Mana yang Lebih Utama, Shalat Rawatib di Rumah atau di Masjid?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto:Freepik

SHALAT Rawatib merupakan shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib. Shalat ini dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Meskipun hukumnya sunnah, Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umat Islam untuk menjaganya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih utama, mengerjakan shalat Rawatib di rumah atau di masjid? Apakah lebih baik tetap berada di masjid setelah shalat wajib, atau justru pulang dan mengerjakannya di rumah?

BACA JUGA: Apakah Shalat Sunnah Harus Membaca Surah Tertentu?

Keutamaan Shalat Sunnah di Rumah

Pada dasarnya, shalat sunnah memiliki keutamaan apabila dikerjakan di rumah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa shalat sunnah secara umum lebih utama dilakukan di rumah dibandingkan di masjid.

Shalat Rawatib termasuk shalat sunnah. Karena itu, mengerjakannya di rumah memiliki keutamaan tersendiri selama keadaan memungkinkan.

https://s.shopee.co.id/9AOEeA5GOG

Selain mendapatkan pahala shalat sunnah, mengerjakannya di rumah juga dapat menjadikan rumah lebih hidup dengan ibadah. Rumah tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga menjadi tempat mendekatkan diri kepada Allah.

Mengapa Shalat Sunnah Dianjurkan di Rumah?

Ada beberapa hikmah mengapa shalat sunnah dianjurkan untuk dikerjakan di rumah. Salah satunya adalah agar rumah tidak kehilangan suasana ibadah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa perumpamaan rumah yang digunakan untuk berdzikir dan rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir seperti orang hidup dan orang mati. Hadis ini menunjukkan pentingnya menghidupkan rumah dengan berbagai bentuk ketaatan.

Shalat Rawatib dapat menjadi salah satu amalan yang menghidupkan suasana tersebut.

Selain itu, mengerjakan shalat sunnah di rumah dapat membantu seseorang menjaga keikhlasan. Tidak ada masalah jika seseorang shalat sunnah di masjid, tetapi menyembunyikan sebagian amalan sunnah juga memiliki nilai tersendiri karena lebih jauh dari keinginan untuk dilihat orang lain.

Bagaimana Jika Rawatib Dikerjakan di Masjid?

Meskipun rumah lebih utama untuk shalat sunnah, bukan berarti shalat Rawatib di masjid tidak diperbolehkan. Shalat tersebut tetap sah selama memenuhi syarat dan rukunnya.

Dalam beberapa keadaan, seseorang mungkin lebih mudah mengerjakan Rawatib di masjid. Misalnya, setelah shalat Zuhur berjamaah, seseorang masih memiliki kegiatan di masjid. Ia kemudian mengerjakan shalat sunnah ba’diyah sebelum meninggalkan masjid.

Hal seperti ini tidak menjadi masalah.

Begitu pula seseorang yang sedang berada di masjid dan ingin mengerjakan shalat Rawatib sebelum shalat wajib. Ia boleh melakukannya di masjid.

Jadi, persoalannya bukan tentang sah atau tidak sah. Keduanya sama-sama diperbolehkan. Namun, jika tidak ada kebutuhan tertentu, shalat sunnah Rawatib di rumah memiliki keutamaan berdasarkan tuntunan Nabi ﷺ.

Bagaimana dengan Rawatib Qabliyah?

Untuk shalat Rawatib qabliyah, seseorang dapat mengerjakannya di rumah terlebih dahulu. Setelah itu, ia pergi ke masjid untuk mengikuti shalat wajib berjamaah.

Cara ini bahkan dapat menjadi kebiasaan yang baik bagi seseorang yang rumahnya dekat dengan masjid.

Namun, jika khawatir terlambat mengikuti jamaah, maka jangan sampai pelaksanaan shalat sunnah menyebabkan seseorang kehilangan shalat berjamaah. Mengikuti shalat wajib tetap menjadi perhatian utama.

BACA JUGA: Bagaimana Jika Sedang Shalat Sunnah Lalu Tiba-Tiba Qamat?

Jadi, shalat Rawatib pada dasarnya lebih utama dikerjakan di rumah, karena shalat sunnah secara umum dianjurkan untuk dilakukan di rumah. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ yang menjelaskan bahwa shalat sunnah di rumah lebih utama daripada shalat wajib.

Meski demikian, mengerjakan Rawatib di masjid tetap diperbolehkan dan shalatnya tetap sah. Terutama jika ada kondisi tertentu yang membuat seseorang lebih mudah mengerjakannya di masjid.

Yang paling penting adalah menjaga kebiasaan melaksanakan shalat Rawatib. Jangan sampai perbedaan tempat membuat seseorang justru meninggalkan amalan sunnah tersebut.

Dengan menjaga Rawatib secara konsisten, seorang Muslim dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mengikuti kebiasaan yang diajarkan Rasulullah ﷺ.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *