Penyebab 4 Tragedi Besar yang Dialami Umat Islam

Nasrulloh Baksolahar
3 Min Read
Foto: Freepik

SELAMA 14 abad kaum muslimin mengalami beberapa tragedi besar, suka duka telah ditempuh:

Pertama, dua ratus tahun lamanya terjadi Perang Salib sampai umat Kristen menguasai pusat-pusat Islam di Palestina karena perpecahan komando Muslimin.

Kedua, jatuhnya Baghdad karena perpecahan khalifah dengan wazirnya sendiri

Ketiga, terusirnya muslimin dari Spanyol setelah raksasa kekuatan persatuan muslimin di bawah Bani Ummayah terpecah belah menjadi kerajaan kecil-kecil di tiap provinsi dan kota. Masing-masing memakai gelar hebat sedangkan kekuasaannya hanya setumpak tanah. Sampai raja-raja muslim lebih suka meminta tolong kepada raja-raja Nasrani, musuhnya dan musuh agamanya untuk melawan raja muslim sendiri.

Empat, hancunya kekhalifahan Turki Utsmani, karena perpecahan internal juga. Dilanjutkan, Zionis Israel merampas bumi Palestina.

Betapa pun parah dan perihnya luka yang diderita karena tikaman kecurangan musuh, tetapi orang yang beriman segera melanjutkan perjuangan lagi karena panggilan Allah dan Rasul telah datang.

Barangsiapa yang memperbaiki yang rusak, menyusun kembali yang berserak, mengobati yang luka dan terus berjuang, itulah yang mendapatkan ganjaran yang besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَآ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۖ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌۚ

(yaitu) orang-orang yang memenuhi (seruan) Allah dan Rasul setelah mereka menderita luka-luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa di antara mereka akan mendapat pahala yang sangat besar, (Āli ‘Imrān [3]:172)

Walaupun ditakuti berbagai macam, dikatakan musuh telah berkumpul untuk menghadang, ketawakalan tetap tinggi kepada Allah karena yang diperjuangkan adalah kebenaran dan keimanan justru bertambah.

BACA JUGA:  Kekuatan Umat Islam yang Tak Disadari Umatnya: Menunggu Salahuddin Al-Ayyubi Baru?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

(yaitu) mereka yang (ketika ada) orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Āli ‘Imrān [3]:173)

Bukankah dengan keyakinan ini, Tentara Salib dan Mongol berhasil dikalahkan? Bukankah tanda-tanda kemenangan atas Zionis Israel mulai terlihat? Bukankah pertumbuhan muslim di Spanyol khususnya dan Eropa umumnya diprediksi menjadi belahan dunia dengan muslim terbesar? []

Sumber:
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, GIP, 2021

https://id.shp.ee/JLAL5EP

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *