Apakah Boleh Berdoa Ketika Sedang Marah?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos AI

MARAH merupakan salah satu emosi yang dapat dirasakan setiap manusia. Seseorang bisa marah karena diperlakukan tidak adil, disakiti, kecewa, atau menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan. Dalam keadaan seperti itu, terkadang seseorang ingin langsung mengadu kepada Allah melalui doa.

Lalu, apakah boleh berdoa ketika sedang marah? Pada dasarnya, berdoa ketika sedang marah diperbolehkan. Bahkan, mengadukan kesulitan kepada Allah merupakan hal yang baik. Namun, seseorang perlu berhati-hati dengan isi doanya agar kemarahan tidak membuatnya memohon sesuatu yang buruk atau zalim.

BACA JUGA: Apakah Boleh Berdoa Meminta Hal-Hal Duniawi?

Islam Mengajarkan untuk Menahan Amarah

Islam tidak melarang manusia merasakan marah. Akan tetapi, seorang Muslim diperintahkan untuk mampu mengendalikan amarahnya.

Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 134 bahwa orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah juga menyebutkan bahwa Dia mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Rasulullah ﷺ juga memberikan nasihat yang sangat singkat tetapi mendalam. Dalam Shahih Bukhari no. 6116, seorang sahabat meminta nasihat kepada beliau. Rasulullah ﷺ menjawab, “Jangan marah.” Ketika permintaan nasihat tersebut diulangi, beliau tetap memberikan jawaban yang sama.

Pesannya bukan berarti manusia tidak boleh memiliki emosi marah. Namun, seseorang tidak boleh membiarkan kemarahan menguasai dirinya hingga melakukan atau mengucapkan sesuatu yang salah.

https://s.shopee.co.id/7KvaJs8XcK

Bolehkah Mengadu kepada Allah Saat Marah?

Boleh. Ketika sedang marah atau kecewa, seseorang dapat mengadu kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya.

Misalnya, seseorang merasa diperlakukan tidak adil. Daripada melampiaskan kemarahan kepada orang lain, ia dapat berdoa agar Allah memberikan ketenangan, menyelesaikan persoalan tersebut, dan menunjukkan jalan yang terbaik.

Doa seperti ini justru dapat menjadi cara untuk menenangkan hati. Seseorang menyerahkan persoalannya kepada Allah tanpa harus melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Namun, sebaiknya doa tersebut tidak hanya mengikuti luapan emosi. Ketika hati sedang sangat panas, seseorang dapat mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri sebelum mengucapkan doa yang panjang.

Hindari Doa yang Buruk

Hal yang perlu diperhatikan adalah isi doa ketika sedang marah. Kemarahan terkadang membuat seseorang ingin mendoakan keburukan kepada orang yang membuatnya kesal.

Padahal, seorang Muslim dianjurkan untuk menjaga lisannya. Jangan sampai kemarahan membuat seseorang memohon sesuatu yang melampaui batas atau mengandung kezaliman.

Jika merasa diperlakukan buruk, seseorang dapat memilih doa yang lebih baik. Misalnya, memohon agar Allah memberikan keadilan, memperbaiki keadaan, memberikan petunjuk kepada orang tersebut, dan memberikan kesabaran kepada dirinya sendiri.

Dengan demikian, doa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar pelampiasan emosi.

Membaca Ta’awudz Ketika Marah

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan salah satu cara untuk menghadapi kemarahan. Dalam Shahih Muslim no. 2610, ketika melihat seseorang sedang sangat marah, beliau mengajarkan bacaan: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Bacaan tersebut mengingatkan seorang Muslim untuk kembali berlindung kepada Allah ketika emosinya sedang meningkat. Setelah itu, seseorang dapat menenangkan diri dan mempertimbangkan apa yang sebaiknya dilakukan.

Lebih Baik Menenangkan Diri Terlebih Dahulu

Berdoa boleh dilakukan ketika marah. Namun, jika kemarahan sangat kuat, menenangkan diri terlebih dahulu merupakan pilihan yang baik.

Jangan terburu-buru mengucapkan doa hanya berdasarkan emosi sesaat. Beri kesempatan kepada diri sendiri untuk berpikir dengan lebih jernih.

Setelah hati lebih tenang, doa dapat dipanjatkan dengan lebih baik. Mintalah kepada Allah agar diberikan kesabaran, ketenangan, keadilan, dan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Menggunakan Bahasa Sendiri?

Berdoa ketika sedang marah pada dasarnya diperbolehkan. Bahkan, mengadukan persoalan kepada Allah lebih baik daripada melampiaskan kemarahan dengan cara yang salah.

Meski demikian, seseorang harus memperhatikan isi doanya. Jangan sampai kemarahan membuat kita mendoakan keburukan secara berlebihan atau meminta sesuatu yang tidak baik.

Ketika marah, seorang Muslim dapat berlindung kepada Allah dari setan, menenangkan diri, lalu memohon agar Allah memberikan jalan keluar terbaik. Dengan begitu, doa tidak menjadi pelampiasan kemarahan, tetapi menjadi sarana untuk kembali mendekat kepada Allah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *