Waktu Nifas, Berapa Hari Lamanya?

Jamiatun Hasanah
6 Min Read
Foto: Freepik

SETELAH melahirkan, banyak perempuan bertanya, “Sebenarnya nifas itu berapa hari, sih?” Ada yang bilang 40 hari. Ada juga yang mengatakan bisa lebih atau kurang. Lalu, mana yang benar?

Jawabannya, masa nifas memang tidak selalu sama pada setiap perempuan. Dalam fikih, ada batas minimal, masa yang umum, dan batas maksimal. Jadi, tidak semua perempuan harus mengalami nifas tepat 40 hari.

Apa Itu Nifas?

Nifas adalah darah yang keluar setelah seorang perempuan melahirkan. Darah ini berbeda dengan darah haid karena muncul berkaitan dengan proses persalinan.

Dalam Mazhab Syafi’i, masa nifas paling sedikit adalah sesaat, umumnya 40 hari, dan paling lama 60 hari. Ketentuan ini dijelaskan dalam kitab *Kifayatul Akhyar* karya Taqiyuddin Al-Hishni.

Artinya, kalau darah berhenti lebih cepat, bukan berarti harus menunggu sampai 40 hari. Sebaliknya, jika darah masih keluar, persoalannya perlu dilihat berdasarkan ketentuan fikih.

BACA JUGA: Wanita Haid dan Nifas: Bagaimana Mengqadha Shalat yang Tertinggal?

Kenapa Banyak yang Bilang 40 Hari?

Angka 40 hari bukan muncul tanpa dasar.

Ada hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang menjelaskan bahwa perempuan-perempuan pada masa Rasulullah ﷺ menjalani masa nifas selama 40 hari. Riwayat ini disebutkan antara lain dalam Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

Karena itu, 40 hari sering dikenal sebagai masa nifas yang umum.

Namun, hadis tersebut tidak berarti setiap perempuan pasti mengeluarkan darah selama 40 hari.

Tubuh setiap perempuan berbeda.

https://s.shopee.co.id/10wN94gXf1

Kalau Baru 20 Hari Sudah Berhenti, Bagaimana?

Misalnya seorang ibu melahirkan. Setelah 20 hari, darah nifasnya benar-benar berhenti.
Apakah harus menunggu sampai hari ke-40?

Tidak selalu.

Dalam pembahasan fikih Mazhab Syafi’i, masa nifas dapat selesai sebelum 40 hari. Jika darah benar-benar berhenti dan telah memenuhi ketentuan suci, perempuan tersebut dapat melakukan mandi wajib dan kembali menjalankan ibadah yang sebelumnya tidak dilakukan selama nifas.

Jadi, angka 40 hari bukan berarti semua perempuan wajib menunggu 40 hari.

Kalau Darah Masih Keluar Setelah 40 Hari?

Ini juga sering membuat bingung.
Misalnya darah masih keluar pada hari ke-41.

Apakah otomatis masih nifas?
Jawabannya tidak bisa disamaratakan.

Dalam Mazhab Syafi’i, batas maksimal nifas adalah 60 hari. Jika darah melewati batas tersebut, status darahnya perlu ditentukan dengan pembahasan fikih tentang haid dan istihadhah.

Karena persoalan darah perempuan cukup detail, jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri jika mengalami kondisi seperti ini.

Pendapat Ulama Tidak Selalu Sama

Dalam masalah batas maksimal nifas, memang terdapat perbedaan pendapat ulama.

Sebagian ulama berpendapat maksimal nifas adalah 40 hari. Sementara dalam Mazhab Syafi’i, batas maksimalnya adalah 60 hari.

Terdapat ulama seperti Imam Atha, As-Sya’bi, dan Aisyah yang berpendapat bahwa batas maksimal nifas adalah 60 hari. Sementara mayoritas ulama menyebut 40 hari.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa persoalan nifas memang termasuk pembahasan fikih yang memiliki rincian.

Dari Sisi Kesehatan

Dari sisi medis, masa pemulihan setelah melahirkan juga tidak sama pada setiap perempuan.

Tubuh membutuhkan waktu untuk kembali pulih. Perdarahan setelah melahirkan dapat berlangsung selama beberapa minggu dan secara bertahap berubah jumlah serta warnanya.

American College of Obstetricians and Gynecologists atau ACOG juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi ibu setelah melahirkan. Pemeriksaan dan perawatan pascapersalinan dilakukan dalam beberapa tahap, termasuk pada beberapa minggu pertama hingga sekitar 6 minggu setelah persalinan.

Jadi, secara medis pun tidak tepat menganggap semua ibu harus memiliki proses pemulihan yang persis sama.

Khadijah, Ciri-ciri Darah Haid Tidak Sehat, perawan, muslimah, istri. Larangan bagi Wanita Haid, Penyebab Menopause Dini, Suara Perempuan
Foto: Freepik

Jangan Abaikan Perdarahan yang Tidak Normal

Meskipun perdarahan setelah melahirkan merupakan bagian dari proses pemulihan, ibu tetap perlu memperhatikan kondisinya.

Jika darah keluar sangat banyak, muncul pusing berat, tubuh terasa sangat lemas, demam, nyeri hebat, atau ada keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jangan hanya menganggap semua perdarahan sebagai nifas.
Kondisi kesehatan tetap harus menjadi perhatian.

BACA JUGA:  Cara Bedakan Darah Haid dan Darah Penyakit, Gimana Sih?

Jadi, Nifas Itu Berapa Hari?

Kalau ditanya secara sederhana, jawabannya adalah: tidak semua perempuan nifas selama 40 hari.

Dalam Mazhab Syafi’i, nifas paling sedikit dapat berlangsung sesaat, umumnya 40 hari, dan paling lama 60 hari. ([NU Online][1])
Jadi, jangan merasa aneh jika darah nifas berhenti lebih cepat.
Jangan pula langsung panik jika masih ada darah setelah 40 hari.

Yang penting adalah memahami kondisi diri dan mengikuti ketentuan fikih yang sesuai.
Kalau mengalami kasus yang membingungkan, seperti darah berhenti lalu keluar lagi, atau terus keluar dalam waktu lama, sebaiknya tanyakan kepada ustazah atau ahli fikih yang memahami masalah haid, nifas, dan istihadhah.

Untuk urusan kesehatan, konsultasikan juga kepada bidan atau dokter.

Sebab, memahami nifas bukan hanya soal menghitung hari.

Tetapi juga tentang memahami tubuh, menjaga kesehatan, dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *