SHALAT dhuha dan shalat witir merupakan dua ibadah sunnah yang sama-sama memiliki keutamaan besar dalam Islam. Keduanya sering diamalkan oleh kaum muslimin sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Namun, tidak sedikit yang masih bingung mengenai urutan pelaksanaannya. Ada yang bertanya, apakah setelah shalat dhuha harus dilanjutkan dengan shalat witir?
Pertanyaan ini muncul karena sebagian orang mengira bahwa setiap shalat sunnah harus diakhiri dengan witir. Padahal, masing-masing shalat sunnah memiliki waktu dan tata cara yang berbeda. Untuk memahami hal ini dengan benar, kita perlu melihat tuntunan Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Bagaimana Hukum Shalat bagi Orang yang Tidak Mampu Berdiri?
Shalat Dhuha dan Shalat Witir Adalah Ibadah yang Berbeda
Shalat dhuha dan shalat witir memiliki tujuan, waktu, serta hukum pelaksanaan yang berbeda. Shalat dhuha dikerjakan pada pagi hingga menjelang siang, sedangkan shalat witir merupakan penutup shalat malam.
Shalat dhuha dilakukan mulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Sementara itu, shalat witir dikerjakan setelah shalat Isya dan berakhir ketika waktu Subuh telah masuk.
Karena perbedaan waktu tersebut, tidak ada ketentuan bahwa setelah melaksanakan shalat dhuha seseorang harus mengerjakan shalat witir.
Shalat Witir Dilaksanakan pada Malam Hari
Rasulullah ﷺ menganjurkan agar shalat witir menjadi penutup shalat malam. Beliau bersabda: “Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Hadis ini menunjukkan bahwa tempat shalat witir adalah pada malam hari, setelah seseorang selesai melaksanakan shalat malam seperti tahajud atau qiyamul lail. Jika tidak melaksanakan tahajud, seseorang tetap dianjurkan mengerjakan witir setelah shalat Isya sebelum tidur.
Dengan demikian, shalat witir tidak berkaitan dengan shalat dhuha yang dilakukan pada pagi hari.
Tidak Ada Sunnah Witir Setelah Shalat Dhuha
Dalam berbagai hadis yang menjelaskan tentang shalat dhuha, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengajarkan agar shalat tersebut diakhiri dengan witir. Beliau juga tidak memerintahkan para sahabat untuk melakukan hal tersebut.
Karena itu, jika seseorang selesai melaksanakan shalat dhuha, maka ibadahnya telah selesai. Setelah itu ia dapat memperbanyak doa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Menambahkan shalat witir setelah dhuha dengan keyakinan bahwa hal itu merupakan bagian dari tata cara shalat dhuha tidak memiliki dasar dalam sunnah.
Bagaimana Jika Belum Sempat Witir Malam Hari?
Ada kalanya seseorang lupa atau tertidur sehingga belum sempat melaksanakan shalat witir pada malam hari. Lalu, apakah witir boleh diganti setelah shalat dhuha?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa shalat witir tidak dikerjakan pada siang hari. Jika seseorang terbiasa melaksanakan witir namun terlewat karena tertidur atau sakit, maka ia dapat mengganti qiyamul lailnya pada siang hari dengan jumlah rakaat genap, bukan witir.
Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah ﷺ apabila tidak sempat melaksanakan shalat malam karena sakit atau sebab tertentu, beliau menggantinya pada siang hari dengan jumlah rakaat genap.
Dengan demikian, seseorang tidak dianjurkan melaksanakan witir setelah shalat dhuha.
Amalan Setelah Shalat Dhuha
Setelah selesai shalat dhuha, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah shalat dhuha. Doa yang sering dikenal di masyarakat boleh dibaca selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat, meskipun tidak berasal dari hadis sahih sebagai doa khusus setelah shalat dhuha.
Selain itu, seseorang juga dapat membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta memohon kemudahan rezeki, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, dan keberkahan hidup kepada Allah SWT.
Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan menghadirkan hati ketika berdoa.
BACA JUGA: Apa Penyebab Orang Suka Lupa Rakaat dalam Shalat?
Shalat witir tidak harus dikerjakan setelah shalat dhuha. Kedua ibadah tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda. Shalat dhuha dilakukan pada pagi hari, sedangkan shalat witir merupakan penutup shalat malam yang dikerjakan setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh.
Karena itu, setelah selesai melaksanakan shalat dhuha, seorang muslim tidak perlu menambahkan shalat witir. Cukup memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh lainnya. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ sesuai sunnah, ibadah yang kita lakukan akan lebih sempurna dan lebih diharapkan diterima oleh Allah SWT.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

