Kenapa Sih Ada Orang yang Tidak Shalat tapi Tetap Kaya?

4 Min Read
Foto: Freepik

PERNAHKAH Anda melihat tetangga, teman, atau sosok di media sosial yang hidupnya super mewah, padahal ibadahnya berantakan—bahkan tidak pernah shalat sama sekali?

Di saat yang sama, mungkin kita atau orang di sekitar kita sudah berusaha menjaga shalat lima waktu tepat waktu, rutin bersedekah, tapi kondisi finansial masih terasa pas-pasan. Sering kali, terbesit pertanyaan jujur di dalam hati: “Kenapa ya Allah memberikan rezeki berlimpah pada orang yang tidak pernah menyembah-Nya?”

Pertanyaan ini wajar, tetapi Islam punya jawaban yang sangat menenangkan dan masuk akal untuk meluruskan cara pandang kita.

BACA JUGA: Suami Rajin Bekerja Tapi Jarang Shalat, Bagaimana?

“Istidraj”: Kesenangan yang Menjadi Ujian

Dalam Islam, kekayaan yang didapatkan oleh orang yang lalai atau tidak beriman disebut sebagai *istidraj. Secara sederhana, *istidraj adalah kenikmatan duniawi yang diberikan Allah kepada seseorang, bukan karena Allah ridho, melainkan sebagai bentuk ujian yang membiarkan mereka semakin tenggelam dalam kelalaian.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Bila kamu melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba sesuai dengan apa yang disukainya, padahal dia tenggelam dalam maksiat, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj dari Allah.” (HR. Ahmad)

Bayangkan seseorang yang terus diberi hadiah kemewahan padahal ia terus berbuat salah. Tanpa sadar, ia merasa hidupnya baik-baik saja dan tidak perlu bertobat. Inilah jebakan halus yang paling berbahaya, karena kenikmatan tersebut justru membawanya makin jauh dari petunjuk.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Rezeki Dunia Itu Keadilan Allah untuk Semua Makhluk

Allah memiliki sifat *Ar-Rahman* (Maha Pengasih). Sifat ini berlaku untuk seluruh makhluk di bumi tanpa terkecuali.

* Jika seseorang bekerja keras, memiliki strategi bisnis yang matang, dan disiplin, maka hukum alam (sunnatullah) akan berlaku: *ia berpeluang besar untuk kaya.*

* Hasil dari kerja keras finansial adalah uang, bukan pahala akhirat.

Oleh karena itu, kekayaan dunia bukanlah tanda bahwa Allah sayang atau ridho kepada seseorang. Jika indikator kesayangan Allah adalah harta, tentu para nabi dan rasul akan dijadikan orang termewah di dunia. Nyatanya, banyak rasul yang hidup dalam kesederhanaan.

Jangan Menukar Sholat dengan Angka di Rekening

Kaya atau miskin di dunia ini sifatnya sementara dan tidak dibawa mati. Yang sering kita lupakan adalah perbandingan antara nikmat dunia dan balasan akhirat. Bagi orang yang tidak sholat, bagian nikmat mereka memang dihabiskan sepenuhnya di dunia. Sementara bagi umat beriman, rezeki tidak hanya diukur dari angka di rekening, melainkan dari:

* Ketenangan hati dan rasa cukup (qana’ah).
* Kesehatan fisik dan keluarga yang harmonis.
* Kesempatan untuk sujud dan mengadu kepada pencipta bumi dan seisinya.

Shalat adalah tiang agama dan hal pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Harta yang melimpah tanpa sholat hanyalah beban berat yang harus dipertanggungjawabkan rupiah demi rupiah.

Capek, Akibat Tidak Istighfar, Orang yang Hina, Puasa, Shalat, Tafakur
Foto: Freepik

BACA JUGA: Shalat tapi Belum Tahu Arti Bacaannya, Gimana Hukumnya?

Ubah Cara Pandang Kita..

Mulai hari ini, mari kita ubah cara pandang kita terhadap rezeki:

*Jangan iri pada kekayaan tanpa keberkahan. Mewah di luar belum tentu damai di dalam.

*Fokus pada perbaikan diri sendiri.  Jaga sholat kita, karena itulah modal utama yang akan kita bawa saat menghadap Allah.

*Syukuri setiap rezeki.* Kecil atau besar, selama didapatkan dengan cara yang halal dan diiringi ibadah, rezeki itu membawa ketenangan.

Ingatlah, tujuan akhir hidup seorang muslim bukanlah menjadi yang paling kaya di dunia, melainkan menjadi yang paling selamat saat kembali kepada-Nya. Tetaplah konsisten menjaga sholatmu! []

REDAKTUR: JAMILAH

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *