Membaca Al-Qur’an Harus Dimulai dengan Ta’awudz atau Basmalah?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos AI

MEMBACA Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Setiap huruf yang dibaca akan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan adab ketika membaca Al-Qur’an agar ibadah tersebut semakin sempurna.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah membaca Al-Qur’an harus dimulai dengan ta’awudz atau basmalah? Sebagian orang langsung mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, sementara yang lain memulainya dengan membaca ta’awudz terlebih dahulu. Lalu, bagaimana tuntunan yang benar menurut syariat?

BACA JUGA: Penting! Perhatikan 5 Hal Ini saat Membaca Alquran

Perintah Membaca Ta’awudz

Allah SWT memberikan petunjuk yang jelas dalam Al-Qur’an mengenai adab sebelum membaca kitab-Nya. Dalam Surah An-Nahl ayat 98, Allah berfirman: “Apabila engkau hendak membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Ayat ini menjadi dasar dianjurkannya membaca ta’awudz sebelum memulai tilawah. Lafaz yang umum dibaca adalah: A’udzu billahi minasy-syaithanir rajim.

Artinya:”Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Para ulama menjelaskan bahwa tujuan membaca ta’awudz adalah memohon perlindungan kepada Allah agar hati tetap khusyuk dan terhindar dari gangguan setan saat membaca Al-Qur’an.

https://s.shopee.co.id/5q6mWbIrMY

Kapan Membaca Basmalah?

Setelah membaca ta’awudz, umat Islam dianjurkan membaca basmalah apabila memulai bacaan dari awal surah, kecuali Surah At-Taubah. Basmalah berbunyi: Bismillahirrahmanirrahim.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Mayoritas mushaf Al-Qur’an memang diawali dengan basmalah pada setiap awal surah, kecuali Surah At-Taubah. Karena itu, ketika seseorang memulai membaca Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, Ali Imran, atau surah lainnya dari awal, maka ia dianjurkan membaca ta’awudz terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan basmalah.

Adapun jika membaca dari tengah surah, para ulama berpendapat bahwa membaca ta’awudz tetap disunnahkan, sedangkan membaca basmalah hukumnya tidak wajib. Sebagian ulama membolehkannya, sementara sebagian lainnya memilih langsung membaca ayat setelah ta’awudz.

Mengapa Surah At-Taubah Tidak Diawali Basmalah?

Banyak orang bertanya mengapa Surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah seperti surah lainnya. Para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ketetapan yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan disepakati oleh para sahabat ketika penyusunan mushaf Al-Qur’an.

Surah At-Taubah berisi banyak penjelasan tentang pemutusan hubungan dengan kaum musyrik yang mengkhianati perjanjian. Karena itu, para sahabat tidak menuliskan basmalah di awal surah tersebut sebagaimana petunjuk yang mereka terima dari Rasulullah ﷺ.

Oleh sebab itu, jika seseorang memulai membaca Surah At-Taubah dari ayat pertama, cukup membaca ta’awudz tanpa basmalah.

Apakah Berdosa Jika Lupa Membaca Ta’awudz atau Basmalah?

Membaca ta’awudz sebelum tilawah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan menurut mayoritas ulama. Demikian pula membaca basmalah ketika memulai dari awal surah selain At-Taubah. Apabila seseorang lupa membacanya, maka bacaan Al-Qur’annya tetap sah dan tetap bernilai pahala.

Namun, alangkah baiknya seorang Muslim membiasakan diri mengikuti adab yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh para ulama. Kebiasaan kecil ini akan menambah kesempurnaan ibadah dan menunjukkan penghormatan terhadap kalam Allah SWT.

Hikmah Memulai Tilawah dengan Ta’awudz dan Basmalah

Membaca ta’awudz mengingatkan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap ibadah. Gangguan setan sering kali membuat seseorang kehilangan fokus, terburu-buru, atau bahkan malas membaca Al-Qur’an. Dengan memohon perlindungan kepada Allah, hati menjadi lebih siap untuk menerima petunjuk-Nya.

Sementara itu, basmalah mengajarkan agar setiap amal dimulai dengan menyebut nama Allah. Hal ini menjadi bentuk pengakuan bahwa segala kebaikan berasal dari-Nya dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.

Ketika kedua bacaan ini dibiasakan sebelum tilawah, membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan ayat, tetapi juga menjadi ibadah yang dilakukan dengan penuh adab, ketundukan, dan rasa hormat kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Apa Sikap Kita terhadap Imam Shalat yang Bacaan Al-Qurannya Hancur?

Membaca Al-Qur’an sebaiknya diawali dengan ta’awudz sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Setelah itu, jika memulai dari awal surah selain Surah At-Taubah, dianjurkan membaca basmalah. Adapun jika membaca dari tengah surah, cukup membaca ta’awudz, sedangkan basmalah bersifat pilihan menurut pendapat para ulama.

Dengan memahami adab ini, kita dapat membaca Al-Qur’an sesuai tuntunan syariat. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, membaca, memahami, mengamalkan, serta menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *