SETIAP manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Sebagai hamba Allah, sikap terbaik ketika melakukan kesalahan adalah segera bertaubat dengan penuh keikhlasan. Islam mengajarkan bahwa pintu taubat selalu terbuka selama seseorang belum mencapai ajal dan matahari belum terbit dari arah barat.
Salah satu amalan yang dianjurkan ketika ingin bertaubat adalah melaksanakan shalat taubat. Shalat sunnah ini menjadi bentuk penghambaan kepada Allah sekaligus wujud penyesalan atas dosa yang telah dilakukan. Lalu, berapa rakaat shalat taubat yang dianjurkan? Apakah ada jumlah rakaat tertentu yang harus dipenuhi?
BACA JUGA: Apakah Boleh Shalat dengan Mata Terpejam?
Shalat Taubat Dianjurkan Sebanyak Dua Rakaat
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa shalat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik, lalu berdiri melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.” (HR. Abu Dawud no. 1521, At-Tirmidzi no. 406, dan dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat taubat yang dicontohkan Rasulullah ﷺ terdiri dari dua rakaat. Setelah selesai shalat, seseorang dianjurkan memperbanyak istighfar, berdoa, dan memohon ampun dengan penuh ketulusan.
Apakah Boleh Lebih dari Dua Rakaat?
Pada dasarnya, dua rakaat adalah jumlah yang paling dikenal dalam pelaksanaan shalat taubat. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa jika seseorang ingin menambah shalat sunnah setelahnya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, maka hal itu diperbolehkan.
Meskipun demikian, ketika seseorang berniat melaksanakan shalat taubat sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, maka dua rakaat sudah mencukupi. Tidak ada dalil sahih yang secara khusus menetapkan bahwa shalat taubat harus dilakukan empat, enam, atau delapan rakaat.
Karena itu, tidak perlu merasa bahwa taubat akan lebih sempurna jika jumlah rakaatnya diperbanyak. Yang paling penting adalah mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dan menjaga keikhlasan dalam beribadah.
Yang Terpenting Bukan Banyaknya Rakaat
Sebagian orang mengira bahwa semakin banyak rakaat yang dikerjakan, maka peluang diterimanya taubat akan semakin besar. Padahal, diterimanya taubat tidak bergantung pada banyaknya rakaat, melainkan pada kesungguhan hati.
Taubat yang benar memiliki beberapa syarat, yaitu:
-Menyesali dosa yang telah dilakukan.
-Segera meninggalkan perbuatan maksiat.
-Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
-Jika berkaitan dengan hak manusia, maka mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka seseorang telah menempuh jalan taubat yang benar. Shalat taubat menjadi salah satu bentuk penguat dan penyempurna dalam memohon ampun kepada Allah.
Bacaan dalam Shalat Taubat
Tidak ada surah tertentu yang diwajibkan dalam shalat taubat. Setelah membaca Surah Al-Fatihah, seseorang boleh membaca surah apa saja yang dihafalnya.
Sebagian ulama menganjurkan membaca surah yang berisi tentang keimanan, rahmat Allah, atau ajakan untuk bertaubat. Namun, anjuran tersebut bukan kewajiban. Yang terpenting adalah membaca Al-Fatihah dengan benar dan melaksanakan seluruh rukun shalat dengan khusyuk.
Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca doa taubat, serta memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk meninggalkan dosa dan istiqamah dalam ketaatan.
Jangan Menunda Taubat
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunda taubat karena merasa masih memiliki banyak waktu. Padahal, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang.
Allah SWT berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa taubat adalah kewajiban setiap mukmin. Oleh karena itu, ketika hati tersentuh untuk kembali kepada Allah, jangan menundanya. Segeralah berwudhu, laksanakan shalat taubat dua rakaat, lalu panjatkan doa dengan penuh kerendahan hati.
BACA JUGA: Haruskah Tempelkan Kaki Antar Jamaah Saat Shalat Berjamaah?
Shalat taubat yang dianjurkan menurut hadis Rasulullah ﷺ adalah dua rakaat. Inilah tata cara yang paling dikenal dan diamalkan oleh para ulama berdasarkan dalil yang sahih. Setelah selesai shalat, seorang muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampun kepada Allah.
Perlu diingat bahwa keberhasilan taubat tidak ditentukan oleh banyaknya rakaat yang dikerjakan, melainkan oleh keikhlasan, penyesalan yang mendalam, meninggalkan dosa, serta tekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Semoga Allah SWT menerima taubat kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa kembali kepada-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

