Berapa Jumlah Sahabat Nabi ﷺ?

7 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BERBICARA tentang generasi terbaik umat ini, tentu kita tidak bisa melupakan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang hidup bersama Rasulullah ﷺ, beriman kepada beliau, membela dakwahnya, serta menyaksikan langsung turunnya wahyu.

Mereka adalah generasi yang mendapatkan pendidikan langsung dari Rasulullah ﷺ.

Melalui merekalah Al-Qur’an dan sunnah sampai kepada generasi setelahnya. Mereka pula yang membawa Islam keluar dari Makkah dan Madinah hingga tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Lalu, sebenarnya berapa jumlah sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Jawabannya, jumlah pasti sahabat Nabi ﷺ tidak dapat diketahui secara pasti.

Hal ini karena para sahabat tidak hanya tinggal di Makkah dan Madinah. Setelah Islam menyebar, mereka berpencar ke berbagai wilayah. Sebagian tinggal di Hijaz, Syam, Irak, Mesir, Yaman, dan berbagai daerah lainnya.

BACA JUGA: Total Aset Sejumlah Sahabat Nabi: Siapakah yang Terkaya?

Selain itu, tidak ada satu kitab pun yang berhasil mencatat seluruh nama sahabat Nabi ﷺ satu per satu.

Hal ini sebagaimana perkataan Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika menceritakan peristiwa Perang Tabuk. Beliau berkata,

وَالْمُسْلِمُونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرٌ وَلَا يَجْمَعُهُمْ كِتَابٌ حَافِظٌ

“Kaum muslimin yang hidup bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu amat banyak. Tidak ada satu pun kitab yang bisa mengumpulkan nama-nama mereka.” (HR. Bukhari no. 4418 dan Muslim no. 2769)

Pernyataan Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu menunjukkan bahwa jumlah kaum muslimin yang hidup bersama Rasulullah ﷺ sangat banyak. Mereka tersebar di berbagai tempat sehingga tidak mungkin seluruh nama mereka terkumpul dalam satu catatan.

Ada yang Menyebutkan 114.000 Sahabat

Meskipun jumlah pastinya tidak diketahui, terdapat ulama yang menyebutkan perkiraan jumlah sahabat Nabi ﷺ.

Al-Hafizh Abu Zur’ah Ar-Razi rahimahullah, salah seorang ulama besar hadits dan guru Imam Muslim, menyebutkan bahwa jumlah sahabat Nabi ﷺ mencapai 114.000 orang.

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Informasi ini diriwayatkan oleh Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Jami’, 2:293.

Angka tersebut bukan berarti seluruh ulama sepakat bahwa jumlah sahabat tepat 114.000 orang. Namun, angka itu menunjukkan betapa banyaknya orang yang pernah bertemu dan beriman kepada Rasulullah ﷺ.

Karena itu, tidak tepat jika seseorang menganggap bahwa sahabat Nabi ﷺ hanya beberapa ratus orang yang terkenal namanya.

Nama-nama seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bilal, Abu Hurairah, Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan para sahabat lainnya hanyalah sebagian dari mereka.

Masih banyak sahabat lain yang namanya tidak begitu dikenal oleh kaum muslimin pada zaman sekarang.

Siapa yang Disebut Sahabat Nabi?

Lalu, siapa sebenarnya yang disebut sebagai sahabat Nabi ﷺ?

Imam Al-Bukhari rahimahullah memberikan definisi yang sangat penting dalam kitab Shahih-nya. Beliau berkata,

وَمَنْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ رَآهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَهُوَ مِنْ أَصْحَابِهِ

“Siapa saja yang bersahabat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau melihat beliau dari kalangan kaum muslimin, maka ia termasuk sahabat beliau.” (Shahih Al-Bukhari, 3:1333)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa definisi Imam Al-Bukhari ini merupakan pendapat Imam Ahmad dan kebanyakan ulama ahli hadits.

Yang menjadi perhatian adalah perkataan Imam Al-Bukhari, “dari kalangan kaum muslimin.”

Artinya, seseorang yang melihat Rasulullah ﷺ dalam keadaan kafir tidak otomatis disebut sahabat. Ia harus berjumpa dengan Rasulullah ﷺ dalam keadaan beriman.

Demikian pula seseorang yang baru masuk Islam setelah Rasulullah ﷺ wafat, maka ia tidak disebut sebagai sahabat. Sebab, ia tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah ﷺ dalam keadaan beriman.

Sahabat Adalah Mereka yang Wafat di Atas Islam

Al-Hafizh Al-‘Iraqi rahimahullah juga memberikan definisi yang lebih lengkap. Beliau berkata,

الصَّحَابِيُّ مَنْ لَقِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْلِماً ثُمَّ مَاتَ عَلَى الإِسْلاَمِ ؛ لِيَخْرُجَ مَنِ ارْتَدَّ وَمَاتَ كَافِراً

“Sahabat Nabi adalah siapa saja yang berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Islam, kemudian meninggal dalam keadaan Islam. Dengan demikian, keluarlah dari definisi tersebut orang yang murtad dan meninggal dalam keadaan kafir.” (Syarh At-Tabshirah wa At-Tadzkirah, hlm. 205)

Rasulullah, Keunikan Bahasa Arab, Generasi Pembaharu, Infak Abu Bakar, Peradaban dalam Surah Al-Baqarah, Bangsa Arab, Sahabat Nabi
Foto: Umar Faqih | Islampos

Definisi ini menjelaskan satu perkara penting.

Tidak cukup seseorang pernah bertemu Rasulullah ﷺ. Ia harus bertemu beliau dalam keadaan beriman dan kemudian meninggal di atas Islam.

Dengan demikian, orang yang pernah bertemu Rasulullah ﷺ dalam keadaan kafir kemudian masuk Islam setelah Rasulullah ﷺ wafat tidak termasuk sahabat menurut pendapat yang masyhur.

Contohnya adalah utusan Kaisar yang pernah melihat Rasulullah ﷺ tetapi baru masuk Islam setelah beliau wafat.

Mereka Adalah Generasi Terbaik

Besarnya jumlah sahabat juga menunjukkan betapa luasnya dakwah Rasulullah ﷺ pada akhir kehidupan beliau.

Pada saat Haji Wada’, kaum muslimin yang berkumpul bersama Rasulullah ﷺ berjumlah sangat besar. Mereka datang dari berbagai kabilah dan wilayah.

Mereka bukan sekadar orang-orang yang pernah melihat Nabi ﷺ.

Mereka adalah generasi yang menyaksikan perjuangan Islam sejak awal. Ada yang mengalami tekanan di Makkah. Ada yang hijrah ke Habasyah. Ada yang hijrah ke Madinah. Ada yang ikut dalam peperangan. Ada yang mengorbankan harta. Bahkan ada yang mengorbankan nyawa.

Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” (QS. At-Taubah: 100)

BACA JUGA:  Sahabat-Sahabat Nabi Ternyata Pernah Bercerai

Karena itu, pembahasan mengenai jumlah sahabat bukan sekadar persoalan angka.

Yang jauh lebih penting adalah memahami kedudukan mereka dan meneladani kehidupan mereka.

Mereka adalah generasi yang belajar langsung dari Rasulullah ﷺ. Mereka mendengar sabda beliau. Mereka melihat ibadah beliau. Mereka memahami bagaimana Al-Qur’an diamalkan dalam kehidupan.

Maka, sudah semestinya seorang muslim mencintai para sahabat, menjaga lisannya dari mencela mereka, serta berusaha mengikuti jalan mereka.

Jumlah pasti sahabat Nabi ﷺ mungkin tidak pernah dapat kita ketahui.

Tetapi satu hal yang pasti: mereka adalah generasi yang sangat banyak, sangat mulia, dan memiliki jasa yang sangat besar dalam sampainya Islam kepada kita.

Semoga Allah meridhai seluruh sahabat Rasulullah ﷺ dan mengumpulkan kita bersama mereka di dalam surga-Nya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *