PERNAHKAH kita bertanya…
Mengapa hati kita sering gelisah, padahal kehidupan terlihat baik-baik saja?
Mengapa pikiran terasa penuh?
Mengapa ada kesedihan yang sulit dijelaskan?
Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan jawaban yang sangat dalam.
Beliau berkata:
تحصل الهموم والغموم والأحزان من جهتين
“Kegundahan, kesedihan, dan kesusahan terjadi karena dua perkara.”
Pertama: terlalu menginginkan dunia dan tamak kepadanya.
Kita ingin memiliki lebih banyak.
Ketika sudah mendapatkan satu, kita menginginkan yang kedua.
BACA JUGA: Apa Penyebab Orang Suka Lupa Rakaat dalam Shalat?
Sudah mendapatkan yang kedua, masih merasa kurang.
Kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Melihat hartanya.
Melihat rumahnya.
Melihat pekerjaannya.
Melihat pencapaiannya.
Akhirnya…
yang membuat kita lelah bukan karena sedikitnya nikmat, tetapi karena hati tidak pernah merasa cukup.
Padahal dunia memang tidak pernah dirancang untuk memuaskan hati manusia.
Semakin dikejar, semakin terasa jauh.
Karena itu, zuhud bukan berarti meninggalkan dunia.
Tetapi jangan sampai dunia tinggal di dalam hati kita.
Kemudian sebab yang kedua…
Melalaikan amal kebaikan dan ketaatan.
Ini yang sering tidak kita sadari.
Ketika hati jauh dari Allah, kita mencoba mencari ketenangan dari berbagai hal.
Kita mencari hiburan.
Mencari kesibukan.
Mencari perhatian manusia.
Tetapi tetap saja…
ada ruang kosong di dalam hati.
Sebab hati manusia membutuhkan hubungan dengan Penciptanya.
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Maka ketika hati sedang gelisah…
Jangan hanya bertanya,
“Apa yang kurang dalam hidupku?”
Tetapi tanyakan juga:
“Seberapa dekat aku dengan Allah?”
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mengejar dunia…
hingga lupa mengejar akhirat.
Terlalu banyak memikirkan apa yang belum kita punya…
hingga lupa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan.
Terlalu sibuk mencari kebahagiaan…
hingga lupa bahwa ketenangan sejati berasal dari ketaatan.
BACA JUGA: Penyebab 4 Tragedi Besar yang Dialami Umat Islam
Maka jika hati sedang berat…
kurangi ketamakan kepada dunia.
Perbanyak istighfar.
Perbaiki shalat.
Baca Al-Qur’an.
Perbanyak sedekah.
Perbanyak amal kebaikan.
Dan dekatkan kembali hati kepada Allah.
Sebab sebagaimana nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah:
Kegundahan dan kesedihan bisa tumbuh karena terlalu mencintai dunia dan melalaikan ketaatan.
Maka obatnya bukan selalu dengan mendapatkan lebih banyak.
Kadang, obatnya adalah melepaskan dunia dari hati dan kembali mendekat kepada Allah.
Semoga Allah menjadikan hati kita qanaah terhadap dunia dan rindu kepada akhirat.
Aamiin. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


