Ada manusia yang mendapatkan kemuliaan bukan karena hartanya.
Bukan pula karena jabatan, popularitas, atau banyaknya pengikut.
Ada orang-orang yang Allah muliakan karena mereka rela meninggalkan kenikmatan tidur demi berdiri di hadapan-Nya.
Mereka adalah para ahli tahajjud.
Tahajjud adalah ibadah yang dilakukan ketika kebanyakan manusia sedang terlelap. Saat rumah-rumah sunyi, lampu-lampu mulai padam, dan manusia beristirahat dari kesibukan dunia, seorang hamba justru bangun untuk bermunajat kepada Rabb-nya.
Tidak semua orang mampu melakukannya.
Karena itu, tahajjud bukan sekadar shalat malam. Ia adalah tanda adanya perjuangan melawan hawa nafsu dan kecintaan yang kuat kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةًۭ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًۭا مَّحْمُودًۭا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Ayat ini menunjukkan salah satu kemuliaan besar ahli tahajjud.
Allah menjanjikan maqaman mahmuda, kedudukan yang terpuji.
Namun kemuliaan ahli tahajjud tidak hanya itu.
BACA JUGA: Apa yang Terjadi pada Tubuhmu ketika Tahajjud?
## 1. Allah Menyebut Mereka sebagai Hamba-Nya yang Istimewa
Allah Ta’ala berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati… dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (QS. Al-Furqan: 63–64)
Perhatikan bagaimana Allah menyebut mereka sebagai ‘ibadurrahman, hamba-hamba Ar-Rahman.
Ini adalah kemuliaan.
Mereka memiliki hubungan khusus dengan Allah melalui ibadah yang tersembunyi dari pandangan manusia.
## 2. Mereka Mendapat Pujian dari Allah
Allah Ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Allah sendiri memuji mereka.
Mereka tidak menjadikan malam hanya untuk tidur. Mereka mengambil sebagian malam untuk berdiri, membaca Al-Qur’an, rukuk, sujud, berdoa, dan memohon ampun.
Tidak mengherankan jika hati mereka memiliki kekuatan yang berbeda.
## 3. Mereka Mendapat Kedudukan yang Mulia
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Seutama-utama shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Shalat malam memiliki kedudukan yang sangat tinggi.
Ia termasuk ibadah sunnah yang paling utama.
Sebab, seseorang mengerjakannya ketika tidak ada kewajiban yang memaksanya.
Ia bangun karena keinginannya sendiri untuk mendekat kepada Allah.
Tidak ada manusia yang memujinya.
Tidak ada kamera yang merekamnya.
Tidak ada orang yang harus mengetahuinya.
Di situlah keikhlasan diuji.
## 4. Mereka Mendapat Kesempatan Bermunajat kepada Allah
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan.
Ketika manusia sedang tidur, pintu doa terbuka.
Ketika manusia sedang beristirahat, seorang hamba memiliki kesempatan untuk mengadukan segala persoalan kepada Allah.
Ia bisa menangis.
Ia bisa memohon.
Ia bisa meminta ampun.
Ia bisa meminta pertolongan.
Ia bisa menyebutkan semua kegelisahan yang tidak mampu ia ceritakan kepada manusia.
Itulah salah satu kenikmatan terbesar tahajjud.
## 5. Tahajjud Menjadi Sebab Ketenangan Hati
Dunia membuat hati manusia mudah lelah.
Pekerjaan melelahkan.
Masalah keluarga melelahkan.
Kekhawatiran tentang rezeki melelahkan.
Berita dan media sosial juga dapat memenuhi pikiran dengan berbagai kegelisahan.
Tahajjud memberikan ruang bagi seorang mukmin untuk kembali kepada Allah.
Ia meninggalkan sejenak hiruk-pikuk dunia.
Kemudian berdiri di hadapan Rabb yang menggenggam seluruh urusannya.
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
## 6. Mereka Memiliki Sifat Orang-Orang yang Bertakwa
Allah Ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.”
Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menyebutkan sifat orang-orang bertakwa.
Ini menunjukkan bahwa qiyamullail merupakan salah satu karakter orang-orang yang memiliki ketakwaan.
Mereka tidak hanya baik ketika dilihat manusia.
Mereka juga memiliki hubungan dengan Allah ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

## 7. Tahajjud Menjadi Sebab Diangkatnya Derajat
Allah Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap.”
Kemudian Allah berfirman:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءًۢ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa sesuatu yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16–17)
Betapa indah balasan itu.
Ada kenikmatan yang Allah sembunyikan.
Tidak ada manusia yang mampu membayangkannya dengan sempurna.
Semua itu karena mereka rela meninggalkan tempat tidur untuk Allah.
BACA JUGA: Shalat Tahajjud yang Tak Diterima oleh Allah SWT, Kenapa?
## Jangan Meremehkan Dua Rakaat di Tengah Malam
Mungkin kita belum mampu menjadi ahli tahajjud yang setiap malam bangun berjam-jam.
Tidak mengapa.
Mulailah dengan dua rakaat.
Bangunlah walaupun sebentar.
Bacalah Al-Qur’an walaupun beberapa ayat.
Perbanyak istighfar.
Berdoalah dengan sungguh-sungguh.
Jangan menunggu hati menjadi sempurna untuk melakukan tahajjud.
Justru tahajjud dapat menjadi jalan untuk memperbaiki hati.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa shalat malam termasuk sebab yang sangat kuat untuk membersihkan hati, menguatkan jiwa, dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Maka, jika suatu malam Allah membangunkanmu dari tidur, jangan buru-buru kembali memejamkan mata.
Bisa jadi itu adalah undangan.
Undangan untuk menghadap-Nya.
Undangan untuk mengadu.
Undangan untuk memohon ampun.
Undangan untuk mendapatkan kemuliaan yang tidak diberikan kepada semua orang.
Sebab, ketika dunia sedang tidur, ada hamba-hamba Allah yang sedang berdiri.
Mereka tidak sedang kehilangan waktu tidur.
Mereka sedang menukar sebagian tidurnya dengan sesuatu yang jauh lebih berharga:
kedekatan dengan Allah, ampunan-Nya, ketenangan hati, dan kemuliaan di sisi-Nya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

