TIDUR sering dianggap sebagai waktu ketika tubuh tidak melakukan apa-apa. Padahal justru ketika kita tidur, tubuh melakukan banyak proses pemulihan. Denyut jantung dan tekanan darah mengalami penyesuaian. Tubuh memperbaiki jaringan. Otak juga mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. Karena itu, kurang tidur bukan hanya membuat mata mengantuk pada pagi hari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat ikut memengaruhi kesehatan jantung.
American Heart Association bahkan memasukkan tidur sebagai salah satu dari Life’s Essential 8, yaitu delapan komponen penting untuk menjaga kesehatan jantung. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam.
Apa Hubungan Tidur dengan Jantung?
Ketika kita tidur dengan cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk melakukan pengaturan dan pemulihan. Salah satunya berkaitan dengan tekanan darah. Dalam kondisi normal, tekanan darah cenderung menurun ketika seseorang tidur. Namun, kurang tidur atau gangguan tidur dapat membuat tekanan darah tetap tinggi lebih lama.
BACA JUGA: Tanda-tanda Kamu InsyaAllah Aman dari Penyakit Jantung
CDC menjelaskan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam lebih sering mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Jadi, kurang tidur tidak berarti seseorang langsung mengalami penyakit jantung keesokan harinya. Masalahnya adalah ketika kurang tidur menjadi kebiasaan. Dalam jangka panjang, berbagai faktor risiko dapat menumpuk.
Bukan Cuma Soal Jumlah Jam
Tidur yang sehat ternyata bukan sekadar menghitung berapa jam kita berada di tempat tidur. Kualitas tidur juga penting. Waktu tidur yang tidak teratur, sering terbangun, sulit tidur, atau merasa tetap lelah setelah bangun dapat menjadi tanda bahwa kualitas tidur tidak baik.
Dalam pernyataan ilmiahnya pada 2025, American Heart Association menjelaskan bahwa kesehatan tidur memiliki beberapa aspek. Ada durasi, keteraturan, kualitas, waktu tidur, kontinuitas, dan rasa segar setelah bangun. Semua aspek tersebut berkaitan dengan kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Artinya, tidur tujuh jam tetapi selalu terputus-putus belum tentu sama dengan tidur tujuh jam yang berkualitas.
Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah
Salah satu jalur yang cukup jelas adalah tekanan darah. Ketika seseorang terus-menerus kurang tidur, tubuh dapat mengalami perubahan yang membuat sistem pengaturan tekanan darah tidak bekerja secara optimal.
Jika tekanan darah terus tinggi, jantung harus bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. CDC juga menghubungkan kurang tidur dengan berbagai kondisi yang dapat memperbesar risiko penyakit jantung, termasuk diabetes dan obesitas.
Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan pada jantung baru mulai memperhatikan tidur.
Bagaimana dengan Sleep Apnea?
Ada satu masalah tidur yang juga perlu diperhatikan, yaitu sleep apnea. Kondisi ini membuat seseorang berhenti bernapas berulang kali ketika tidur. Akibatnya, kadar oksigen tubuh dapat terganggu dan tidur menjadi tidak berkualitas.
CDC menyebut sleep apnea berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Orang yang mendengkur keras, sering terbangun seperti kehabisan napas, atau sangat mengantuk pada siang hari sebaiknya tidak mengabaikan gejala tersebut.
Kadang masalahnya bukan karena seseorang tidak mau tidur. Ia memang tidur, tetapi tidurnya terganggu tanpa disadari.
Islam Juga Mengajarkan Keseimbangan
Menjaga tidur sebenarnya sejalan dengan prinsip Islam yang mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan. Rasulullah ﷺ pernah menegur Abdullah bin Amr karena terlalu berlebihan dalam beribadah hingga mengabaikan kebutuhan tubuh. Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya bagi tubuhmu ada hak atasmu.” Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Pesannya sangat relevan. Ibadah penting. Pekerjaan juga penting. Belajar dan mencari nafkah juga penting. Tetapi tubuh memiliki hak yang harus dipenuhi.
Jangan sampai mengejar aktivitas sepanjang malam lalu mengorbankan kebutuhan tubuh sendiri.
BACA JUGA: Apa Saja Dzikir yang Dianjurkan Sebelum Tidur?
Berapa Jam Sebaiknya Tidur?
Untuk kebanyakan orang dewasa, target yang baik adalah sekitar 7–9 jam setiap malam. Tetapi bukan hanya jumlahnya yang perlu diperhatikan. Usahakan waktu tidur dan bangun relatif teratur. Kurangi paparan cahaya terang menjelang tidur. Hindari kebiasaan terus menatap HP sampai larut malam. Buat kamar lebih tenang dan nyaman.
Kalau sesekali tidur hanya empat atau lima jam karena suatu keperluan, tentu tidak berarti jantung langsung rusak. Yang perlu diwaspadai adalah ketika kurang tidur menjadi pola hidup.
Jadi, benarkah kurang tidur bisa merusak kesehatan jantung? Jawabannya, kurang tidur yang berlangsung terus-menerus memang berkaitan dengan meningkatnya berbagai faktor risiko penyakit jantung. Hubungannya bukan sesederhana “tidur sedikit langsung menyebabkan serangan jantung”, tetapi kebiasaan tidur yang buruk dapat memengaruhi tekanan darah, metabolisme, berat badan, peradangan, dan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Kadang menjaga jantung tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Bisa dimulai malam ini. Matikan HP. Redupkan lampu. Berhenti mengejar pekerjaan sejenak. Lalu biarkan tubuh mendapatkan haknya untuk beristirahat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

