Kalau Tidak Ada yang Melihat, Apakah Kita Tetap Takut Berbuat Dosa?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

KALAU tidak ada manusia yang melihat, apakah kita masih takut berbuat dosa? Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menyentuh bagian paling dalam dari keimanan seseorang. Sebab, ketika ada orang lain yang melihat, kita mungkin mudah menjaga sikap karena takut dicela, kehilangan nama baik, atau ketahuan.

Namun bagaimana ketika kita sendirian? Tidak ada orang tua, pasangan, teman, atau tetangga yang melihat. Bahkan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sedang kita lakukan. Di situlah kejujuran iman benar-benar diuji.

Takut kepada manusia atau takut kepada Allah?

Ada orang yang terlihat sangat baik ketika berada di tengah masyarakat. Ucapannya santun, ibadahnya terlihat, dan perilakunya terjaga. Tetapi ketika sendirian, ia merasa bebas melakukan apa saja.

BACA JUGA: Apakah Benar Wudhu Bisa Menghapus Dosa-Dosa Kecil?

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena yang selama ini ditakuti mungkin bukan Allah, melainkan manusia. Padahal Allah mengingatkan bahwa Dia mengetahui apa yang kita kerjakan.

Allah berfirman dalam QS. Al-Hadid ayat 4 bahwa Dia bersama manusia di mana pun mereka berada dan melihat apa yang mereka kerjakan. Artinya, tidak ada tempat yang benar-benar tersembunyi dari pengawasan Allah. Manusia mungkin tidak mengetahui apa yang kita lakukan, tetapi Allah tidak pernah luput mengetahuinya.

Justru ketika sendirian, keimanan sedang diuji

Berbuat baik di depan banyak orang memang sesuatu yang baik. Tetapi mampu meninggalkan dosa ketika tidak ada seorang pun yang melihat merupakan tanda bahwa seseorang memiliki kesadaran bahwa dirinya selalu berada dalam pengawasan Allah. Inilah yang dikenal dengan muraqabah, yaitu merasa diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan.

Misalnya, seseorang menemukan uang di tempat sepi. Tidak ada CCTV dan tidak ada orang yang melihat ketika uang itu ditemukan. Di sinilah muncul pertanyaan, apakah dia akan mengambilnya atau berusaha mencari pemiliknya?

Begitu juga ketika seseorang memiliki kesempatan membuka sesuatu yang haram melalui ponselnya. Tidak ada yang akan mengetahui dan tidak ada yang akan menegur. Jika ia tetap meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka itulah bentuk penjagaan diri yang sangat berharga.

Dosa yang tersembunyi tetap dicatat

Kadang manusia merasa aman karena dosa yang dilakukan tidak diketahui orang lain. “Tidak ada yang tahu” atau “tidak ada yang melihat” sering menjadi alasan seseorang merasa bebas melakukan apa saja. Padahal sebenarnya bukan hanya kita yang tahu, karena Allah mengetahui setiap perbuatan yang kita lakukan.

Allah berfirman dalam QS. Ghafir ayat 19 bahwa Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Karena itu, ukuran kesalehan seseorang bukan hanya bagaimana dirinya terlihat di depan manusia. Yang lebih penting adalah bagaimana dirinya ketika tidak ada manusia yang melihat.

Jangan sampai kita takut kehilangan nama baik, tetapi tidak takut kehilangan keberkahan

Ada orang yang sangat takut jika aibnya terbongkar. Takut ketahuan keluarga, teman, tetangga, atau bahkan takut menjadi bahan pembicaraan orang lain. Namun ketika melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi, dia tidak merasa takut kepada Allah.

Padahal nama baik di hadapan manusia hanya sementara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keadaan kita di hadapan Allah. Apa gunanya dipuji banyak orang jika kehidupan pribadi kita penuh dengan dosa yang sengaja dipelihara?

Sebaliknya, bisa jadi tidak banyak manusia yang mengetahui kebaikan kita. Tetapi Allah mengetahuinya, dan itu sudah cukup bagi seorang mukmin.

https://s.shopee.co.id/1qa5hCNGBt

Kesendirian bisa menjadi cermin keimanan

Coba perhatikan diri kita ketika sedang sendirian. Apa yang kita lakukan ketika tidak ada yang mengawasi? Apa yang kita lihat di internet, bagaimana kita menggunakan uang, dan apakah kita masih menjaga lisan serta pandangan?

Apakah kita masih melaksanakan shalat dengan baik ketika tidak ada yang mengingatkan? Apakah kita masih meninggalkan sesuatu yang haram meskipun peluang untuk melakukannya terbuka lebar? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa menjadi cermin tentang seberapa kuat hubungan kita dengan Allah.

Bukan berarti manusia harus sempurna

Takut kepada Allah bukan berarti seseorang tidak pernah melakukan dosa. Manusia bisa saja tergelincir dan melakukan kesalahan. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang merasa nyaman dengan dosa karena yakin tidak ada yang melihat.

Jika terjatuh, segera bertobat dan kembali kepada Allah. Jika melakukan kesalahan, jangan menjadikannya alasan untuk terus melakukan maksiat. Sebab Allah bukan hanya mengetahui dosa yang kita lakukan, tetapi juga membuka pintu taubat bagi hamba yang ingin kembali.

Jadi, kalau tidak ada yang melihat, apakah kita tetap takut berbuat dosa?

Inilah pertanyaan yang seharusnya kita ajukan kepada diri sendiri. Ketika pintu kamar tertutup, apakah kita masih ingat Allah? Ketika ponsel berada di tangan dan tidak ada yang mengawasi, apakah kita masih menjaga diri?

Ketika memiliki kesempatan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, apakah kita masih memilih kejujuran? Ketika bisa melakukan maksiat tanpa diketahui manusia, apakah kita tetap memilih untuk meninggalkannya?

BACA JUGA: Apakah Dosa Sumpah Palsu Bisa Ditebus dengan Kafarat?

Kalau kita masih mampu berkata, “Saya tidak mau, karena Allah melihat saya,” maka itulah salah satu bentuk keimanan yang harus terus dijaga. Sebab orang yang benar-benar mengenal Allah akan sadar bahwa tidak ada yang namanya benar-benar sendirian.

Mungkin manusia tidak melihat, tetapi Allah melihat. Mungkin manusia tidak tahu, tetapi Allah tahu. Dosa yang kita sembunyikan dari seluruh manusia tidak akan pernah bisa kita sembunyikan dari Allah.

Sekarang coba tanyakan kepada diri sendiri: kalau benar-benar tidak ada manusia yang melihat, apakah kita tetap takut berbuat dosa? []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *