Punya Tetangga Kaya Raya tapi Tak Pernah Bersosialisasi, Bagaimana Sikap Kita?

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

MEMILIKI tetangga yang kaya raya tentu bukan sesuatu yang salah. Setiap orang memiliki rezeki, gaya hidup, dan karakter yang berbeda-beda. Ada orang yang senang berkumpul dengan tetangga, sering ikut kegiatan lingkungan, dan mudah diajak berbincang. Tetapi ada juga orang yang lebih suka hidup tenang, jarang keluar rumah, dan hampir tidak pernah bersosialisasi.

Lalu bagaimana sikap kita jika memiliki tetangga yang kaya raya tetapi tidak pernah bersosialisasi? Jangan buru-buru menilai buruk.

Kaya bukan berarti seseorang wajib mentraktir tetangga. Kaya juga bukan berarti harus sering hadir dalam setiap acara lingkungan. Begitu pula orang yang jarang bersosialisasi belum tentu sombong.

BACA JUGA: Bagaimana Sikap Kita Jika Tetangga Suka Nyinyir?

Bisa saja dia memang memiliki kesibukan yang sangat padat, memiliki karakter pendiam, menjaga privasi keluarga, atau merasa lebih nyaman menjalani kehidupan yang sederhana dan tidak banyak bergaul.

Jangan ukur kebaikan seseorang dari hartanya

Kesalahan yang sering terjadi adalah kita menganggap orang kaya memiliki kewajiban sosial yang lebih besar kepada tetangganya.

Ketika seseorang memiliki rumah besar, kendaraan mewah, atau usaha yang sukses, kemudian jarang menyapa tetangga, sebagian orang langsung berkata, “Orang kaya memang biasanya sombong.”

Padahal, kekayaan tidak otomatis membuat seseorang sombong. Sebaliknya, kemiskinan juga tidak otomatis membuat seseorang rendah hati.

Yang menentukan kemuliaan seseorang bukan banyak atau sedikit hartanya, melainkan bagaimana dia menggunakan harta tersebut dan bagaimana akhlaknya kepada orang lain.

Karena itu, jangan menilai seseorang hanya berdasarkan penampilan dan kondisi ekonominya.

Tetangga tetap memiliki hak

Namun, bukan berarti kita boleh mengabaikan hubungan bertetangga. Dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang penting. Seorang Muslim dianjurkan berbuat baik kepada tetangganya, menjaga ucapan, tidak mengganggu, serta membantu ketika tetangga membutuhkan pertolongan.

Artinya, hubungan bertetangga tidak harus selalu berupa kumpul-kumpul setiap hari. Terkadang bentuk kebaikan yang paling sederhana adalah tidak mengganggu dan tetap menjaga hubungan baik.

Menyapa ketika bertemu, tersenyum, mengucapkan salam, menjenguk ketika sakit, atau menawarkan bantuan ketika ada kebutuhan merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Jangan memaksa orang untuk bersosialisasi

Jika tetangga kita memang tipe orang yang tertutup, jangan memaksanya untuk mengikuti semua kegiatan lingkungan.

Misalnya, setiap ada acara dia tidak datang, lalu kita membicarakannya. Setiap ada kegiatan warga, dia tidak ikut, lalu kita mengatakan dia sombong.

Setiap kali melihat mobilnya keluar rumah, kita merasa kesal karena dia tidak pernah menyapa. Sikap seperti ini justru bisa membuat hubungan bertetangga semakin jauh.

Ada perbedaan antara mengajak bersosialisasi dan memaksa orang untuk bersosialisasi. Mengajak boleh. Memaksa tidak perlu.

Jangan mendekati karena hartanya

Ini juga menjadi ujian bagi kita. Ketika mengetahui seseorang kaya raya, jangan sampai kita hanya ingin dekat karena berharap mendapatkan sesuatu.

Jangan mendadak menjadi sangat ramah karena ingin dipinjami uang. Jangan sering berkunjung hanya karena berharap diberi makanan. Jangan menjalin hubungan baik semata-mata karena ingin mendapatkan bantuan finansial.

Hubungan bertetangga seharusnya dibangun karena kemanusiaan dan kebaikan, bukan karena melihat isi rekening seseorang.

Kalau dia kaya, hormati. Kalau dia sederhana, tetap hormati. Nilai seorang tetangga tidak ditentukan oleh kekayaannya.

Kalau dia tidak pernah membantu, bagaimana?

Misalnya ada kegiatan sosial di lingkungan dan tetangga yang kaya tersebut tidak pernah memberikan sumbangan.

Apakah kita boleh kecewa? Kita boleh berharap adanya kepedulian, tetapi jangan merasa berhak atas hartanya.

Harta milik seseorang bukan otomatis menjadi milik tetangganya. Kita tidak tahu ke mana saja hartanya disalurkan. Bisa jadi dia membantu keluarganya, bersedekah secara diam-diam, membiayai pendidikan orang lain, atau memiliki tanggungan yang tidak kita ketahui.

Jangan sampai karena tidak melihat sedekahnya, kita langsung menyimpulkan bahwa dia pelit. Tidak semua kebaikan harus diumumkan kepada tetangga.

https://s.shopee.co.id/6ffAxhwoiH

Kalau kita membutuhkan bantuan?

Lalu bagaimana jika suatu hari kita benar-benar membutuhkan bantuan dan tetangga tersebut memiliki kemampuan untuk membantu?

Tidak ada salahnya meminta bantuan dengan cara yang baik jika memang diperlukan. Tetapi jangan memaksa.

Sampaikan kebutuhan secara jujur dan berikan kesempatan kepadanya untuk menentukan apakah dia mampu membantu atau tidak.

Jika dia membantu, berterima kasih. Jika dia tidak membantu, jangan langsung memusuhinya. Sebab seseorang memiliki hak untuk menentukan bagaimana menggunakan hartanya.

Justru kita yang harus menjaga hubungan

Ada kalanya kita berharap orang lain lebih dulu menyapa.

“Dia kaya, kenapa tidak pernah datang ke rumah?”

“Dia punya banyak uang, kenapa tidak pernah membantu?”

“Dia tetangga saya, kenapa tidak pernah ikut kegiatan?”

Padahal, hubungan bertetangga bukan perlombaan siapa yang harus memulai.

Kalau kita bertemu, kita bisa menyapa lebih dulu.

Kalau ada kesempatan, kita bisa menawarkan bantuan.

Kalau dia sakit, kita bisa menjenguk.

Kalau dia memiliki kesibukan, kita bisa memahami.

Kebaikan tidak harus menunggu orang lain memulainya.

Jangan jadikan kekayaannya sebagai bahan pembicaraan

Salah satu hal yang perlu dihindari adalah membicarakan kekayaan tetangga secara berlebihan.

“Rumahnya paling besar di sini.”

“Mobilnya banyak.”

“Bisnisnya pasti miliaran.”

“Kenapa orang sekaya itu tidak pernah membantu?”

Pembicaraan seperti ini mudah berubah menjadi iri hati, prasangka, bahkan ghibah.

Lebih baik kita fokus pada hubungan yang sehat.

Kita tidak perlu menghitung kekayaan orang lain.

Kita juga tidak perlu sibuk mencari tahu berapa penghasilannya.

Rezeki setiap orang sudah memiliki jalan masing-masing.

Jika memang sombong, tetap balas dengan akhlak baik

Bagaimana jika ternyata dia memang benar-benar sombong?

Misalnya sengaja merendahkan tetangga, tidak mau menyapa karena merasa lebih tinggi, atau memperlakukan orang lain berdasarkan status ekonomi.

Kita boleh tidak menyukai sikap tersebut. Tetapi jangan membalas kesombongan dengan kesombongan.

Tetap jaga adab.

Tetap hormati haknya sebagai tetangga. Tidak perlu memusuhi, menghina, atau membalas dengan membicarakannya di belakang. Sebab akhlak kita tidak seharusnya bergantung pada akhlak orang lain.

Punya tetangga kaya raya tetapi jarang bersosialisasi bukan alasan bagi kita untuk langsung mencapnya sebagai orang sombong atau pelit.

Bisa jadi dia memang memiliki karakter yang tertutup, kesibukan tertentu, atau alasan pribadi yang tidak kita ketahui.

BACA JUGA: Apa Hukum Saling Bertukar Zakat Fitrah di antara Tetangga yang Fakir?

Sikap terbaik adalah tetap menjaga hubungan bertetangga dengan cara yang wajar: menyapa, menghormati, tidak mengganggu, membantu ketika mampu, dan tidak memaksa.

Jangan pula mendekati seseorang hanya karena kekayaannya.

Sebab tetangga yang baik bukanlah tetangga yang kaya dan sering memberikan sesuatu kepada kita. Tetangga yang baik adalah orang yang mampu menjaga hubungan, tidak mengganggu, menghormati, dan hadir ketika orang lain membutuhkan.

Dan mungkin kita juga perlu bertanya kepada diri sendiri:

“Apakah kita ingin berteman dengan tetangga karena memang ingin berbuat baik, atau karena kita tahu dia orang kaya?”

Jawaban dari pertanyaan itu bisa menunjukkan seperti apa sebenarnya niat kita dalam bertetangga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *