Bolehkah Makmum Mengingatkan Imam yang Lupa Ayat ketika Shalat Berjamaah?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM shalat berjamaah, imam memiliki tanggung jawab untuk memimpin makmum dengan baik. Namun, imam tetaplah manusia yang bisa mengalami lupa atau keliru ketika membaca ayat Al-Qur’an. Kondisi seperti ini terkadang membuat makmum bingung. Apakah harus diam, atau boleh mengingatkan imam?

Islam memberikan tuntunan mengenai keadaan tersebut. Makmum diperbolehkan mengingatkan imam apabila imam mengalami kesalahan atau lupa bacaan dalam shalat. Hal ini termasuk bagian dari upaya menjaga agar shalat berjamaah tetap berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Jika Imam Terlalu Cepat, Haruskah Makmum Tetap Menyelesaikan Al-Fatihah?

Makmum Boleh Mengingatkan Imam

Ketika imam lupa ayat atau mengalami kesulitan melanjutkan bacaannya, makmum dapat mengingatkannya. Dalam istilah fikih, tindakan ini sering disebut talqin atau mengingatkan bacaan imam.

Caranya adalah dengan membacakan ayat yang benar agar imam dapat melanjutkan bacaannya. Makmum tidak perlu berbicara panjang atau memberikan penjelasan. Cukup melafalkan bagian ayat yang diperlukan.

Tindakan tersebut berbeda dengan berbicara biasa di dalam shalat. Tujuannya adalah membantu imam memperbaiki bacaan dan melanjutkan shalat.

https://s.shopee.co.id/50WlQk7hoJ

Dasarnya dari Sunnah Nabi

Terdapat hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengalami lupa dalam bacaan shalat. Dalam sebuah riwayat, Nabi ﷺ melaksanakan shalat dan membaca suatu surah. Setelah shalat, beliau bertanya kepada Ubay bin Ka’ab mengenai apakah ia ikut shalat bersamanya.

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa ketika terjadi kesalahan dalam shalat, makmum memiliki cara tertentu untuk mengingatkan imam.

Untuk kesalahan dalam gerakan shalat, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tasbih digunakan untuk mengingatkan imam, sedangkan tepuk tangan diperuntukkan bagi perempuan. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Adapun ketika imam lupa atau keliru dalam bacaan Al-Qur’an, makmum dapat membantu dengan membacakan ayat yang benar.

Bagaimana Cara Mengingatkannya?

Makmum sebaiknya mengingatkan imam dengan tenang. Jangan sampai suara yang diberikan justru membuat imam semakin bingung.

Misalnya, imam sedang membaca sebuah surah kemudian berhenti karena lupa kelanjutan ayatnya. Makmum yang mengetahui ayat tersebut dapat membacakan bagian yang terlupa dengan suara yang cukup terdengar.

Setelah itu, imam dapat melanjutkan bacaannya.

Namun, makmum juga tidak perlu terburu-buru memberikan jawaban. Berikan kesempatan kepada imam untuk mengingat terlebih dahulu. Bisa jadi imam hanya berhenti sejenak karena sedang berusaha mengingat ayat berikutnya.

Bagaimana Jika Imam Salah Membaca Ayat?

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an memiliki beberapa bentuk. Ada kesalahan yang tidak mengubah makna secara signifikan, tetapi ada pula kesalahan yang dapat mengubah makna ayat.

Jika makmum mengetahui kesalahan tersebut, ia dapat mengingatkan imam dengan bacaan yang benar. Tujuannya bukan untuk mempermalukan imam, melainkan membantu memperbaiki bacaan dalam shalat.

Karena itu, makmum sebaiknya memiliki sikap yang santun. Jangan mengingatkan imam dengan nada yang kasar atau menunjukkan bahwa dirinya lebih hebat.

Bagaimana Jika Tidak Ada yang Mengingatkan?

Jika imam lupa suatu ayat dan tidak ada makmum yang mengetahui kelanjutannya, imam dapat mengambil langkah lain. Ia bisa berpindah ke ayat atau surah lain yang ia kuasai, selama hal tersebut memungkinkan dan tidak menyebabkan kekacauan dalam shalat.

Imam juga dapat melanjutkan dengan bacaan yang telah dihafalnya. Yang terpenting adalah tetap menjaga ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan shalat.

Hal ini menunjukkan pentingnya seorang imam memiliki persiapan bacaan yang baik sebelum memimpin shalat berjamaah.

Tidak Perlu Merasa Malu Ketika Lupa

Seorang imam tidak perlu merasa malu apabila tiba-tiba lupa bacaan. Lupa merupakan sesuatu yang bisa dialami siapa saja. Bahkan orang yang memiliki hafalan banyak pun dapat mengalami hal serupa.

Makmum juga sebaiknya tidak menjadikan kesalahan tersebut sebagai bahan pembicaraan setelah shalat. Sikap saling membantu dan menjaga kehormatan sesama muslim lebih utama.

Shalat berjamaah seharusnya menjadi sarana untuk saling menguatkan dalam kebaikan, bukan tempat untuk mencari kesalahan orang lain.

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Dhuha Cuma Dua Rakaat?

Makmum boleh mengingatkan imam yang lupa atau keliru membaca ayat ketika shalat berjamaah. Caranya dengan membacakan bagian ayat yang benar agar imam dapat melanjutkan bacaannya.

Mengingatkan imam hendaknya dilakukan dengan tenang dan secukupnya. Jangan sampai dilakukan dengan cara yang mengganggu kekhusyukan shalat.

Pada akhirnya, imam dan makmum sama-sama memiliki tujuan untuk menyempurnakan ibadah. Ketika imam lupa, makmum membantu. Ketika makmum keliru, imam pun dapat membimbingnya. Sikap saling mengingatkan dengan cara yang baik merupakan bagian dari keindahan shalat berjamaah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *