SHALAT Witir merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Shalat ini biasanya dikerjakan sebagai penutup rangkaian shalat malam. Disebut Witir karena jumlah rakaatnya ganjil.
Sebagian orang mungkin terbiasa mengerjakan Witir tiga rakaat. Karena itu, muncul pertanyaan apakah boleh jika seseorang hanya mengerjakan satu rakaat. Apakah satu rakaat sudah dianggap sebagai shalat Witir?
BACA JUGA: Apakah Boleh Melaksanakan Shalat Tahajud tanpa Shalat Witir?
Witir Berjumlah Ganjil
Kata witir memiliki makna ganjil. Karena itu, shalat Witir dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang ganjil.
Jumlah rakaat Witir dapat berbeda-beda. Seseorang dapat mengerjakannya satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat, sesuai dengan tuntunan yang terdapat dalam hadis.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu Subuh, hendaklah ia shalat satu rakaat untuk mengganjilkan shalat yang telah dikerjakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi salah satu dasar bahwa shalat Witir dapat dilakukan dengan satu rakaat.
Bolehkah Hanya Satu Rakaat?
Jawabannya, boleh. Shalat Witir satu rakaat memiliki dasar dari sunnah Nabi ﷺ.
Satu rakaat tersebut menjadi penutup shalat malam yang dilakukan sebelumnya. Misalnya, seseorang mengerjakan shalat Tahajud dua rakaat, kemudian menutupnya dengan satu rakaat Witir.
Dengan demikian, jumlah keseluruhannya menjadi tiga rakaat, tetapi shalat Witirnya sendiri hanya satu rakaat.
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai beberapa rincian pelaksanaannya. Karena itu, seseorang sebaiknya mengikuti tata cara yang sesuai dengan mazhab atau pendapat ulama yang menjadi rujukannya.
Apakah Harus Tiga Rakaat?
Tidak harus. Mengerjakan Witir tiga rakaat memang sangat umum dilakukan oleh umat Islam. Namun, bukan berarti Witir harus selalu tiga rakaat.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa shalat malam dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, kemudian ditutup dengan satu rakaat Witir. Ini menunjukkan adanya keluwesan dalam jumlah rakaat shalat malam.
Bagi seseorang yang memiliki waktu terbatas atau merasa tidak mampu mengerjakan shalat malam dalam jumlah banyak, satu rakaat Witir tetap merupakan pilihan yang baik.
Yang terpenting adalah tidak meremehkan shalat tersebut hanya karena jumlah rakaatnya sedikit.
Kapan Shalat Witir Dikerjakan?
Waktu shalat Witir dimulai setelah shalat Isya dan berakhir ketika terbit fajar. Karena itu, seseorang dapat mengerjakannya setelah Isya maupun pada akhir malam.
Jika seseorang khawatir tidak dapat bangun untuk melaksanakan Tahajud, ia dapat mengerjakan Witir sebelum tidur. Hal ini lebih baik daripada meninggalkannya karena berharap bangun di sepertiga malam tetapi akhirnya tidak terbangun.
Sebaliknya, bagi orang yang yakin dapat bangun pada akhir malam, mengakhirkan Witir hingga menjelang Subuh merupakan amalan yang utama.
Rasulullah ﷺ juga pernah mengerjakan Witir pada beberapa waktu yang berbeda, sesuai keadaan beliau.
Bagaimana Tata Cara Witir Satu Rakaat?
Secara umum, shalat Witir satu rakaat dikerjakan seperti shalat sunnah satu rakaat. Seseorang berdiri dan berniat mengerjakan shalat Witir, kemudian melakukan takbiratul ihram.
Setelah itu, ia membaca Al-Fatihah dan bacaan Al-Qur’an yang mudah baginya. Kemudian melakukan rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali.
Setelah itu, ia duduk untuk tasyahud dan mengakhiri shalat dengan salam.
Adapun bacaan atau doa tertentu dalam Witir dapat berbeda sesuai tuntunan yang diikuti. Tidak perlu mempersulit pelaksanaannya, terutama bagi seseorang yang baru belajar menjalankan shalat sunnah.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Witir Dilakukan Sebelum Tidur?
Mengerjakan shalat Witir hanya satu rakaat diperbolehkan dan memiliki dasar dari hadis Nabi ﷺ. Witir memang merupakan shalat dengan jumlah rakaat ganjil, sehingga satu rakaat termasuk di dalamnya.
Witir dapat menjadi penutup shalat malam. Seseorang dapat mengerjakannya setelah shalat malam dua rakaat atau setelah rangkaian shalat malam lainnya.
Meskipun hanya satu rakaat, jangan menganggapnya sebagai amalan yang tidak berarti. Setiap ibadah sunnah yang dilakukan dengan ikhlas merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

