BANYAK orang mengira bahwa shalat witir harus selalu didahului oleh shalat tahajud. Akibatnya, ketika tidak sanggup bangun malam untuk tahajud, mereka pun meninggalkan witir. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat.
Dalam syariat Islam, shalat witir adalah ibadah yang berdiri sendiri. Seseorang boleh mengerjakan shalat witir meskipun tidak mengerjakan shalat tahajud terlebih dahulu. Bahkan, Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan agar seorang Muslim tidak meninggalkan witir.
Witir adalah Penutup Shalat Malam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا”
“Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”
(HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Hadis ini menunjukkan bahwa witir adalah penutup shalat malam. Namun, bukan berarti seseorang wajib mengerjakan tahajud sebelum witir. Jika malam itu ia tidak memiliki shalat malam selain witir, maka witir itulah yang menjadi penutup shalat malamnya.
BACA JUGA: Shalat Tahajjud setelah Shalat Witir, Bolehkah?
Rasulullah ﷺ Memerintahkan Agar Tidak Meninggalkan Witir
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ”
“Sesungguhnya Allah itu Maha Esa (Witir) dan menyukai yang ganjil, maka lakukanlah shalat witir wahai para ahli Al-Qur’an.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i; dinilai sahih oleh sebagian ulama)
Anjuran ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan shalat witir. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa witir hukumnya wajib, sedangkan jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).
Apa pun perbedaan pendapat tersebut, semuanya sepakat bahwa witir adalah ibadah yang sangat penting dan tidak layak diremehkan.
Jika Khawatir Tidak Bangun Tahajud
Ada orang yang berniat bangun pukul tiga dini hari untuk tahajud dan witir. Namun, ia khawatir tidak mampu bangun.
Dalam kondisi seperti ini, Rasulullah ﷺ memberikan solusi.
Beliau bersabda:
“Barang siapa khawatir tidak bangun di akhir malam, hendaklah ia berwitir sebelum tidur. Dan barang siapa yakin dapat bangun di akhir malam, hendaklah ia berwitir di akhir malam. Sebab shalat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat, dan itu lebih utama.”
(HR. Muslim no. 755)
Hadis ini sangat jelas. Jika takut kesiangan, kerjakan witir sebelum tidur. Jangan menunggu tahajud yang belum tentu terlaksana.
Dengan demikian, seseorang boleh shalat Isya, kemudian mengerjakan witir satu atau tiga rakaat, lalu tidur.
Bolehkah Tahajud Setelah Sudah Witir?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, bagaimana jika ternyata ia bangun malam setelah sebelumnya sudah witir?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hal itu diperbolehkan. Ia boleh mengerjakan shalat tahajud dua rakaat-dua rakaat tanpa mengulang witir.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
“Tidak ada dua witir dalam satu malam.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Artinya, jika seseorang sudah berwitir sebelum tidur, kemudian Allah membangunkannya di sepertiga malam terakhir, ia tetap boleh tahajud tanpa perlu menambah witir lagi.

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Witir hanya 1 Rakaat Saja?
Mana yang Lebih Utama?
Tentu yang paling utama adalah bangun di sepertiga malam terakhir, mengerjakan beberapa rakaat shalat tahajud, lalu menutupnya dengan witir.
Namun, jika kondisi pekerjaan, kesehatan, atau kebiasaan tidur membuat seseorang sulit bangun malam, jangan sampai meninggalkan witir sama sekali.
Sedikit tetapi istiqamah lebih dicintai Allah daripada banyak namun hanya sesekali.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Kesimpulannya, boleh shalat witir tanpa mengerjakan tahajud terlebih dahulu. Witir merupakan ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Bahkan bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun malam, Nabi ﷺ menganjurkan agar ia berwitir sebelum tidur.
Jangan menunggu kesempatan yang sempurna untuk beribadah. Jika malam ini belum mampu tahajud, jangan tinggalkan witir. Bisa jadi satu rakaat witir yang dikerjakan dengan ikhlas menjadi sebab Allah menjaga hati, mengampuni dosa, dan memudahkan kita untuk bangun tahajud pada malam-malam berikutnya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

