Bolehkah Shalat Dhuha Cuma Dua Rakaat?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Shalat ini dikerjakan pada waktu Dhuha, yaitu setelah matahari mulai naik hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Banyak orang mengira bahwa shalat Dhuha harus dilakukan dalam jumlah rakaat yang banyak.

Padahal, shalat Dhuha dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat yang sederhana. Salah satunya adalah dua rakaat. Lalu, apakah shalat Dhuha hanya dua rakaat tetap mendapatkan keutamaan? Bagaimana dalilnya?

BACA JUGA: Shalat Dhuha Tidak Boleh Dilakukan Jam-Jam Ini, Harus Tahu!

Shalat Dhuha Minimal Dua Rakaat

Shalat Dhuha boleh dikerjakan hanya dua rakaat. Jumlah tersebut sudah termasuk shalat Dhuha yang sah dan memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam sebuah hadis, Nabi ﷺ bersabda bahwa setiap pagi setiap persendian manusia memiliki kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, dan setiap takbir merupakan sedekah. Demikian pula amar makruf dan nahi mungkar.

Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bahwa semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat Dhuha.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim, no. 720. Hadis ini menunjukkan bahwa dua rakaat Dhuha sudah memiliki kedudukan yang besar. Jadi, seseorang tidak perlu merasa bahwa shalat Dhuhanya kurang hanya karena hanya mengerjakan dua rakaat.

https://s.shopee.co.id/2VpOqybsAk

Tidak Harus Banyak Rakaat

Dalam ibadah sunnah, seseorang tidak selalu harus memilih jumlah yang banyak. Yang terpenting adalah melakukannya sesuai tuntunan dan mampu menjaganya dengan konsisten.

Ada orang yang memiliki waktu luang sehingga dapat mengerjakan shalat Dhuha lebih banyak. Ada pula yang memiliki kesibukan sehingga hanya mampu mengerjakan dua rakaat. Keduanya tetap mendapatkan pahala selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.

Karena itu, jangan sampai seseorang meninggalkan shalat Dhuha hanya karena merasa tidak mampu mengerjakannya dalam jumlah banyak. Dua rakaat pun sudah merupakan amalan yang baik.

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha?

Para ulama menjelaskan adanya beberapa pendapat mengenai jumlah rakaat shalat Dhuha. Yang paling sedikit adalah dua rakaat. Adapun jumlah maksimalnya terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Dalam hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau pernah ditanya mengenai jumlah rakaat shalat Dhuha yang dilakukan Nabi ﷺ. Aisyah menjawab bahwa Nabi ﷺ mengerjakan empat rakaat dan terkadang menambah sesuai yang Allah kehendaki.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim, no. 719.

Hal ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha tidak hanya terbatas pada dua rakaat. Seseorang boleh menambah rakaat sesuai kemampuan. Namun, dua rakaat tetap sudah mencukupi untuk melaksanakan shalat Dhuha.

Lebih Baik Sedikit Tetapi Konsisten

Salah satu hal penting dalam menjalankan ibadah sunnah adalah menjaga konsistensi. Jangan sampai seseorang bersemangat mengerjakan banyak rakaat pada suatu hari, tetapi kemudian meninggalkannya dalam waktu yang lama.

Nabi ﷺ mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari, no. 6465, dan Muslim, no. 783.

Karena itu, jika seseorang hanya mampu menyediakan waktu beberapa menit pada pagi hari, dua rakaat Dhuha dapat menjadi pilihan yang sangat baik. Setelah terbiasa, seseorang dapat menambahnya jika memiliki kesempatan.

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha dilakukan setelah matahari terbit dan naik hingga menjelang masuk waktu Zuhur. Waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah semakin tinggi dan panas mulai terasa.

Namun, seseorang tidak perlu menunggu sampai waktu yang paling utama jika khawatir tidak sempat mengerjakannya. Selama masih berada dalam waktu Dhuha, ia dapat melaksanakan shalat tersebut.

Dengan demikian, seseorang dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Shalat Dhuha?

Shalat Dhuha boleh dikerjakan hanya dua rakaat. Dua rakaat tersebut sudah sah sebagai shalat Dhuha dan memiliki keutamaan yang besar. Bahkan, Nabi ﷺ menyebutkan bahwa dua rakaat Dhuha dapat mencukupi sedekah untuk seluruh persendian manusia.

Tidak perlu merasa bahwa ibadah sunnah harus selalu dilakukan dalam jumlah banyak. Yang terpenting adalah ikhlas, sesuai tuntunan, dan berusaha menjaganya secara konsisten.

Jika memiliki waktu dan kemampuan, seseorang boleh menambah rakaat shalat Dhuha. Namun, apabila hanya mampu dua rakaat, jangan meninggalkannya. Dua rakaat yang dikerjakan dengan ikhlas tetap merupakan amalan yang bernilai di sisi Allah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *