanya membaca dengan cepat ..
Rayhan sadar dirinya belum pantas dipanggil hafidz.
Ahh … kalau aku sudah besar akan aku pukul si mudir yang menciptakan hafal Qur’an bohongan ini ..
Ahhh .. aku akan pukul dia yang telah menipu ayah ibu dan semua sanak saudaraku
BACA JUGA: Jadilah Perempuan Sibuk
Rayhan mengalami tekanan batin dan stress
Rayhan masuk rumah sakit 2 pekan. Diam saja.
Hikmahnya adalah: Ambisi orangtua menghantarkan tekanan pada guru dan anak.
Sehingga guru menjadi menipu dan anak menjadi korban – hafidz tapi tekanan batin.
Sudahlah ayah. Hafidz Quran itu tidak mudah. Tidak bisa mengahfal Alqur’an sambil belajar academic. Sebaiknya fokus pada hafalan dan muroja’ah selalu (diulang-ulang). []
𝑩𝒚: 𝑴𝒂𝒎 𝑭𝒊𝒇𝒊
Owner & Conceptor of
Jakarta Islamic School
(JISc/JIBBS/JIGSc)
“𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗯𝘂”
www.jakartaislamicschool.com
+62 813-8664-4108
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

